Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Vagina Anda di Usia 20 hingga 40 tahun

Meskipun merupakan organ intim yang penting, kebanyakan wanita jarang membicarakan masalah vagina. Dibandingkan dengan payudara, misalnya, bahkan kaum wanita sendiri cenderung tertutup dengan organ yang satu ini. Karena itu, tidak heran jika ada wanita yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi tidak mengetahui tentang g-spot. Atau, kita tidak tahu apakah cairan yang keluar dari vagina masih bersifat normal atau perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Seperti juga bagian tubuh kita yang lain, vagina mengalami perkembangan dan perubahan sejalan dengan pertambahan usia. Inilah yang terjadi pada organ intim kita:

Usia 20-an tahun

Akibat tingginya kadar estrogen, lubrikasi vagina berjalan dengan lancar dan energi seksual Anda cukup tinggi. Anda mungkin baru bercinta pukul 3 pagi dan pada jam 7 pagi sudah siap untuk bercinta lagi. Dalam tahap yang aktif ini, jika memiliki lebih dari satu pasangan seksual, Anda rentan terjangkit penyakit menular seksual (PMS). Karena itu, pemakaian kondom dengan benar dan konsisten merupakan hal yang penting, meskipun Anda sudah memanfaatkan pil KB.

Jika Anda belum mendapatkan vaksinasi HPV (human papillomavirus), konsultasikan pada dokter. Vaksinasi ini dapat mencegah penularan HPV genital yang menyebabkan terjadinya kanker serviks (mulut rahim). Tentunya, jika Anda sudah aktif secara seksual, melakukan Pap Smear setiap-setidaknya-2 tahun haruslah menjadi agenda wajib. Pemeriksaan lain yang perlu Anda lakukan adalah tes terhadap bakteri chlamydia setiap tahun.

Usia 30-an tahun

Melakukan latihan Kegel untuk memperkuat otot dasar pelvis dapat membantu menguarangi masalah kebocoran urine. Sebagai bonusnya, latihan ini juga membuat orgasme Anda menjadi lebih intens.

Jika telah menjalani 3 kali Pap Smear berturut-turut dengan hasil negatif, Anda mungkin dapat melakukannya setiap tiga tahun. Anda juga dapat meminta pemeriksaan HPV atau pemeriksaan lain yang lebih efektif untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks daripada Pap Smear semata.

Meskipun pemeriksaan PMS tidak lagi rutin pada periode ini, jika hamil Anda akan disarankan untuk memeriksakan diri terhadap chlamydia, gonorrhea, sifilis, dan hepatitis B pada saat pemeriksaan awal kehamilan.

Usia 40-an tahun

Jika di usia 30-an Anda mungkin merasa memiliki waktu yang semakin sempit untuk mendapatkan anak dan di usia sekarang Anda merasa semakin tak punya waktu. Namun, semakin sedikit waktu yang dihabiskan untuk berusaha mendapatkan anak dapat mengembalikan minat dan energi Anda terhadap aktivitas seksual. Jadi, sebaiknya Anda tidak perlu terlalu terfokus pada hal ini dan melupakan faktor rekreasi dalam hubungan seksual.

Menjelang akhir 40-an, rambut di daerah kemaluan mungkin berubah menjadi kelabu dan Anda mendapati vagina menjadi lebih kering akibat menurunnya kadar estrogen. Jika tidak memiliki pasangan seksual tetap, Anda tetap rentan menderita PMS. Karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan terhadap PMS. Setiap wanita perlu terus menjalani Pap Smear setiap 3 tahun (rentangnya lebih pendek jika pernah mendapatkan hasil yang abnormal). Alat-alat kontrasepsi masih tetap harus digunakan meskipun menstruasi Anda sudah menjadi tidak teratur. Sampai Anda benar-benar memasuki menopause, yaitu 12 bulan tidak mengalami haid, Anda masih mungkin hamil.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: