Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Pengantar “Catatan Harian Seorang Guru”

Prepared for Prof. Rhenald Kasali, PhD

Pengantar

Saya mengenal Keke dalam Pelatihan Guru Menulis yang diadakan di tempat saya, Rumah Perubahan, tahun lalu. Dalam pelatihan itu saya meminta para peserta—yang merupakan guru-guru dari berbagai jenjang—untuk menulis. Menulis apa pun, asalkan mereka terbiasa mengungkapkan pikiran ke dalam tulisan.

Dan, Keke adalah salah satu peserta yang antusias. Sebelum pelatihan dimulai pun Keke sudah menunjukkan beberapa karyanya dan karya murid-muridnya. Jadi, ketika naskah  buku ini sampai di tangan saya, bolehlah saya berbangga karena—dari begitu banyak guru yang saya ajarkan menulis—satu orang telah membuktikan ‘keberanian’-nya.

Melalui buku ini, Keke tidak hanya menceritakan kisahnya belajar menulis, tetapi juga bagaimana ia mengajarkan anak didiknya untuk bisa dan biasa menulis, serta menjadikan kegiatan menulis sebagai ekstrakurikuler di sekolah. Di tangan Keke, menulis bukan hanya teori, tapi diterapkan dalam berbagai hal. Tak terkecuali dalam perannya sebagai pendidik.

Indonesia membutuhkan banyak guru seperti ini. Mengajar bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup yang berguna bagi masa depan anak didik. Tidak setiap anak didik memiliki keterampilan menulis, namun guru berkewajiban mencari dan mengembangkan kemampuan itu. Layaknya seorang pematung menghasilkan patung indah dari sebongkah batu yang tadinya tak dipandang meski sebelah mata pun.

Pun, keterampilan menulis itu tak lantas membuat seseorang menjadi penulis. Ia bisa menjadi apa saja, dengan logika berpikir yang teratur karena terbisa menulis. Karena dengan menulis, seseorang akan berpikir kritis dan me-manage pikirannya secara kreatif.

Menjadi seorang guru bukan hanya sebuah profesi atau pekerjaan. Menjadi seorang guru merupakan bentuk pengabdian diri. Guru  menjadi role model bagi anak didiknya dalam berbagai kesempatan. Keke mewujudkan fungsi guru yang sesungguhnya dengan cara memberi contoh. Ia sendiri menulis, barulah mengajak orang lain, murid-muridnya, untuk menulis.

Buku ini tidak hanya memberi semangat dan motivasi, tetapi juga solusi dan cara untuk menjadi seorang penulis. Buku ini juga memberikan gagasan kepada pembaca untuk melakukan gerakan perubahan lewat tulisan. Ya, perubahan bisa terjadi lewat media apa saja, termasuk tulisan.

Melalui buku “Catatan Harian Seorang Guru: Sekelumit Catatan Pengalaman Menjadi Guru dan Siswa Penulis”, Keke memberikan inspirasi kepada orang lain—guru maupun bukan—untuk menulis dan menjadi inspirasi bagi orang lain di sekitarnya. Terutama, generasi masa depan. Dimulai dari titik kecil ini, dimulai dari saat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: