Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Tumbuh Kembang si 1 Tahun

Setelah ulang tahun pertamanya, anak Anda kini mengalami tumbuh kembang yang luar biasa. Menurut para ahli, usia 12 hingga 24 bulan terjadi pertumbuhan dan perkembangan otak yang sangat cepat, dan hal ini menyebabkan berbagai perubahan luar biasa pada buah hati Anda. Termasuk di antaranya adalah kemampuan berjalan, berbicara, dan mengingat.

Si kecil akan bertambah tinggi tubuhnya antara 7,6 hingga 12,7 cm, sementara bobotnya bertambah antara 1,4 hingga 2,3 kg. Namun yang lebih mencengangkan adalah perkembangan kognitifnya. Yang dimaksud dengan kognitif adalah kemampuan untuk untuk berpikir, belajar, dan mengingat. Ia mulai memahami simbol, menirukan sesuatu (misalnya perilaku), berimajinasi, dan bermain pura-pura. Ia juga mulai berpikir kompleks dan melakukan permainan pura-pura, misalnya memberi minum bonekanya atau ‘mengobrol’ di telepon.

Otaknya tumbuh dramatis selama tahun kedua. Sejak mulai mampu mengingat si kecil kerap mengulang apa yang pernah dilakukannya. Misalnya melempar bola atau menumpuk balok mainan. Si kecil juga mulai memahami hubungan antarkejadian. Misalnya, kalau ia melempar bola, bola tersebut akan memantul. Tapi, hal ini juga berarti bahwa ia akan mencoba melempar benda lain-boneka, makanan, atau apa pun-untuk mengetahui apakah benda tersebut juga akan memantul.

Pada usia inilah anak membentuk ikatan emosional dengan orang yang merawatnya. Jangan heran jika perpisahan dengan orang tersebut membuatnya merasa tak nyaman. Si kecil mulai dapat membedakan dirinya dengan orang lain. Saat ini mungkin timbul ketakutannya saat menghadapi orang asing, yang berakibat ia semakin menempel pada orangtua atau pengasuhnya. Ia pun mulai ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, meskipun hal ini akan mudah menimbulkan konflik, kebingungan, dan-sesekali-kerusakan.

Kemampuan motorik berkembang setelah jaringan otot dan saraf anak mampu bekerja sama. Di usia ini anak sudah mulai mampu mengontrol gerakan dan koordinasinya. Kemampuan ini dimungkinkan oleh perubahan yang terjadi pada otak dan saraf tulang belakang. Koordinasi dan kemampuan mengontrol otot yang semakin halus ini dicapai saat otaknya bertumbuh dan menjadi matang. Umumnya anak mulai dapat berjalan pada sekitar usia 13 bulan.

Ketika si kecil mencapai tonggak perkembangan-misalnya berjalan-hal ini berarti ia telah menguasai kemampuan fisik dan kognitif yang dibutuhkan untuk mempelajari keterampilan lain. Sebentar lagi, ia akan segera bisa berlari, melompat, bahkan memanjat.

Tidak hanya motorik kasar, kemampuan motorik halusnya pun berkembang. Si kecil mulai menunjukkan kemampuan untuk mengontrol dan mengordinasikan otot-otot kecil pada jari, tangan, dan pergelangan. Ini memungkinkannya untuk menggambar atau makan dengan sendok.

Yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya:

1. Menyediakan lingkungan rumah di mana mereka dapat menjelajah dan memperoleh pengalaman dengan aman.

2. Menerapkan pola makan sehat. Karena anak usia ini senang pilah-pilih makanan, cobalah mengajaknya makan bersama anggota keluarga lainnya, agar perhatian anak teralihkan.

3. Patuhi jadwal imunisasi dan diskusikan perkembangan anak dengan dokter anak.

4. Mengajarkan kebiasaan hidup sehat untuk membantu anak Anda terhindar dari penularan penyakit.

5. Luangkan waktu untuknya: bermain, membaca cerita, dan mengobrol dengan anak. Pada usia ini, ia belum berinteraksi terlalu banyak. Ia cenderung bermain sendiri, yang dikenal dengan bermain paralel. Bagaimanpun, perhatian Anda adalah faktor terpenting untuk membantu perkembangan sosial dan emosional anak.

6. Kenali perangainya. Setiap anak adalah unik dan memahami wataknya membantu Anda memprediksi dan menanggapi reaksinya.

7. Berikan pujian untuk setiap perilaku positif. Misalnya, ketika ia selesai mandi dan berpakaian tanpa mengamuk. Meskipun ia mungkin belum memahami arti kata-kata Anda, tetapi ia akan menghubungkan perilakunya dengan pujian tersebut.

8. Semburan kemarahan (temper tantrum) si kecil, atau perilaku sejenis, tidak perlu ditanggapi. Kecuali membahayakan, Anda dapat mengabaikan saja kemarahannya. Meski demikian, tetaplah didekatnya untuk menenangkannya jika mungkin. Setelah reda, bicaralah dengan tenang. Jangan terpancing untuk marah, mengancam, atau menghukumnya. Ingatlah, ia akan meniru perilaku Anda.

Permainan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya:

1. Menyusun-dan menghancurkan-balok.

2. Mencorat-coret kertas. Anda dapat memilih krayon yang sesuai dengan genggaman anak.

3. Bermain dengan bola. Bagi si 1 tahun, benda yang bergerak adalah hal luar biasa. Kegiatan ini juga melatih matanya mengikuti objek dan meningkatkan koordinasi mata-tangan.

4. Bermain dengan benda yang dapat diputar, disortir, dipukul, ditarik, atau didorong. Contohnya: mainan bertombol, mainan yang dimasukkan dalam lubang sesuai bentuknya, serta buku dari kertas tebal.

5. Lakukan permainan yang melibatkan berjalan dan bergerak. Misalnya, mendorong kursi plastik yang ringan. Jangan gunakan kursi beroda karena mudah tergelincir. Atau, naik dan turun tangga bersama-sama. Jangan pernah lepaskan pegangan Anda pada si kecil.

6. Meraba tekstur yang berbeda. Temukan benda yang kasar, halus, berbulu, atau berpasir. Beberapa buku anak menyediakan bagian khusus yang memberikan tekstur berbeda.

7. Mengobrol. Bicaralah dengan perlahan dan jelas. Sebutkan apa yang Anda lihat atau kerjakan, atau benda yang digunakan anak seperti popok atau sendok. Penting juga untuk merespons setiap kata-katanya. Ini akan membuatnya bersemangat untuk menghasilkan kata-kata baru.

Bantu juga si kecil untuk mengekspresikan perasaannya, seperti sedih, senang, atau marah. Dengan demikian anak belajar menghubungkan perasaan dan kebutuhannya dengan kata-kata. Ini mengurangi kemungkinannya mengamuk tanpa sebab.

8. Membacakan cerita atau menggunakan lagu serta permainan untuk meningkatkan kemampuan berbahasanya.

Artikel di Conectique

Iklan

1 Komentar

  1. Fani Wijaya

    Masih Adakah Kasih Itu? Mengapa Anak2 Tak Bersalah Jadi Korban– Sebar-kan Pesan Ini.

    Mengapa Jumlah Anak Yg Punya Cacat Mental Terus Bertambah Tiap Tahun-nya !

    Ada 3 macam kimia ber-bahaya yg ada pada roti yg disalah-gunakan oleh banyak produsen roti:
    1. Kimia Pengawet
    2. Kimia Pengembang
    3. Kimia Pemutih

    1. Kimia Pengawet
    Produsen roti ingin roti-nya tidak ber-jamur & tahan selama-lama-nya untuk meningkatkan keuntungan. Pengawet yg ditambahkan pada roti2 di Indonesia saat ini diperkirakan sampai 5 kali lipat dari pada yg dibenarkan oleh undang2. Bahkan beberapa pengawet yg dipakai bukan food grade / pengawet makanan.

    2. Kimia Pengembang
    Jaman dulu orang memakai ragi / yeast untuk membuat roti. Yeast ini bukan bahan kimia, tetapi microorganisme yg meng-gigit-in adonan tepung sambil mengeluarkan gas CO2 yg membuat roti mengembang pelahan2. Microorganisme ini tidak ber-bahaya karena mati setelah roti di-oven.
    Sekarang ini roti diproduksi memakai kimia pengembang dalam takaran yg banyak. Begitu kimia pengembang dimasukkan pada adonan, gelembung2 gas langsung terjadi , dan roti langsung mengembang & mem-besar ber-kali2 lipat. Dgn adonan yg sedikit saja, roti bisa mengembang menjadi besar sekali & empuk dalam waktu yang singkat. Kimia pengembang ini dalam jumlah banyak menyebabkan kanker(carcinogenic).

    3. Kimia Pemutih
    Karena warna asli gandum bukan putih, maka roti dibuat putih bersih seperti kapas melalui proses pemutihan kimia (bleaching) dengan memakai kimia pemutih mengandung chlorine yang tidak baik bagi anda apalagi anak kecil. Orang barat ada pepatah tua “The whiter the bread, the quicker you’re dead!” – Semakin putih roti anda, semakin dekat anda dengan kematian.

    Siapa Korban-nya? Mengapa Tiap Tahun Jumlah Anak Cacat Mental Terus Bertambah!
    Kimia2 yang ada pada roti selain menyebabkan kanker (carcinogenic), bagi yg kebetulan tidak tahan / allergi terhadap kimia2 tersebut, bisa menyebabkan gangguan syaraf, ADHD hyperactive, keterbelakangan, gangguan syaraf, cacat otak, IQ rendah, dll. Karena susunan syaraf anak kecil atau bayi masih rentan, roti yang mengandung banyak bahan kimia berlebih ini tidak disarankan bila dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui & anak kecil.

    Lalu apa solusi-nya bagi pecinta roti?
    Pembuat roti beras kering “N_asiKriuk”, ibu Debbie memberi penjelasan kepada saya: N_asikriuk berupaya mengurangi jumlah anak penyandang cacat mental, seperti autis, ADHD, mental retardasi, dll. Di tengah marak-nya penyalah-gunaan bahan kimia tambahan, N_asiKriuk memberikan suatu pilihan roti tawar yang tidak menggunakan bahan kimia tambahan apapun, aman dikonsumsi siapa saja terutama ibu hamil, menyusui & anak kecil.
    – Tanpa kimia pewarna / pemutih > Warna asli
    – Tanpa kimia pengawet > Kering, tak perlu pengawet
    – Tanpa kimia pengembang roti > Dibuat dengan proses “pop”
    – Tanpa kimia penguat rasa / MSG > Rasa original
    – Tanpa kimia pemanis /& flavor > Disajikan dgn topping2 sehat

    N_asiKriuk Debbie bisa dijumpai di Jakarta:
    – Supermarket Rezeki
    – Total-Taman Palem Lestari
    – Club Sehat Jl. Cideng Barat 62B atau Pluit Sakti Raya 33
    – Nano-Pluit

    Atau dipesan melalui on line shop: Sentra Camilan Nusantara,
    http://www.sentracamilannusantara.com/

    Informasi mengenai roti beras kering atau rice cake “N_asiKriuk Debbie” dapat anda jumpai di Facebook “N_asiKriuk Debbie” Terima kasih.

    – Lili –

    Jangan egois & tutup mata terhadap bertambah-nya jumlah anak cacat mental. Tunjuk-kan kepada teman2 / saudara dekat anda kalau masih ada kasih di hati anda. Ambil tindakan dengan menyebar luas-kan pesan ini. Tunjuk-kan bahwa anda “care”.

    Wikipedia: Bread Improver (http://en.wikipedia.org/wiki/Bread_improver )
    two ingredients commonly used in bread improvers were singled out as causing harm to those who ate the bread. Calcium propionate (Preservative 282) was linked to Attention-Deficit Disorder among children. Potassium bromate was also singled out as being potentially carcinogenic.

    Wikipedia: White Bread ( http://en.wikipedia.org/wiki/White_Bread)
    white flour is often bleached using potassium bromate or chlorine dioxide gas to remove any slight yellow color and make its baking properties more predictable. Bleaching gives white flour a far longer shelf life.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: