Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Oh, Sekarang Hari Batik?

Sejak saya bangun, timeline twitter sudah dipenuhi dengan ucapan selamat hari batik. Wow! Saya sendiri baru tahu bahwa ada Hari Batik. Buat saya, batik adalah keseharian. Tidak perlu hari Jumat, tidak perlu disuruh, saya senang pakai batik.

Di antara banyaknya kicauan tentang batik, terselip sebuah twit bahwa batik yang dicap dan di-print bukanlah batik. Maka, saya pun terusik untuk membuat tulisan tentang batik, sesuai apa yang saya dapatkan selama tujuh tahun bekerja di majalah wanita.

Kata batik sebenarnya dapat berarti proses membatik atau motif batik. Batik sebagai sebuah proses adalah kegiatan membatik seperti yang kita ketahui, yaitu menggunakan lilin (malam) untuk menutup area yang ingin atau tidak ingin diwarnai. Ada dua cara membatik yang populer, yaitu dengan menuliskan lilin memakai canting atau dengan menekan cap yang sudah diberi lilin.

Batik cap biasanya dikerjakan oleh laki-laki karena beratnya cap yang harus bolak-balik diangkat itu, sedangkan batik tulis biasanya dikerjakan oleh wanita karena membutuhkan kehalusan gambar. Cara membedakan batik tulis dari batik cap sederhana saja: karena digambar, motif di batik tulis biasanya tidak ada yang sama persis. Besar dan banyaknya titik, posisi lengkungan, dan bentuk bunga bisa saja berbeda sedikit. Sementara, batik cap cenderung memiliki gambar yang sama dan berulang.

Di Pekan Produk Kreatif Indonesia 2011 saya juga melihat mesin untuk membatik. Jadi, gambar yang akan dibuat batik dimasukkan ke dalam komputer, lalu komputerlah yang kemudian menggerakkan mesin berujung canting dengan tabung berisi lilin di dekatnya. Jadi, prosesnya seperti batik tulis, hanya saja mesin menggantikan tenaga manusia.

Berdasarkan bermacam proses tersebut, jelas terlihat mengapa batik tulis harganya paling mahal. Membuatnya butuh kesabaran dan waktu yang lebih lama dibandingkan batik cap. Setelah selesai dilapis lilin, baik batik tulis, batik cap, maupun batik dengan mesin tadi menjalani proses yang sama, dicelup dalam cairan warna dan direbus untuk meluruhkan lilinnya.

Nah, kalau batik print, sebenarnya adalah mencetak motif batik di kain seperti mencetak motif lainnya, misalnya motif bunga, kotak, atau garis. Dengan demikian, batik print tidak menggunakan lilin sama sekali. Harganya pun jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan batik tulis, cap, dan mesin, karena dibuat secara massal seperti layaknya gulungan di toko kain, sementara batik dengan proses membatik dijual secara potongan.

Gambar batik yang dicetak dianggap sebagai motif batik, bukan proses batik. Motif batik yang diprint di atas kain itu tetap dianggap batik, karena biasanya mengambil motif batik yang sudah pernah ditulis atau dicap sebelumnya. Tidak ada batik print yang mengambil motif baru atau motif bukan batik, karena kalau demikian ya namanya bukan lagi batik. Batik print tetap dianggap sebagai batik karena mencetak motif batik meskipun tidak menggunakan cara membatik.

Kelebihan batik print adalah pada harganya yang murah dan bisa dibuat dalam jumlah banyak karena dikerjakan oleh mesin (mesinnya tentu berbeda dengan mesin batik tulis yang saya ceritakan di atas). Manfaatnya, semakin banyak orang yang menggunakan dan mengenal batik. Jadi, bukan cuma priyayi atau orang berpunya saja yang bisa memakai batik.

Baik sebagai proses maupun motif, batik bisa dibuat di mana saja sesuai dengan daerahnya. Jadi, batik tidak hanya ada di Jawa saja. Batik Madura, punya warna terang yang khas. Batik Kalimatan, punya motif anggrek hutan dan tameng suku Dayak. Konon, sekarang juga ada batik Papua dengan motif yang sesuai dengan kebudayaan di sana.

Lalu, ada pula batik dengan motif kontemporer. Jadi, prosesnya tetap dengan lilin, tetapi motifnya sangat modern. Di Trusmi, selain batik bermotif mega mendung yang terkenal, juga ada pembatik yang membuat motif sepeda, capung, kupu-kupu, dan sebagainya. Apakah itu bukan batik? Tentu saja itu adalah batik, karena dibuat dengan proses membatik.

Saya sendiri tidak terlalu peduli apakah batik itu ditulis, dicap, dengan mesin, atau di-print. Untuk membuat setiap orang mengenal dan bangga akan budayanya sendiri, tidak ada cara lain kecuali menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian kita.

Selamat hari batik! Semoga kita tidak akan pernah lupa dengan budaya bangsa sendiri.

Catatan: gambar pembatik yang saya tampilkan di sini saya ambil ketika mewawancara Batik Sarini di daerah Trusmi.

Membuat gambar awal

Batik tulis, menutup gambar dengan malam dari canting

Batik cap, biasanya tidak digambar karena sudah termasuk di dalam cap. Di belakangnya ada wajan berisi cairan malam juga.

Mewarnai, bagian yang tertutup malam tidak akan terkena warna

Proses merebus untuk meluruhkan malam yang menempel.

Menjemur agar kering

Mesin batik tulis di PPKI 2011

Iklan

5 Komentar

  1. kadang ada “gep” antara suatu karya nga dibuat dengan tangan dengan buatan pabrik, tapi di zaman modern hal itu tidak lagi penting, yang penting adalah fungsi. selamat hari batik !!!

    • Kita bicara batik sebagai produk massal, Pak, bukan sebagai sebuah karya seni. 🙂 Saya sendiri punya beberapa batik tulis yang saya simpan sebagai koleksi, sementara batik yang produk massal biasanya langsung saya jadikan baju. Fungsinya jelas berbeda, kan? Selamat hari batik juga.. ^_^

  2. saya banyak konsep batik didalam otak ini yang belum sempat tertuangkan dalam bentuk nyata…, Insya Allah segera saya tuangkan dan saya patent kan…? Oh iya btw Batik Betawi itu seperti apa ya corak nya…? adakah yang khas…?

  3. pengrajin canting cap batik

    Saya Sebagai Pengrajin Canting Cap Batik Di Pekalongan.Jika Ada Yang Butuh Jasa Saya Dalam Pembuatan Canting Cap u/ Produksi Batik Bisa Hubungi Saya.Motif bisa kami Sediakan Ato Dari Anda,Mutu Di Jamin Halus.Hub:085876685006/085869139781

    • saya ingin pesan cantingnya pak, berapa harganya dan berapa jenisnya dan alamat bapak dipekalongan dimana. ipong madura 087 850 515659

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: