Amanda Setiorini

Amanda.my.id

I Love London

A beautiful night, is not a beautiful night
It’s another night, without you
I felt that way, on a beautiful day
So far away from you
I was walking sadly, in Hyde Park.
And you were on my mind
I said to myself if you were only here
We’d have the best of time

I love London, you would too
There’s nothing in the world 
that can lift you up 
Like a London night can do
I love London, you would too
There’s something in the air 
That I’d love to share
A London night with you

A special place, in another world
A place you’d want to be
On a summer night, or on any night
a place you’ve got to see

On a London night at the stroke of midnight
I could hear old Big Ben chime
If only you, could be here too
We’d have the best of times

Mumpung sedang heboh karena Diamond Jubilee (60 tahun Ratu Elizabeth) dan Olimpiade, saya ingin mengingat kembali  perjalanan saya ke sana, ah… ^_^

Perjalanan ini tahun 2009, waktu ikut rombongan Erlangga ke Frankfurt Book Fair. Nah, sebagai bonus jalan-jalannya (yang mana mesti dibayar sendiri), saya kebagian ke London bersama 3 orang lain, sementara para pejabat plesirnya ke Paris. Nggak papa, lah. Saya senang kok ke London. Kotanya menyenangkan.

Kami menginap di rumah orang Indonesia yang memang disewakan untuk orang Indonesia yang datang ke sana. Nama si tuan rumah saya sudah lupa, tapi dia punya usaha restoran sehingga kalau malam dia mengirimkan makanan buat kami. Tapi malam yang dimaksud itu adalah tengah malam, jadi kami buat sarapan saja. 😀 Tinggal dihangatkan dengan microwave. Tapi yang jelas dia sangat kenal dengan tamu-tamunya: selalu tersedia Indomie dan telur di kulkasnya! Wah! Ini yang sangat mahal didapat. Setelah berhari-hari makan makanan Jerman yang nggak jelas rasanya, ketemu Indomie lagi bagaikan surga dunia!

Biaya menginap di situ sudah termasuk antar jemput ke Bandara Heathrow. Menurut saya, rumahnya menyenangkan. Kami dapat kamar di lantai bawah dengan kamar mandi di luar. Tapi sumpah, ya, mandi di Inggris pada bulan Oktober, meskipun dengan air panas, adalah perjuangan luar biasa! Heran sama dua teman cowok yang bisa berlama-lama mandi….

Untuk menuju pusat kota, saya harus jalan ke stasiun tube terdekat. Jalannya melewati rumah-rumah, trus menyeberangi lapangan luas, baru sampai di stasiun tube. Saya nggak ingat apa nama daerahnya. Tapi kalau melihat peta tube yang berseliweran di seluruh kota London, tempat saya menginap itu adanya di utara. Jadi kalau mau ke tengah kota harus lewat desa-desa yang indah, terowongan, plus pindah beberapa jalur tube. Tapi stasiun tube yang ada di bawah tanah sungguh menyenangkan. Terkoneksi dengan baik, bersih, dan teratur.

Cuma saja, dasar namanya orang baru pertama kali naik tube, kami nggak memperhatikan bahwa ada jalur yang ditutup. Jadi, malam pertama di London kami tepar karena berjalan MENYUSURI jalur tube yang ditutup! Sungguh tindakan superbodoh yang baru kami sadari keesokan harinya.

Akibat pengalaman malam tersebut, dengan para cowok yang nggak mau bertanya dan membiarkan kami berjalan jauh sekali, keesokan harinya saya pergi berdua saja dengan teman perempuan. Perjalanan kami jauh lebih nikmat, karena kami tidak malu bertanya dan tepat waktu. Bahkan kami sempat ngopi dulu di dekat salah satu perguruan tinggi yang harus kami survei.

Beberapa tempat yang sempat saya datangi selama berkunjung di negara itu antara lain Westminster Abbey, yang di sebelahnya ada tempat berbelanja oleh-oleh. Oh ya, dalam perjalanan ke Westminster saya berkesempatan mendengarkan suara Big Ben yang tersohor itu berdentang. Entah lebay atau bagaimana, rasanya lumayan membuat merinding dan terharu.. 🙂

Saya juga sempat mejeng di Buckingham Palace, walaupun agak terlambat mengikuti pergantian penjaganya (sekali lagi ini gara-gara dua teman cowok itu). Lalu ke Trafalgar Square dan melihat museumnya (meskipun untuk urusan museum, apalagi yang berkaitan dengan seni, saya rada mati rasa dan nggak bisa menikmati). Dilanjutkan dengan berbelanja lagi di Oxford Street, tempat saya mendapatkan setelan celemek Union Jack untuk oleh-oleh Mama. Menjelang malam, sebelum tersasar di stasiun tube yang ditutup itu, saya sampai juga di London Bridge dan menikmati duduk-duduk di tepi Sungai Thames menjelang matahari terbenam.

Oh ya, tentunya kami sempat ke museum lilin Madame Tussaud yang terkenal dan berfoto-foto gaya norak dengan patung lilin para selebriti. Beberapa patung tidak bisa difoto begitu saja, melainkan harus bayar beberapa Poundsterling. Tapi sebagian besar sih bisa langsung mendekat dan foto, kecuali kalau ada antrian yang menuntut kita untuk bersabar. Saya berhasil berfoto dengan tokoh kesayangan saya, James Bond. 😀

Hari kedua, karena waktu yang terbatas, kami hanya sempat ke kampus (yang harus disurvei, kata orang kantor) dan bela-belain ke Westminster Pier untuk mendapatkan kapal ke Greenwich. Sayang, kan? Sudah jauh-jauh sampai di London tapi nggak sampai di garis bujur nol dunia. 🙂 Kami nggak sempat jalan-jalan terlalu jauh di Greenwich, hanya mengitari lapangan yang luas dan ada museum-museum yang tidak akan sempat kami masuki. Foto-foto sejenak di sana, dengan hawa dingin yang menggigit, lalu buru-buru kembali dengan kapal lain ke London.

Oh ya, waktu ke kampus itu kami kan harus survei toko bukunya juga. Di situlah saya membeli The Lost Symbol dengan harga yang lebih murah dibandingkan harganya di Jakarta beberapa waktu kemudian. Puas? Tentu saja. Meskipun membacanya harus berjuang mati-matian. 😀

Kembali ke hari terakhir di London, untungnya kami sudah packing. Jadi, meskipun kami yang terlambat sampai ke penginapan, kamilah yang tercepat duduk di mobil yang sudah siap mengantar ke Bandara Heathrow. Semua yang saya kenang dari London adalah keindahannya: alamnya yang cantik, suasananya yang tenang, transportasinya yang terkoneksi, sampai tempat-tempat umumnya yang tertib. ‘Till we meet again, London.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: