Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Kultwit @gm_gm tentang Feodalisme

Sent: 5 Des 2010

1.Feodalisme, dlm artinya yg asli, itu struktur masyarakat Eropa yg lama.#fd

2. Di Eropa dulu, di atas sana ada raja. Di ibukota kerajaan. Di dearah-daerah, ada kaum feodal: vazal2 raja yg menguasai tanah. #fd

3. Para feodal ini jadi tuan dari penduduk, umumnya petani, yg praktis jadi hamba sahaya. Hubungan antara raja dan rakyat ini tak langsung.

4. Dgn demikian, raja sebenarnya bertumpu pada kaum feodal ini dan hrs mewaspadai kesetiaan mereka. Agak genting kekuasannya, sebenarnya.

5. Raja Louis XIV, (menyebut diri Raja Surya), punya cara mengontrol mereka: mengharuskan mereka lebih sering di ibukota, di Versailles.

6. Di bawah Louix XIV, sebenarnya feodalisme di Prancis runtuh. Sebab raja amat berkuasa, tak lagi hrs menenggang para feodal.#fd

7. Sebab itulah Louis XIV menyatakan, “l’etat c’est moi”. Negara berarti aku. #fd

8. Dari situ tampak, feodalisme Eropa spt di Abad Tengah itu lahir dari kekuasaan pusat yg lemah.#fd

9. Sebab awalnya, spt di Inggris, adalah penguasa yg kewalahan menguasai wilayah dan menghadapi pembangkangan. #fd

10. Raja William, misalnya. memberi wewenang kpd para bangsawannya utk menguasai satu wilayah (fief), dan meminta mereka bersetia . #fd

11. Yg terjad adalah sebuah masyarakat yg dikuasai dgn kekerasan, dgn hierarki yg jelas, dari raja sampai dgn rakyat jelata. @fd

12. Tapi pengertian “feodalisme” diperkenalkan kemudian. Terutama sejak Montesquieu menulis “De L’Esprit des Lois” th 1784.#fd

13. Makin lama makin beragam perumusan atas arti “feodalisme”, hingga sejak 1974 ada sejarawan2 yg bilang istilah itu lebih baik dibuang.#fd

14. Di Indonesia, istilah “feodalisme” mungkin sekali masuk lewat Marxisme yg besar pengaruhnya dlm sejarah pemikiran politik kita.#fd

15. Dlm tulisan Aidit (Masyarakat Indonesia & Revolusi Indonesia) mis. disebut masyarakat kita “semi-feodal” dan “semi-kolonial”.#fd

16. Tulisan itu mirip banget dgn tulisan Mao Zhedong ttg Cina. Tapi sebenarnya, Marx tak kenal betul masyarakat2 bukan Eropa.#fd

17. Bagi Marx, feodalisme tumbuh dari penguasaan atas tanah yg dapat ditanami. Ia berakhir dgn masuknya klas burjuis. #fd

18. Kaum burjuasi menguasai alat produksi yg bukan tanah: pabrik, bengkel, toko, dsb. Mereka berpusat di kota2.#fd

19. Krn itu mereka bebas baik dari kuasa feodal maupun raja. Bahkan mereka mampu memberi pinjaman kpd raja2 utk beaya perang.#fd

20. Menghadapi klas baru inilah kaum feodal terhapus. Kemajuan ekonomi dan industri melaju.#fd

21. Kaum kapitalis mengubah sejarah dgn dahsyat, spt digambarkan Marx & Engels dlm “Manifesto Komunis”.#fd

22. Perkembangan itulah yg tak terjadi di Asia. Marx melihat Asia berbeda. Di sini yg berlaku adalah “modus produksi Asiatik” #fd

23. Di Asia, kata Marx, faktor iklim dan teritorial menyebabkan irigasi dan kontrol atas sumber2 air penting. Sentralisasi terjadi.#fd

24. Marx namai sistem sosial politik Asia ini “despotisme Timur”. Wittfogel melanjutkan tesis ini dgn menyebutnya “masyarakat hidraulik”.#fd

25. Menurut Wittfogel, dlm despotisme ini raja mutlak. Tak ada kelas yg setara kaum feodal Eropa. #fd

26. Jadi apa yg dimaksud “feodal” di sini mungkin punya konotasi (bukan definisi) tersendiri. #fd

27. Raja besar Aceh, Makassar, Jawa dan Bali praktis berkuasa mutlak, dlm arti tak cukup kekuatan di masyarakat yg mengancamnya.#fd

28. Kelas aristokrasi (bangsawan) tak begitu kuat. Kekayaan mereka terdiri terutama dr jumlah rakyat yg dikendalikannya.#fd

29. Dan tak ada kelas pedagang dan industri yg tampak di bawah, mis. Iskandar Muda dan Amangkurat I.#fd

30. Tapi hierarki sosial dan juga penindasan atas lapisan jelata berlangsung di bawah dan di luar istana. #fd

31. Protokol, penggunaan bahasa, sampai pemaksaan fisik merupakan alat kontrol yg efektif dari para bangsawan.#fd

32. Rakyat jelata di Jawa biasanya diproteksi kaum ulama. Konflik antara kaum ulama dan aristokrasi terjadi.#fd

33. Pembrontakan petani Banten yg dicatat Sartono Kartodirdjo adalah contohnya. #fd

34. Dlm memoir A. Djajadiningrat dikisahkan kekerasan dan kebencian yg timbul antara kaum ulama vs kaum menak Banten.#fd

35. Mungkin itu juga yg di balik pembantaian ratusan ulama oleh Amangkurat I di abad ke-17. #fd

36. Kata “feodal” berkonotasi buruk karena konflik2 panjang itu. Ekplosi terakhir terjadi di tahun 1940an di Sumatra Utara dan Pantura.#fd

37. Di Sum-Ut, kaum bangsawan dari kesultanan Deli dihajar “Revolusi Sosial”. Penyair Amir Hamzah, anak bangsawan, ikut dibantai.#fd.

38. Di Pantura “Revolusi Sosial” meletus di tiga daerah, dipimpin tokoh rakyat, Kutil. @1Srengenge pernah menulis panjang ttg itu.#fd

39. Dlm revolusi sosial itu, yg dimusuhi biasanya kaum priyayi yg jadi pamong praja. Kaum kiri melihat ini sbg keharusan revolusi.#fd

40. Tapi apa yg lazim disebut perilaku “feodal” tak mudah punah. Ini bukan khas Indonesia. #fd

41. Bukankah setelah Revolusi Prancis, Napoleon, anak Revolusi itu, mengangkat diri jadi Maharaja dan lapisan aristokrat baru lahir?#fd

42. Ketika Bung Karno jadi Pemimpin Besar Revolusi, gejala kembalinya “aristokrasi” tampak: gelar, pada bendera kuning kepresidenan. #fd

43. Di bawah Suharto, hierarki militer membuat protokol dan jarak antara atasan dan bawahan jadi jauh. Perilaku ini menyebar..#fd

44. Itulah yg dikritik Habie sbg feodal: kesadaran hierarki yg berlebihan. Sekian. Tugas sudah saya selesaikan. Terima kasih. #fd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: