Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Memahami Grafik Pertumbuhan Anak

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan grafik pertumbuhan anak. Sejak lahir, setiap bayi sudah memiliki buku catatan sendiri, yang umumnya mencakup jadwal imunisasi dan pencatatan berat badan anak selama lima tahun pertama kehidupannya. Misalnya, yang terdapat pada Kartu Menuju Sehat (KMS).

Sayangnya, data yang dicatatkan biasanya hanya seputar pertambahan berat badan anak saja. Panjang tubuh dan lingkar kepala anak belum memiliki pencatatan serupa, meski keduanya tak kalah penting. Tampaknya, hal ini membuat para orangtua cenderung lebih memperhatikan berat badan anak ketimbang perbandingan antara berat badan dan tinggi tubuh anak. Padahal, dalam penghitungan indeks massa tubuh orang dewasa sekalipun, perbandingan berat dengan tinggi badan sangat menentukan untuk mengetahui apakah orang yang bersangkutan tergolong kurus, sedang, atau gemuk dibandingkan orang lain.

Marilah kita mulai memperhatikan grafik pertumbuhan (www.cdc.gov/growthcharts) yang mencakup berat dan tinggi badan anak. Biasanya dibedakan antara grafik pertumbuhan anak laki-laki dengan anak perempuan. Beberapa rumah sakit sudah mencantumkan grafik ini buku catatan perkembangan anak yang diberikan pada bayi baru lahir. Dalam grafik ini, Anda dapat melihat sekaligus posisi berat dan tinggi badan anak, sekaligus melihat persentilnya. Persentil adalah kurva berpola yang menggambarkan perbandingan berat dan tinggi badan anak dengan ukuran rata-rata.

Cara membacanya seperti ini: katakan saja anak Anda berusia 36 bulan, dengan berat badan 16,5 kg dan tinggi badan 92 cm. Ini berarti anak Anda berada di persentil ke-90 untuk berat badan (yang berarti berat badannya lebih tinggi daripada rata-rata anak) dan di persentil ke-10 untuk tinggi badan (yang berarti tinggi badannya lebih rendah daripada rata-rata anak). Kesimpulannya, anak Anda mengalami kelebihan berat badan.

Sebaliknya, jika di usia 36 bulan anak Anda memiliki berat badan 12,5 kg dan tinggi badan 98 cm, berarti ia berada di persentil ke-10 untuk berat badan (yang berarti berat badannya lebih rendah daripada rata-rata anak) dan di persentil ke-75 untuk tinggi badan (yang berarti tinggi badannya lebih tinggi daripada rata-rata anak). Data ini menyimpulkan bahwa berat badan anak Anda kurang.

Tidak paham dengan grafik ini? Jangan khawatir. Anda tidak sendirian. Sebuah survei melalui internet pada 1000 orangtua menyatakan bahwa 79% orangtua merasa memahami grafik tersebut. Sayangnya, dari seluruh responden, ternyata 77% menginterpretasikan kombinasi data berat dan tinggi badan anak secara keliru.

Para peneliti menekankan pentingnya edukasi oleh para dokter anak kepada orangtua pasien, untuk menghindari kesalahan membaca grafik yang menyebabkan meningkatnya jumlah anak penderita obesitas. Menurut Alan Rosenbloom, MD, dokter anak di New York, grafik pertumbuhan dan grafik indeks massa tubuh merupakan alat yang paling baik untuk memerangi obesitas pada anak. Tetapi hanya dengan pemahaman yang baiklah orangtua dapat memanfaatkan data yang tersedia.

Karena itu, sebagai orangtua tampaknya kita perlu berinisiatif untuk meminta informasi lebih lanjut dari dokter anak kita. Merupakan hak kita sebagai orangtua untuk mendapatkan penjelasan yang sedetail mungkin tentang tumbuh kembang anak kita, bukan?

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: