Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Category Archives: Perjalanan

Storyteller of Coffee

Sore yang dingin di Dieng saya habiskan bersama Pepeng. Di kartu  namanya tertulis ‘storyteller of coffee’. Memang, yang dijual bukan kopi, tapi cerita mengenai cara mengolah kopi yang nikmat. Pepeng memulainya dengan belajar dari para petani, lantas dia banyak bergaul dengan penikmat kopi dari mancanegara. Menurut Pepeng, orang-orang di luar negeri ‘bingung’ dengan orang Indonesia. …

Baca lebih lanjut

Kesenian naga dari Dieng

Berseragam kuning dengan motif sisik naga, sekitar sepuluh orang berlari ke dalam lingkaran. Masing-masing menggenggam tongkat yang mengusung kepala, badan, hingga ekor naga yang juga berwarna kuning. Mereka bergerak dengan lincah mengikuti irama tambur. Ke mana kepala bergerak, ke sana tubuh meliuk dan ekornya melecut. Bisa jadi suatu ketika pembawa bagian kepala lari melompati badan …

Baca lebih lanjut

Pepaya (Tidak) Berbatang Tunggal

Dieng memang terkenal dengan agrobisnisnya. Kawasan bertanah vulkanik ini menghasilkan kubis yang besar-besar dan cantik. Daunnya mulus seperti kulit seorang model. Wortel pun berukuran besar-besar dan segar. Wah! Soal buah dan sayur, saya masih dikagetkan dengan manisan Carica. Menurut penduduk Dieng, Carica adalah sejenis pepaya. Entah mengapa, dari bagian otak yang terdalam tiba-tiba saya teringat …

Baca lebih lanjut

Parasan Rambut Gembel di Dieng Culture Festival IV

Lapangan yang luas itu dipenuhi begitu banyak orang. Ada yang berkumpul di depan panggung untuk menyaksikan beragam kesenian daerah Dieng. Ada pula yang duduk-duduk di bawah tenda yang disediakan sambil menyantap makanan ringan. Tak jarang yang berkunjung ke kios-kios di sekeliling lapangan. Kios tersebut menyediakan berbagai barang, mulai dari souvenir, pupuk, hingga pengajuan kredit untuk …

Baca lebih lanjut

Istana Pagaruyung

Rasanya tidak ada wisatawan yang datang ke Sumatera Barat tanpa mengunjungi Istana Baso Pagaruyung, atau lebih dikenal sebagai Istana Pagaruyung. Istana ini terletak di Kabupaten Tanah Datar, meskipun—seperti yang dikatakan pemandu saya—tidak ada tanah yang datar di daerah ini. Konon istana ini merupakan replika dari Istano Rajo Alam Pagaruyung yang dibakar Belanda pada tahun 1804—dan …

Baca lebih lanjut

Jalan Raya Padang-Bukittinggi

Meskipun perjalanan dari Padang ke Bukittinggi membutuhkan waktu selama kurang lebih dua jam, tidak berarti kita bisa tertidur di jalanan. Ada banyak pemberhentian dan kegiatan–termasuk berbelanja, tentunya– yang dapat dilakukan. Pemberhentian pertama adalah air terjun Lembah Anai. Posisinya yang terletak di pinggir jalan memudahkan orang untuk menemukan tempat ini. Rasanya tidak ada yang lewat jalur …

Baca lebih lanjut

Lobang Japang

Sasaran saya berikutnya di Bukittinggi adalah gua bawah tanah yang dibuat oleh tentara Jepang ketika menjajah Indonesia. Dengan membayar tiket masuk Rp5.000, kita akan dibawa menyusuri gua sepanjang 1.470 meter. Membawa pemandu lebih disarankan, agar tidak tersesat di lorong-lorong yang semuanya sama persis itu. Agak horor saja rasanya kalau kita tersesat, apalagi dengan cerita mengenai …

Baca lebih lanjut

Menjajal Janjang Koto Gadang

Nama Danau Maninjau dan Kelok 44 baru masuk dalam radar saya ketika membaca buku Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara. Sementara sate Padang Mak Syukur baru menarik setelah mendengar Lagu Melayu-nya Pandji Pragiwaksono. Sudah lama sebenarnya saya ingin ke Padang. Tapi keinginan yang kuat baru mulai timbul ketika kenalan orang Padang bertambah banyak. Dan mulailah, segala …

Baca lebih lanjut

Basah di Universal Studio Singapura

Sebenarnya sudah ketuaan juga untuk main-main kayak begini. Tapi kalo nggak pernah nyoba rasanya kok nggak gaul. Nggak eksis, gitu. 🙂 Jadilah di suatu hari Minggu kami naik MRT ke Harbour Front, lalu makan siang di VivoCity–ketika saya ke sini tahun 2008, mal ini belum ada–lantas menyeberang ke Sentosa dengan monorel. Alat transportasi ini berhenti …

Baca lebih lanjut

Lucky Plaza Singapore

“Do you have tea?” “Milk tea?” “Yes. One with milk and one without milk.” “Oh, you mean ‘teh manis’…” Si penanya, yang notabene orang Indonesia, menunjukkan wajah sebal. Susah-susah memesan minuman dalam bahasa Inggris, ternyata nama minumannya justru berbahasa Indonesia. Ini terjadi di food court salah satu mal di Singapura. Memang, sih. Negara tetangga ini …

Baca lebih lanjut