Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Nasib Tenaga Kerja Indonesia

Mungkin Anda sudah bosan mendengar kisah penyiksaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Entah itu di Malaysia, Singapura, dan yang baru-baru ini terjadi, di Arab Saudi. Seorang tenaga kerja wanita asal Dompu, Nusa Tenggara Barat bernama Sumiati binti Salan Mustopa, dianiaya majikannya di Arab Saudi. Sumiati mengalami luka serius di kedua kaki, sekujur tubuh, dan wajah. Bahkan sejumlah media melaporkan bahwa wanita tersebut digunting mulutnya (bibir bagian atas). Indonesia mengirim Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar dan tim untuk mengusutnya. Sayang, tim tersebut belum mendapatkan visa dari pemerintah Arab Saudi.

Ironis, memang, bahwa orang-orang yang memasok devisa negara sedemikian besar ternyata tidak mendapat perlindungan yang layak dari pemerintah. Bahkan usulan pemberian ponsel untuk setiap tenaga kerja yang dikirim ke luar pun rasanya tidak menyelesaikan masalah. Ini adalah perkara pengiriman tenaga kerja yang kurang terdidik sehingga hal yang paling penting adalah memberi informasi bagaimana menjaga dan melindungi diri sendiri di negeri orang.

Pemberian informasi ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali diri kita. Informasi berikut ini mungkin dapat kita manfaatkan untuk mengedukasi orang-orang yang membutuhkan pekerjaan sebagai buruh migran.

Para tenaga kerja ini umumnya berangkat dari alasan yang serupa, yaitu keinginan untuk meningkatkan perekonomian keluarga agar kehidupan mereka menjadi lebih baik. Kadang, dalam ketergesaan untuk segera mendaftar, atau karena kurangnya informasi, mereka tidak cukup menimbang kelebihan dan kekurangan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang mereka datangi.

Dalam memilih PJTKI, buruhmigran.org menyarankan untuk memperhatikan beberapa kondisi termasuk ketersediaan Balai Latihan Kerja dan modul pelatihan, fasilitas kesehatan, serta kontrak kerja yang jelas dan terbuka untuk diskusi. PJTKI yang baik juga tidak memalsukan dokumen atau menyembunyikan identitas diri calon tenaga kerja, tidak terlalu besar menarik uang untuk alasan administrasi, atau memotong gaji terlalu besar sebagai ganti biaya pemberangkatan. PJTKI juga berkewajiban memberi gambaran pekerjaan yang ditawarkan dan dapat menggambarkan dengan sistematis negara tujuan para tenaga kerja, serta bersedia memberikan informasi secara berkala kepada keluarga calon tenaga kerja.

Para tenaga kerja sangat perlu memahami kondisi negara yang akan mereka datangi, termasuk kondisi sosiologis dan demografisnya. Misalnya, perlu mengetahui bagaimana kebudayaan masyarakat setempat, termasuk bagaimana para pria di sana memosisikan para wanita. Beberapa negara mengharuskan para wanita memakai penutup atau melarang wanita bepergian sendirian. Yang terpenting, para tenaga kerja perlu mengetahui kantor-kantor perwakilan Indonesia di negara tersebut, terutama di kota tempat mereka akan bekerja, disertai pengetahuan tentang prosedur yang jelas untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran.

Di atas segalanya, para tenaga kerja perlu mengetahui hak-hak dan kewajibannya sebagai pekerja di tempat tersebut. Mereka perlu memiliki pengetahuan bagaimana menempatkan batas aman dan nyaman dalam bekerja. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, bagaimana berharap akan meraih untung?

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: