Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Gajah Puteh-OJAI

Sekali ini yang saya tonton adalah opera yang dimainkan oleh anak-anak Opera Jelajah Anak Nusantara (OJAI). Sebenarnya ini sudah pertunjukan ketiga mereka tahun ini, tapi sayangnya baru sekali ini yang berhasil saya tonton.

Cerita gajah puteh diambil dari cerita rakyat Aceh. Kisahnya, Raja Linge XIII diminta membantu raja negeri seberang untuk menghalau penjajah. Sebelum berangkat, si raja menaikkan adiknya menjadi Raja Linge XIV. Setelah Raja Linge XIII berhasil menghalau penjajah, ia dinikahkan dengan putri raja seberang dan mendapatkan 2 orang putra, bernama Bener Meriah dan Sengeda. Setelah orangtuanya meninggal dunia, kedua anak ini kembali ke Aceh.

Sayangnya, Raja Linge XIV tidak ingin takhtanya diambil, meskipun si kakak-adik ini sudah memberikan peninggalan ayah mereka sebagai bukti bahwa mereka ahli waris yang sah. Keduanya pun ditangkap. Nah, di sini ceritanya agak nggak jelas. Entah si kakak dibunuh atau mengungsi ke hutan karena difitnah hendak menentang raja, yang jelas ia berubah wujud menjadi gajah putih. Sementara adiknya, Sengeda, dirawat oleh Cik Serule yang percaya bahwa kedua anak itu adalah anak raja Linge XIII.

Menurut cerita tersebut, suatu malam Sengeda bermimpi tentang kakaknya. Bener Meriah meminta Sengeda ikut Cik Serule ke Kerajaan Aceh Darussalam dan menjinakkan gajah putih dengan tarian. Tapi, menurut sinopsis di brosur yang dibagikan, ceritanya lain lagi… 😀 Bagaimanapun, saya mencatat apa yang saya lihat saja, ya..

Keesokan harinya, Sengeda ikut Cik Serule ke Kerajaan Aceh Darussalam. Dia bertemu putri raja yang tertarik dengan gambar gajah putihnya (gambar ini ditinggalkan kakaknya dalam mimpi). Raja yang pengertian meminta putrinya mengembalikan gambar tersebut. Lalu, datanglah gajah putih yang mengamuk sehingga dilempari batu oleh penduduk. Sengeda teringat pesan kakaknya lalu menjinakkan gajah putih tersebut dengan tarian.

Akhir ceritanya agak menggantung, sih. Memang si gajah putih berhasil dijinakkan dan Sengeda terbukti adalah putra Raja Linge XIII. Raja Aceh Darussalam menghukum Raja Linge XIV dan menjadikan Sengeda raja Linge XV. Tapi, si gajah putih itu sendiri nggak jelas nasibnya. Apakah ia kembali ke hutan setelah adiknya menjadi raja (kalau benar gajah putih tersebut adalah penjelmaan Bener Meriah, kakak Sengeda)? Ataukah dia tinggal di istana (karena bagaimanapun dia kan anak raja)? Yang jelas, dia tidak kembali menjadi manusia (kalau memang Bener Meriah hanya berubah wujud, bukannya meninggal dunia) karena adiknya yang menjadi raja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: