Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Darimana Datangnya Sinterklas?

Menjelang Natal, sosok pria gemuk berbaju merah yang membagi-bagikan hadiah bagi anak kecil kembali terlihat di mana-mana. Pria baik hati itu adalah Sinterklas, yang datang di malam Natal dan memberikan hadiah di dalam kaus kaki anak-anak. Sayangnya, pria ini sangat pemalu sehingga kalau anak-anak tidak cepat tidur, ia justru tidak akan datang memberikan hadiah. Siapakah Sinterklas?

Menurut http://www.thehistoryofchristmas.com cerita mengenai Sinterklas diawali oleh Saint Nicholas, seorang pendeta yang kemudian menjadi uskup. Ia adalah pria kaya yang berkeliling untuk membantu orang lain. Ia memberikan uang dan hadiah tapi tidak ingin diketahui orang lain. Itulah sebabnya ia memberikan hadiah di malam hari agar identitasnya tetap menjadi rahasia. Di kemudian hari, inilah yang menjadi alasan agar anak-anak cepat tidur di malam Natal. Kalau mereka tidak tidur, maka Sinterklas tidak akan datang memberikan hadiah.

Cerita terkenal lain dari Saint Nicholas adalah ketika ia bertemu dengan seorang pria yang tidak punya uang untuk memberi hadiah pernikahan bagi ketiga anaknya. Saint Nicholas memasukkan kepingan-kepingan emas ke dalam kaus kaki yang digantungkan ketiga anak tersebut agar cepat kering. Ketiga kakak adik tersebut menemukan emas pemberian Saint Nicholas dan sejak itu anak-anak menggantungkan kaus kaki di malam Natal dengan harapan keesokan harinya akan menemukan hadiah dalam kaus kaki tersebut.

Meskipun masih muda, Saint Nicholas sudah dikenal sebagai orang yang ramah dan bijaksana. Pada tahun 303 Kaisar Roma Diocletian menyuruh seluruh rakyatnya untuk menyembah pria yang lahir tahun 280 di Patara, sebuah kota di Lycia, Asia Kecil ini sebagai tuhan. Namun, orang-orang Kristiani hanya percaya pada satu tuhan dan menolak menyembah Saint Nicholas. Mereka yang menolak, termasuk Saint Nicholas sendiri, dijebloskan dalam penjara. Mereka semua dibebaskan saat Constantine menjadi kaisar Roma. Setelah dibebaskan, Saint Nicholas melanjutkan kedermawanannya dan wafat pada tahun 343. Meskipun Saint Nicholas telah tiada, namun popularitasnya terus bertambah dan orang-orang Eropa membuat cerita baru mengenai perhatian Saint Nicholas kepada anak-anak.

Nama Sinterklas sendiri berasal dari penyebutan orang-orang Belanda terhadap Saint Nicholas, yaitu Sinter Klass. Imigran Belanda yang datang di Amerika pada abad ke-17 membawa tradisi ini sehingga anak-anak di sana menyebutnya sebagai Santa Klass, yang kemudian berubah menjadi Santa Claus. Pria yang semula mengenakan jubah uskup tua lengkap dengan topi, sarung tangan, dan tongkat keuskupan ini akhirnya digantikan dengan baju dan topi merah pada tahun 1920-an.

Lalu, apakah Sinterklas berjalan kaki, naik kuda, ataukah naik kereta yang ditarik delapan ekor rusa? Pada tahun 1809, dengan nama samaran Diedrich Knickerbocker, Washington Irving memasukkan cerita tentang Saint Nicholas dalam bukunya “A History of New York”. Di sini Saint Nicholas digambarkan memasuki kota dengan berkuda. Tahun 1812, Irving merevisi kisahnya dengan menggambarkan Saint Nicholas di atas gerobak kayu. Barulah pada tahun 1821, William Gilley menulis puisi berjudul “Santeclaus” dengan pakaian bulu-bulu dan naik kereta yang ditarik oleh seekor rusa. Selanjutnya, pada tahun 1922 Clement Clarke Moore dipercaya menulis puisi yang kemudian dikenal sebagai “The Night before Christmas”. Sinterklas digambarkan naik kereta yang ditarik oleh delapan ekor rusa. Kedelapan rusa tersebut adalah Blitzem, Comet, Cupid, Dancer, Dasher, Donder, Prancer, dan Vixen.

Perjalanan cerita rusa Sinterklas terus berlanjut, di mana pada tahun 1939 Robert L. May menciptakan puisi tentang Rudolph, rusa kesembilan yang berhidung merah. Konon, di kalangan para rusa, Rudolph mendapat cemooh karena warna hidungnya yang tak lazim. Tetapi, dialah yang menolong Sinterklas saat mengantarkan hadiah pada malam Natal yang berkabut. Hidung merahnya membantu menerangi perjalanan Sinterklas saat membagi-bagikan hadiah.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: