Amanda Setiorini

Amanda.my.id

10 Penghambat Aktivitas Seksual

Sejumlah penelitian telah mengakui bahwa kehidupan seksual yang baik akan berdampak positif pada kesehatan Anda. Menurut para ahli, kehidupan seksual yang memuaskan dapat memenuhi keintiman fisik dan mental yang dibutuhkan setiap orang, juga merupakan cara untuk mempertahankan kedekatan dengan pasangan. Demikian, salah satunya, menurut Anita Clayton, MD, profesor psikiatri di Universitas Virginia.

Masalahnya, mendapatkan kehidupan seksual yang demikian tampaknya sulit didapatkan oleh wanita modern. Anda juga merasakannya? Pasalnya wanita sekarang kurang memiliki waktu untuk aktivitas seksual dibandingkan dengan para wanita di tahun 1950-an. Di Amerika sendiri diperkirakan sekitar 40 juta orang mengalami kurang dari 10 kali hubungan seksual dalam setahun! Bayangkan, setahun!

Ternyata, kurangnya waktu bukan satu-satunya penyebab. Masih ada serangkaian hambatan yang mungkin bisa mengganggu kehidupan seksual Anda. Simak berikut ini:

Ranjang Anda Tak Lagi Seksi

Kata orangtua zaman dahulu, tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan seksual. Hanya itu. Tapi, dewasa ini kita kerap membawa ‘pihak ketiga’ ke tempat tidur: laptop, blackberry, ponsel… Kalaupun tidak, kita memasang televisi di kamar, atau membawa koran sebelum tidur. Meskipun teknologi ini bermanfaat bagi manusia, namun yang jelas dapat mengalihkan pikiran dari tempat tidur, sehingga menyebabkan sulit tidur dan turunnya minat dalam urusan seksual. Bagaimana Anda akan memulai hubungan intim kalau sibuk menjelajahi internet dan bukannya tubuh pasangan?

Clayton menyarankan untuk menjadikan kamar tidur Anda sebagai daerah ‘bebas teknologi’. Bukannya tidak boleh membawa barang-barang tersebut ke kamar. Tapi pastikan tidak digunakan saat waktunya istirahat. Atau, jadwalkan saja pada hari-hari apa berbagai perangkat itu dapat masuk ke kamar tidur, sementara pada hari-hari lainnya, fokuskan pada pasangan dan kehidupan seksual Anda.

Obat-obatan Mencuri Hasrat Anda

Obat-obatan kontrasepsi awalnya ditujukan agar pasangan suami-istri dapat menikmati akvitas seksual dan terbebas dari kekhawatiran akan terjadinya kehamilan yang tak direncanakan. Namun, obat kontrasepsi umumnya mengandung estrogen, yang meningkatkan produksi sejenis protein yang disebut sex-hormone binding globulin (SHBG). Menurut Michael Krychman, MD, direktur di bagian pengobatan seksual Rumah Sakit Hoag di Newport Beach, California, SHBG dapat menghambat testosteron, yang mempengaruhi dorongan seksual Anda. Obat-obatan lain yang memiliki potensi menghabat dorongan seksual adalah penurun tekanan darah, obat antikecemasan dan refluks asam, dan antidepresan.

Konsultasikan pada dokter apakah mungkin obat-obatan yang diberikan akan memengaruhi kehidupan seksual Anda. Atau, Anda dapat memilih cara kontrasepsi yang tidak memengaruhi hormon, misalnya kondom atau IUD.

Anda si Super Sibuk

Hidup wanita masa kini yang super sibuk, mulai dari bekerja, merawat keluarga, hingga aktivitas sosial, membuat tubuhnya menanggung banyak tekanan. Hal ini kemudian menyebabkan perubahan hormon yang mengacaukan sistem respons seksual tubuh. Belum lagi ‘gangguan’ teknologi seperti telah disebutkan di bagian sebelumnya. Manusia modern kerap merasa tak bisa hidup tanpa dukungan teknologi.

Jika kehidupan seks yang spontan terasa jauh dari jangkauan Anda, para ahli menganjurkan untuk membuat ‘manajemen hidup’ yang serius sebagai solusinya. Batasi semua kesibukan-termasuk ketergantungan Anda dengan teknologi-dan berikan waktu untuk diri sendiri. Linda De Villers, PhD, seorang konsultan seks di Los Angeles, mengusulkan transisi yang menyenangkan saat Anda memasuki waktu untuk diri sendiri. Berendam air hangat hanyalah salah satu contoh. Usul lainnya adalah menambahkan minyak aroma terapi dalam bak mandi atau menyalakannya di kamar tidur. Minyak esensial ylang-ylang diketahui bermanfaat untuk membangkitkan sexual feelings.

Anda Membenci Tubuh Sendiri

Menurut Clayton, secara emosional wanita membawa gambaran tentang tubuh yang seksi dari media massa ke dalam kehidupannya. Karena itu, pertambahan berat badan dan perubahan tubuh pascamelahirkan dapat membuat seorang wanita tidak merasa cantik. Intinya, wanita merasa harus memiliki kondisi tubuh tertentu untuk memiliki kehidupan seksual yang baik. Dalam survei di health.com baru-baru ini, 37% responden menyatakan bahwa penurunan berat badan membuat mereka merasa seksi.

Menurut De Villers, wanita berbakat mencari keburukan tubuhnya sendiri padahal orang lain justru menganggap bagian tersebut sangat menarik. Karena itu, tak ada salahnya bertanya pada pasangan bagian tubuh mana yang paling ia sukai. Anda tahu, pujian dari pasangan dapat membantu Anda merasa lebih positif. Siapa tahu bagian yang paling Anda anggap tidak menarik ternyata adalah bagian paling seksi menurut pasangan.

Anda Perimenopause?

Menjelang menopause terjadi perubahan hormon (khususnya penurunan kadar estrogen) yang menyebabkan perubahan fisiologis. Perubahan inilah yang membuat aktivitas seksual bagaikan lari maraton dengan kerikil di dalam sepatu. Jaringan vagina yang sensitif menjadi kurang lubrikasi, membuat kondisi kering yang menyakitkan saat berhubungan seksual. Akibat nyeri ini, Anda pun memilih untuk tidak melakukannya. Serangan panas (hot flashes) juga tidak membuat Anda merasa nyaman. Semua jadi serba salah.

Salah satu solusinya adalah terapi sulih hormon. Tanyakan pada dokter Anda segala kemungkinannya. Bagi beberapa wanita yang tidak disarankan untuk melakukan sulih hormon, dewasa ini telah ditemukan krim estrogen dan supositoria yang menghilangkan kekeringan vagina tanpa risiko seperti sulih hormon.

Pasangan Anda Merasa Enggan

Karena dilakukan oleh dua orang, maka hubungan seksual yang sehat dan menyenangkan seharusnya melibatkan hasrat dari keduanya. Jika salah satu berhasrat namun pasangannya enggan, tidak mungkin mendapat kepuasaan yang diidam-idamkan. Menurut Bob Berkowitz, PhD, salah satu penulis buku of He’s Just Not Up for It Anymore: Why Men Stop Having Sex, and What You Can Do About It, “Biasanya masalah seksual suami-istri berawal dari luar kamar tidur, terutama jika pasangan Anda merasa kesulitan untuk menyampaikan perasaannya dengan tepat.”

Sangat dapat dipahami jika Anda merasa kecewa dengan penolakan tersebut. Tapi jangan langsung mengobarkan ‘perang’ apalagi dengan menuduhnya berselingkuh. Jika kehidupan seksual seorang pria bermasalah, bisa jadi ia merasa gagal karena umumnya pria banyak mencurahkan dirinya untuk urusan seksualitas. Cobalah berbicara dengannya. Siapa tahu ia hanya ingin agar Andalah yang lebih berinisiatif.

Anda Depresi

Inilah masalah sebagian besar wanita dalam urusan seksual, karena depresi cenderung membuat wanita mengisolasikan diri dari lingkungannya. Hal ini dapat memengaruhi bahkan hubungan suami-istri yang paling kokoh sekalipun. Obat antidepresan mungkin dapat membantu, tetapi dapat juga menyebabkan Anda sulit mengalami orgasme.

Menurut Clayton, alih-alih obat antidepresan, Anda mungkin dapat mencoba psikoterapi. Cara ini terbukti efektif, terutama untuk depresi ringan hingga sedang. Olahraga juga dapat membantu karena aktivitas ini meningkatkan mood dan energi dengan melepas hormon serotonin. Selain itu, olahraga juga melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke daerah intim.

Pasangan Anda Memakai Viagra

Hal ini bukan hanya dilakukan oleh para pria paruh baya, tetapi juga pria muda yang memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan ereksi. Namun, hasilnya bisa jadi sebaliknya. Anda dan pasangan terputus secara fisik dan mental: sementara pasangan sudah ‘siap tempur’, Anda masih perlu waktu untuk merasa terhubung dan terstimulasi. Cobalah membicarakan pemakaian obat ini dalam kondisi yang lebih tenang, bukan sebelum atau setelah Anda melakukan hubungan seksual.

Anda Lebih Suka Masturbasi

Bagi beberapa wanita, mungkin lebih sederhana menstimulasi diri sendiri daripada berusaha bekerja sama dengan pria untuk mencapai orgasme. Namun, terlalu mengandalkan masturbasi dibandingkan dengan keintiman bersama pasangan tentu bukanlah hal yang sehat. Para ahli menyarankan untuk berkonsultasi kepada psikolog jika Anda mengalami masalah ini. Mungkin saja selama ini Anda belum sempat memberi tahu pasangan bagaimana Anda ingin diperlakukan, bukan?

Anda Sakit dan Lelah

Bagi wanita yang mengalami masalah endokrin, seperti tiroid yang tidak terdiagnosis, umumnya melaporkan adanya kelelahan, depresi, turunnya hasrat seksual, dan masalah kesuburan. Wanita yang mengalami penyakit kronis, seperti fibromialgia, anemia, diabetes, atau rheumatoid arthritis bisa jadi juga tidak berminat dalam urusan seksual akibat kelelahan dan rasa sakit.

Umumnya setelah penyakit ini terdeteksi dan mendapat penanganan yang tepat, gejala-gejala seperti tersebut di atas dapat sangat berkurang. Namun, jika Anda menderita penyakit kronis, hubungan seksual dengan penetrasi langsung mungkin tidak dapat Anda lakukan. Sebagai gantinya, para ahli menyarankan Anda dan pasangan mencari cara lain untuk mendapatkan kepuasan sensual dan seksual.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: