Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Membuat Rumah Antistres

Pernahkah Anda merasa bagaimana ketegangan dan stres Anda mencair saat memasuki spa yang nyaman? Ini tentu bukannya tanpa alasan. Tempat spa memang sengaja diciptakan dengan suasana demikian untuk memanjakan Anda. Menurut Mike Adams, pemilik dan desainer Lake Austin Spa Resort yang mewah di Austin, Texas, mereka memanfaatkan segala hal yang dapat ditangkap indra agar saat masuk ke tempat tersebut, para tamu dapat ‘meninggalkan sumber stres mereka di luar’. Mengapa tidak meniru cara yang sama di rumah Anda?

“Pikirkan lebih jauh seperti apa ruangan di rumah Anda akan terlihat dan berikan perhatian lebih pada bagaimana ruangan tersebut memengaruhi perasaan Anda,” ujar Cary Collier dari Blu Spas and Collier and Collier Spas. Mari kita mulai dengan area masuk.

Area masuk rumah adalah wilayah di mana Anda ‘membuang’ segala sesuatu-sepatu, sandal, payung, dan sebagainya. Kekacauan ini bisa menimbulkan kelelahan dan kesan seolah-olah Anda ‘terkubur’ olehnya. Karena itu, simpan semuanya dalam laci atau keranjang. Untuk alasan yang sama, meskipun Anda yang memasukkan mobil ke garasi, jangan masuk melalui garasi. Keruwetan dan mungkin udara yang kurang sirkulasi di sana dapat menimbulkan sakit kepala. Tetaplah masuk melalui pintu depan.

Menurut Collier, terdapat dua kesalahan umum yang sering terjadi pada area masuk, yaitu ruangan yang terlalu gelap atau terlalu terang. Penerangan yang menyejukkan dapat dilakukan dengan melapisi sumber cahaya sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu keras. Ruangan yang terlalu gelap pun menimbulkan kesan berat. Menurut Adams, teknik yang mudah untuk ruangan gelap adalah mengombinasikan penerangan berlapis dengan cermin. Refleksi cermin membuat cahaya terkesan bergerak dan berpendar.

Anda juga bisa meletakkan aromaterapi atau menambahkan suara gemericik air untuk membuat kesan menenangkan. Menurut para ahli, semakin banyak melibatkan kelima indra dengan cara yang positif dan membuang hal-hal yang mengganggu indra, Anda akan semakin rileks. Cara lainnya dengan memberikan tekstur alami seperti bebatuan atau potongan kayu.

Setelah area masuk, ruangan-ruangan lain dalam rumah Anda pun perlu mendapat sentuhan menenangkan. Cobalah masuk ke dapur. Inilah tempat di mana seluruh indra kita ‘terbebani’. Dapur penuh dengan aroma, suara, dan seringkali cahaya yang terang. Rasakanlah mana dari indra Anda yang paling ‘tertekan’ saat masuk dapur.

Mungkin dindingnya perlu dicat dengan warna yang lebih lembut? Yang terpenting pastikan bahwa ruangan tersebut didesain untuk aktivitas yang tepat. Jika anak Anda, misalnya, mengerjakan pekerjaan rumahnya di tempat yang sama dengan tempat masak Anda, atau Anda menyiapkan makanan sambil memeriksa laptop, kondisi ini dapat menimbulkan stres. Cobalah memisahkan aktivitas-aktivitas ini di ruangan yang berbeda.

Salah satu sumber stres di rumah lainnya adalah ruangan yang tidak digunakan akibat salah rencana atau perhitungan. Misalnya, ruang olahraga. Anda berencana berolahraga di rumah dan untuk itulah disiapkan segala peralatan dalam ruangan khusus. Namun, pada akhirnya Anda terlalu sibuk sehingga tidak sempat melakukannya. Menurut Sylvia Sepielli, konsultan di belakang beberapa spa terkenal, rumah sebaiknya memfasilitasi bagaimana kehidupan Anda yang sebenarnya.

Jika tidak, rumah justru akan menjadi penghambat gaya hidup Anda dan ini merupakan sumber stres yang besar. Tanyakan pada diri sendiri benarkah ruangan-ruangan dalam rumah Anda sudah sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak, segera ubah fungsinya. Mengapa tidak menjadikannya ruangan untuk yoga, perpustakaan, atau tempat Anda melukis? Kini saatnya mewujudkan ruangan impian Anda.

Di tempat spa, setiap jendela membingkai suatu pemandangan yang jelas dimaksudkan untuk dilihat. Jendela rumah Anda mungkin tidak memiliki pemandangan yang menarik, jadi cobalah menciptakan suasana yang cocok dilihat dari dalam ruangan.

Misalnya, pot kotak memanjang di depan jendela dapur untuk menanam aneka bumbu dapur, atau menempatkan kursi yang nyaman di teras jika jendela kamar Anda menghadap ke teras. Perasaan yang ditimbulkan dengan sering melihat hal-hal yang menyenangkan memiliki efek kumulatif yang positif bagi diri Anda.

Coba Anda hitung, ada berapa ruangan nyaman di rumah Anda. Sudah cukupkah tempat-tempat menyenangkan tersebut? Ruangan nyaman tidak harus ruang keluarga, tetapi juga berlaku untuk ruangan yang lain. Jangan hanya berhenti pada ruang tidur dan ruang santai. Mengapa tidak ruang kerja? Tambahkan bantal dengan berbagai jenis kelembutan dan besar yang berbeda-beda atau karpet yang tebal dan lembut. Rumah Anda harus dipenuhi oleh sebanyak mungkin ruangan nyaman.

Yang juga tak kalah pentingnya adalah sikap Anda. Sebesar apapun tantangan di tempat kerja, kemacetan lalu lintas, atau penatnya tubuh Anda, jangan masuk ke rumah sambil langsung memberi perintah ke sana-sini. Cara ini hanya akan menambah tingkat stres Anda.

Masuklah ke rumah dengan menyapa setiap anggota keluarga secara individual dan biasakan mereka untuk merespons Anda (mungkin sejenak meninggalkan apa yang sedang mereka kerjakan). Perilaku ini dapat membangkitkan dampak positif bagi Anda dan anggota keluarga lainnya.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: