Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Basah di Universal Studio Singapura

IMG_8018Sebenarnya sudah ketuaan juga untuk main-main kayak begini. Tapi kalo nggak pernah nyoba rasanya kok nggak gaul. Nggak eksis, gitu. 🙂 Jadilah di suatu hari Minggu kami naik MRT ke Harbour Front, lalu makan siang di VivoCity–ketika saya ke sini tahun 2008, mal ini belum ada–lantas menyeberang ke Sentosa dengan monorel. Alat transportasi ini berhenti tepat di depan Universal Studio Singapore (USS).

Bola dunia yang dikelilingi tulisan ‘Universal Studio’ tampaknya merupakan objek foto paling penting di tempat itu. Rasanya tidak ada pengunjung yang rela begitu saja melewatkan kesempatan berfoto di depan ikon ini. Tak terkecuali saya. 😀   Struktur USS mirip Hongkong Disneyland, cuma dalam versi yang jauh lebih kecil: satu jalan masuk, lalu di belakangnya berbagai atraksi yang bisa disusuri dengan berjalan melingkari area. Toko-toko berjajar di kiri-kanan jalan masuk, menjual aneka souvenir yang menggoda iman.

Salah satu toko menjual souvenir piala Oscar berbagai bentuk. Keterangan di bawahnya bukan sekadar “Best Actor/Actress”, tetapi juga “Best Mom/Dad/Friends/Lover/Sister/Brother” 😀 Berbagai souvenir juga mengambil tema pembuatan film. Ada topi bergambar kamera, wadah berbentuk tempat film, kaos bertuliskan “Action”, dan sebagainya. Belajar dari pengalaman di Hongkong Disneyland, saya memilih untuk belanja setelah akan pulang. Pasti di dalam juga ada barang-barang unik lainnya. Lagipula, malas juga mau main dengan banyak tentengan belanja. Toh, jalan keluarnya memang cuma satu itu… 🙂

Atraksi pertama yang saya nikmati adalah panggung Broadway mini dengan empat cowok ganteng berpakaian garis-garis merah putih.IMG_8064 Mereka menyanyi dengan paduan suara yang merdu sambil tetap kompak menari. Anak-anak sekarang bisa jadi tidak tahu lagu apa yang mereka nyanyikan. 😀 Berikutnya, nonton pembuatan spesial effect ala Steven Spielberg di area New York. Pengunjung dibawa masuk ke salah satu setting di mana ada hujan badai, rumah rubuh, sampai sebuah kapal besar yang nyelonong masuk ke tempat penonton berada. Seperti sambutan Spielberg di awal show, “Special effect selalu berhasil membuat penonton menahan napas…” 🙂

Masuk ke area Sci-Fi City, kita bertemu dengan aksi Transformer. Penonton dinaikkan dalam sebuah wahana yang dalam ceritanya adalah salah satu autobot. Si autobot ini akan membawa kita berhadapan dengan pertempuran melawan robot-robot jahat. Intinya sih penonton dikocok-kocok dan dijungkirbalikkan sesuai isi pertempuran. Untungnya atraksi ini tidak berlangsung terlalu lama. Karena orang-orang jenis saya sudah berencana mengeluarkan isi perut…. 😀

IMG_8156Di area ini juga ada Battlestar Galactica, sejenis roller coaster yang merupakan wahana paling saya hindari. Apalagi yang ini! Soalnya ada dua jalur: satu buat manusia, satu lagi buat cylon–makhluk apapun itu. Yang buat manusia masih wajar, penumpangnya duduk di atas kursi yang menempel ke rel. Yang buat cylon nyaris bikin saya mati berdiri. Tempat duduknya bukan di atas rel, tapi digantung di bawah rel. Jadi kalau penumpangnya duduk, rel ada di atas mereka sementara kakinya menggantung. Bayangkan kalau dalam posisi begitu, keretanya berjalan terbalik…. Ya sudahlah, saya menyerah sebelum bertanding. 😛

Area berikutnya adalah Ancient Egypt. Permainannya cuma dua: Revenge of the Mummy–ini juga roller coaster tapi di dalam ruangan, dan Treasure Hunters–mainan anak kecil, penumpangnya cuma disuruh duduk dalam kereta yang berjalan sendiri dan melihat dummy harta karun Mesir. Kalau berdasarkan peta, seharusnya saya ke area The Lost World dulu. Tetapi karena sudah dapat bocoran bahwa ada kemungkinan basah kuyup di sana, akhirnya saya lompat dulu ke area Far Far Away dengan menyusuri pinggir danau di tengah USS.

Far Far Away adalah dunianya Shrek. Di sini kita menonton petualangan Shrek dalam 4 dimensi. Ini berarti bersinnya si Donkey bisa IMG_8189kita rasakan, begitu juga ketika Shrek menjatuhkan laba-laba di kaki penonton! Lanjut ke area Madagascar. Ini pun area anak-anak. Permainannya hanya komidi putar dan naik perahu melihat boneka-boneka pemeran Madagascar yang bisa bergerak-gerak. Singkatnya, Istana Boneka di Dufan, lah. 🙂   Terakhir, barulah saya memasuki gerbang Jurassic Park yang kesohor itu…

Locker untuk menyimpan barang-barang tersedia dengan biaya SGD4 per jam. Tanpa banyak berpikir, kamera, paspor, dan semua isi kantong saya masukkan di sana.  Permainan di Jurassic Park Rapids Adventure sebenanya nggak terlalu istimewa, hampir seperti Arung Jeram di Dufan. Kita naik dalam perahu bulat yang bisa berputar-putar di air. Ceritanya penonton dibawa berwisata ke Jurassic Park, tapi lewat air.

IMG_8314Awalnya, air masih tenang. Tapi ketika masuk wilayah berbahaya, airnya pun menjadi deras. Perahu karet bulat itu dibawa berputar-putar. Masih tidak apa-apa…   Sampai pada suatu titik, perahu itu dibawa naik ke atas, tepat di bawah leher seekor dinosaurus. Dari lampu-lampu yang berkedip, saya segera sadar bahwa ada kamera yang sedang memotret–dibandingkan penumpang lain, kamilah yang paling sadar kamera! Detik berikutnya…, BYUR! Sepertinya berember-ember air disiramkan ke dalam perahu! Ya sudahlah, apalagi yang harus dilakukan. Basah kuyup hingga posisi yang terdalam… 😀

Memang, sih. Setelah keluar dari wahana itu ada drying pod untuk mengeringkan diri. Pod ini semacam loker terbuka yang dari sisi-sisinya akan mengeluarkan udara panas untuk mengeringkan pakaian. Jangan berharap bisa kering 100%, ya. Ini cuma sekadar supaya airnya nggak menetes dari pakaian saja, kok. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: