Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Lucky Plaza Singapore

20130223_194852“Do you have tea?”
“Milk tea?”
“Yes. One with milk and one without milk.”
“Oh, you mean ‘teh manis’…”

Si penanya, yang notabene orang Indonesia, menunjukkan wajah sebal. Susah-susah memesan minuman dalam bahasa Inggris, ternyata nama minumannya justru berbahasa Indonesia. Ini terjadi di food court salah satu mal di Singapura. Memang, sih. Negara tetangga ini bisa dibilang ‘perluasan’ dari Indonesia. Bahkan di food court itu ada konter makanan Indonesia dan satu lagi konter khusus nasi Padang. Hmm, etnis yang satu itu lumayan juga ekspansinya… πŸ˜€

Tapi, berbekal prinsip ‘ngapain jauh-jauh ke Singapura masih makan makanan Indonesia’ maka saya mencoba Claypot Rice Seafood. Jangan tanya saya apa bumbunya, karena buat saya makanan itu adanya cuma dua pilihan: ‘enak’ dan ‘enak sekali’. Tapi claypot itu yang jelas ‘panas sekali’. πŸ˜€ Β Makanannya dimasak langsung di mangkuk tanah liat, lalu mangkuk itu juga ditumpangkan dalam wadah berlapis aluminium, dan disajikan buat kita. Ternyata, fungsi aluminium itu justru untuk menyimpan panas, sehingga nasinya tidak menjadi keras. Enak, sih. Tapi sepertinya lidah saya terbakar… πŸ˜›

Food court ini tergolong ramai, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 20.30. Apakah penduduk negeri singa ini biasa makan 20130223_195249malam jam segini? Atau mungkin karena malam Minggu saja? Yang pasti, banyak orang Indonesia di sana. Sekelompok orang di dekat saya baru datang sambil berbicara dengan bahasa Indonesia yang lancar. Berbeda dengan saya, mereka memilih makanan Indonesia. Mungkin agar terjamin kehalalannya. πŸ™‚ Sejenak saya memandangi nasi di mangkuk yang sudah separuh habis. Yah, lillahi ta’ala saja, deh. πŸ™‚

Di tempat ini juga kita bisa membeli berbagai barang, mulai dari elektronik, koper, sampai oleh-oleh. Beberapa jenis seperti gantungan kunci dan magnet untuk lemari es dihargai SGD10 untuk 3-5 buah. Kaos rata-rata seharga SGD8-10. Nah, ketika menjelang pulang tas saya ternyata rusak, di tempat ini juga saya membeli koper cabin size seharga kurang dari SGD50. Untuk sebuah tempat yang berada di Orchard Road, tempat ini cukup menguntungkan, kok.

20130225_100036

Dari tempat menginap di Orange Grove Road, cukup naik bus 190. Cuma, bedanya dengan di Indonesia, kan bus di sana tidak bisa dihentikan di sembarang tempat, ya. Jadi, kita harus dengan tertib menuju halte bus, naik dan turun di tempat yang ditentukan. Berjalan kaki di sini adalah suatu kewajiban. Untung udaranya masih menyenangkan meskipun panas. Pedestriannya pun elok, lah… πŸ˜€

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: