Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Osteoporosis Bukan Lagi Silent Disease

Selama bertahun-tahun telah diyakini bahwa osteoporosis atau keropos tulang adalah penyakit tanpa gejala. Tidak seperti kulit kita yang dapat terlihat kondisinya, atau jantung kita yang dapat didengar denyutnya, sangat sulit menentukan apakah kita memiliki tulang yang sehat.

Posisinya yang berada di lapisan dalam tubuh membuat tulang hanya dapat diperiksa dengan satu cara: pemeriksaan massa tulang. Tapi, berapa banyak dari kita yang pernah memeriksakan kepadatan tulang? Biasanya, setelah terjadi patah tulang, barulah kita menyadari bahwa kondisi tulang kita tak lagi sekuat dulu.

Wanita rentan mengalami osteoporosis, terutama setelah menopause, akibat berkurangnya kadar hormon estrogen. Demikian pula, wanita hamil yang tidak cukup mengasup kalsium, karena pertumbuhan bayi di dalam kandungan akan mengambil simpanan kalsium dari tubuh ibu. Karena banyaknya faktor yang memengaruhi kepadatan tulang, sangat penting bagi kita untuk mewaspadai kondisi massa tulang kita jauh sebelum kita menderita kerugian akibatnya.

Dr. Susan E. Brown, PhD menyatakan bahwa beberapa tanda dan gejala dapat menjadi indikator awal untuk terjadinya hilangnya massa tulang. Untuk Anda yang ingin tetap aktif dan sehat hingga usia senja nanti, bukanlah hal yang sulit untuk mulai memeriksa kondisi tulang dengan mengamati hal-hal sebagai berikut:

  • Penurunan gusi. Kondisi ini sering terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah menurunya kepadatan tulang. Gigi kita tertanam di dalam tulang rahang, dan jika tulang tersebut kehilangan kepadatannya, gusi akan menyusut. Dalam penelitian terhadap wanita, berkurangnya kepadatan tulang rahang juga dikaitkan dengan rendahnya kepadatan mineral di area tulang belakang. Foto panoramik yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi dapat memberikan informasi mengenai kepadatan tulang Anda.
  • Berkurangnya kekuatan tangan untuk menggenggam. Sejalan dengan pertambahan usia, satu hal yang paling penting untuk mencegah terjadinya patah tulang adalah menghindari terjatuh. Untuk itulah keseimbangan yang baik, kekuatan otot secara keseluruhan, dan kekuatan genggaman adalah faktor yang penting. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini terhadap wanita menopause, ditemukan bahwa kekuatan genggaman adalah faktor pemeriksaan fisik yang terpenting sehubungan dengan kepadatan mineral tulang secara keseluruhan. Untungnya, meningkatkan kekuatan genggaman tangan dan otot tubuh adalah hal yang dapat kita kendalikan berapa pun usia kita.
  • Kuku yang lemah dan rapuh. Dr. Brown mengamati bahwa setelah mengikuti program kesehatan tulang, para wanita menunjukkan kuku yang tumbuh lebih kuat dan lebih sehat. Sejak lama kalangan medis menyetujui bahwa kuku merupakan salah satu petunjuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, perlu dipertimbangkan juga beberapa hal yang dapat mengurangi kekuatan kuku, misalnya: pekerjaan Anda melibatkan terlalu banyak aktivitas di air atau bahan kimia. Demikian pula jika Anda rajin berkebun. Hal-hal inilah yang perlu dipertimbangkan jika ingin melihat kesehatan tulang melalui kuku.
  • Kram, nyeri otot, dan nyeri tulang. Tampaknya kita sudah menerima bahwa menderita berbagai nyeri adalah bagian dari pertambahan usia. Tetapi, rupanya gejala ini juga merupakan pertanda bahwa tulang-tulang kita membutuhkan bantuan. Nyeri otot dan tulang seringkali diabaikan, padahal-menurut para ahli-keduanya merupakan tanda bahwa tubuh kita kekurangan vitamin D sebagai zat pembangun tulang yang penting. Sering mengalami kram juga merupakan gejala yang membutuhkan perhatian kita. Meskipun terdapat sejumlah mekanisme yang menyebabkan kram pada kaki, namun kram yang terjadi pada malam hari merupakan tanda bahwa kadar kalsium, magnesium, dan/atau potasium Anda sangat rendah saat Anda tidak makan. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya kehilangan massa tulang dalam jumlah besar. Di Center for Better Boones, Dr. Brown menyarankan agar wanita yang mengalami kram pada kaki di malam hari untuk mengonsumsi suplemen kalsium dan magnesium menjelang tidur.
  • Tubuh memendek. Hal ini kerap terjadi sejalan dengan pertambahan usia dan banyak faktor yang menyebabkannya, termasuk postur tubuh yang buruk dan fraktur pada tulang punggung. Postur tubuh yang buruk bukan pertanda langsung bahwa kita kehilangan massa tulang, namun mengindikasikan lemahnya otot-otot di sekitar tulang belakang. Karena otot dan tulang kita bekerja sebagai satu kesatuan dan umumnya memperoleh atau kehilangan kekuatannya secara bersamaan, maka berkurangnya kekuatan otot berhubungan dengan berkurangnya massa tulang. Fraktur pada tulang belakang juga menyebabkan tubuh memendek. Diperkirakan sekitar dua per tiga fraktur tulang belakang terjadi tanpa kita sadari, dan karenanya tidak diperiksakan ke dokter. Tulang adalah bagian tubuh yang keras dan berfungsi sebagai pelindung organ yang lebih lunak. Jadi, tulang tidak mungkin mudah patah jika massanya tidak berkurang.
  • Menurunnya kebugaran. Osteoporosis dikaitkan dengan penurunan pada sejumlah faktor kebugaran fisik yang dapat diukur melalui kapasitas aerobik, kekuatan otot, dan keseimbangan. Jika kebugaran tubuh secara keseluruhan mengalami penurunan, hal ini juga berarti bahwa massa otot pun mengalami penurunan.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: