Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Pola Makan Sehat Dimulai dari Rumah!

Dewasa ini rasanya semakin sering saja orangtua yang berkeluh kesah bahwa anaknya lebih suka jajan daripada mengonsumsi makanan rumah, atau lebih suka makan burger ketimbang sayur-sayuran. Pola makan yang kurang sehat itu kini menyebabkan semakin banyaknya anak yang mengonsumsi kalori kosong sehingga menjadi gemuk tetapi kesehatan dan kebugarannya tidak optimal. Seperti yang telah banyak diketahui, kondisi ini cenderung mengarah ke berbagai penyakit serius, misalnya diabetes, di masa depan.

Jangan dulu menyalahkan mereka. Sebagai orangtua, mungkin kita kurang memiliki waktu untuk menyiapkan makanan yang sehat sehingga mereka lebih suka makan di luar. Atau, memang kita belum mendidik mereka tentang pola makan sehat karena menganggap makan adalah proses alami yang akan begitu saja dikuasai oleh anak-anak.

Sebenarnya, tidak terlalu sulit mengajarkan anak untuk menikmati makanan sehat. Seperti semua hal besar lainnya, menciptakan pola makan sehat dalam keluarga dimulai dari hal-hal sederhana berikut ini:

  1. Jangan menyogok anak untuk makan sayuran. Mengizinkan anak menonton televisi atau makan camilan jika ia mau makan sayur merupakan sogokan yang berdampak sangat pendek. Anda tidak sadar, kan, bahwa hal tersebut hanya akan menimbulkan ketidaksukaan anak terhadap sayuran? Jadi, yang penting Anda lakukan adalah memberi contoh untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, termasuk menyediakan jenis yang beraneka ragam di rumah, tanpa memaksa mereka untuk memakannya.
  2. Jangan memajang aneka kue di lemari. Meskipun bertujuan untuk suguhan para tamu, camilan seperti kue, permen, atau cokelat yang ditempatkan dalam stoples menarik akan membuatnya semakin menggoda untuk anak. Bukannya kita tidak boleh memiliki camilan di rumah, tetapi yang terpenting adalah tidak membuatnya menarik untuk anak-anak.
  3. Jangan membatasi anak untuk mengonsumsi hanya ‘makanan anak-anak’. Meskipun ketika kecil memang makanan anak-anak harus dibedakan dari makanan dewasa, namun sekitar usia 15 bulan, sebaiknya ia pun mulai mengenal makanan orang dewasa. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan makan bersama anggota keluarga yang lain. Pada saat makan, tawari anak untuk mencoba makanan lain. Meskipun saat ini tergolong sulit untuk makan bersama, para ahli menyarankan agar setidaknya satu kali dalam sehari setiap keluarga duduk bersama untuk makan.
  4. Jangan menyerah! Sudah lima kali menawarkan brokoli untuk anak Anda dan dia tetap saja menolak? Jangan khawatir. Sejumlah ahli menyatakan bahwa orangtua perlu mencoba menawarkan satu jenis makanan hingga 15 atau 18 kali sebelum akhirnya anak mau mencoba! Terdengar mengerikan? Bersabarlah. Orangtua sebaiknya tidak memaksakan anak untuk mencoba apalagi menyukai makanan tersebut. Atau, buatlah peraturan ‘menjilat’. Artinya, anak setidaknya harus sudah menjilat makanan tersebut sebelum memutuskan untuk tidak menyukainya.
  5. Jangan berasumsi bahwa anak-anak tidak suka mengonsumsi makanan sehat atau jenis makanan yang berbeda. Buang jauh-jauh pemikiran tersebut dan siapkan makanan sehat di rumah-dan jauhkan segala camilan menarik itu-dan makanlah bersama-sama.
  6. Jangan memaksa anak makan dalam porsi besar, apalagi jika makanan tersebut baru dikenalnya dan ia pun belum dapat menikmatinya. Buat porsi kecil yang menarik sehingga tidak kalah pamor dengan aneka makanan manis yang mengandung kalori kosong tersebut.
  7. Batasi konsumsi camilan, makanan manis, minuman bersoda, dan permen dalam keluarga Anda. Cara ini akan mengarahkan anak untuk mencari makanan yang lebih sehat di rumah. Jangan lupa, batasi uang jajan dan lamanya waktu anak menonton televisi. Berbagai iklan makanan anak bisa menjadi dorongan yang luar biasa bagi anak-anak yang belum terbiasa mengonsumsi makanan sehat. Sebaliknya, jika sudah terbiasa mengonsumsi makanan sehat, anak umumnya kurang tertarik dengan iklan camilan di televisi.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: