Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Awang Faroek Ishak, Membangunkan Raksasa Tidur

Prepared for Prof. Rhenald Kasali, PhD

Awang Faroek Ishak, Membangunkan Raksasa Tidur

Membaca tulisan DR. Awang Faroek, Anda akan menemukan pemikiran, strategi dan tindakan integratif yang menyadarkan kita bahwa sebuah kawasan yang kaya tak begitu mudah dibangunkan. Tetapi di tangan pemimpin yang visioner, greget itu bisa dirasakan, meski  negeri ini masih jarang kita temui pemimpin yang berwawasan jauh ke depan.

Saya kutip pernyataan DR. Awang Faroek, “masih banyak pemimpin daerah yang rabun jauh.”  Ya benar, masih banyak pemimpin propinsi dan kabupaten yang  hanya mampu melihat yang dekat-dekat saja. Visi jangka panjangnya terabaikan oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek. Yang penting menguntungkan, yang penting memberikan hasil cepat. Itu sebabnya pemimpin jarang melakukan investasi jangka panjang, yang berakibat, pertumbuhan ekonomi tidak sustainable, bahkan kritis, hanya menghabiskan yang ada.

Saya mengenal Pak Awang melalui berbagai kesempatan, bahkan jauh sebelum menjadi gubernur saya sudah melihat visinya yang sering dikutip pers sebagai anggota legislatif di DPR.  Lalu menjadi jelas sebagai akademisi, bahkan saat saya ikut menguji disertasinya di Universitas Airlangga, dan tentu saja  sebagai  gubernur yang sering mengundang saya mengkritisi kebijakan dan strategi yang ia ambil.  Bahkan saya ikut dipercaya memperkuat kualitas SDM pemprov melalui pelatihan-pelatihan karyawannya di Rumah Perubahan.  Dari situlah saya membaca komitmen-kometmen pembaharuan yang ia canangkan.

Tak banyak pemimpin daerah yang menyadari bahwa Sumber Daya Alam punya keterbatasan.  Bahkan di balik itu juga akan kemungkinan “kutukan” dari rusaknya alam serta sumber-sumber lainnya.  DR. Awang Farouk menyadari hal itu, dan itu sebabnya ia sudah mencanangkan Kaltim Pasca Tambang.  Ia terus bergelut membangun kekuatan ekonomi baru melalui kasan-kawasan ekonomi produktif yang memberikan nilai tambah tinggi serta berkelanjutan.

Singkatnya, Ia mengubah haluan ekonomi Kalimantan Timur dari pertambangan menjadi pertanian dan agroindustri (industri berbasis pertanian). Saya menganggap ini adalah cara yang luar biasa. Pak Awang sangat mendukung prinsip ekosistem, di mana manusia dan alam memiliki saling ketergantungan.

Melalui tangan dingin, wibawa, dan leadership-nya, Pak Awang berhasil membangunkan sang raksasa tidur, Kalimantan Timur. Raksasa, karena daerah ini memiliki sejumlah besar sumber daya alam. Begitu melimpahnya, sehingga kebijakan pemerintah sebelumnya hampir-hampir menganggap sumber daya alam ini sebagai berkah yang tak akan habis. Karenanya sumber daya ini dieksplorasi, lagi dan lagi. Tidur, karena sumber daya yang besar itu belum dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Kalimantan Timur. Si raksasa diam saja ketika sumber dayanya dieksplorasi dan menguntungkan banyak orang, selain dirinya sendiri.

Karenanya konsep Pak Awang dalam membangun Kalimantan Timur adalah tidak memiskinkan salah satu pihak. Tidak ada yang dikalahkan, semua berjalan beriringan: pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, pendapatan masyarakat, pemerataan pekerjaan, dan lain-lain. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan dan keberanian. Keberanian ini bukan hanya untuk mengambil keputusan yang tidak populer, tetapi juga berani memikul kegagalan dalam implementasi kebijakannya.

Kita semua perlu memiliki pemahaman yang sama, bahwa sumber daya alam yang melimpah tidak otomatis mendatangkan manfaat bagi masyarakatnya. Buku ini akan membantu  awam sekaligus pemangku kepentingan di Kalimantan dan Indonesia, untuk memahami masalah yang terjadi di Kalimantan Timur dan upaya apa saja yang perlu  dilakukan untuk menciptakan pembangunan, bukan penjarahan. Awang Farouk menyajikan data dan fakta sehingga kita dapat melihat bahwa sumber daya alam yang melimpah di Kalimantan Timur bukan lagi kutukan, melainkan berkah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: