Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Obat-obatan dapat Meningkatkan Gairah Seks?

Sebenarnya, ini adalah sepenggal cerita yang menarik bagi Anda yang sering kali mengandalkan obat-obatan untuk berbagai gangguan, termasuk menurunnya dorongan seksual. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine ini dilakukan terhadap lima puluh wanita berusia antara 35-55 tahun. Seluruh wanita ini telah mengalami perimenopause (kondisi menjelang menopause, biasanya terjadi selama beberapa tahun sebelum menopause yang sesungguhnya) dan telah didiagnosa mengalami gangguan seksual berupa menurunnya dorongan seks.

Awalnya, para wanita ini mendapatkan ‘perawatan psikologis’. Mereka diminta mengubah kebiasaan dengan mencoba melakukan hubungan seksual setidaknya tiga kali dalam satu bulan. Selain itu, mereka juga diminta mengisi kuesioner yang cukup detail mengenai kehidupan seksual mereka.

Dengan mengisi kuesioner ini para peneliti membuat kelima puluh respondennya melihat ke dalam dirinya sendiri dan mempertanyakan apa yang sebenarnya mereka rasakan terhadap seksualitas. Pemahaman yang lebih baik terhadap diri sendirilah yang dianggap penting untuk menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Setelah empat minggu, para peneliti memberi tadafil dalam bentuk pil. Ternyata, beberapa minggu kemudian para peneliti dari Maylor College of Medicine dan Universitas Texas ini menemukan bahwa para wanita merasa kehidupan seksual mereka lebih menyenangkan setelah mengonsumsi pil yang mereka pikir adalah obat untuk meningkatkan gairan seksual. Uniknya, kelima puluh wanita ini tidak memberikan respons yang serupa saat mendapat perawatan psikologis. Benarkah ini karena pengaruh obat?

Sebenarnya tidak demikian. Tadafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria, yang berarti tidak banyak pula manfaatnya jika dikonsumsi oleh wanita. Lagipula, pil yang diberikan bukan tadafil yang sesungguhnya, melainkan pil plasebo. Plasebo adalah kapsul gula yang biasanya digunakan untuk meringankan gejala depresi atau sakit punggung.

Jadi, permasalahan tampaknya berada pada pola pikir seseorang. Kita selalu yakin bahwa setelah mendapatkan obat, kondisi kita-baik psikologis maupun fisik-akan membaik. Dalam benak para wanita yang mendapatkan pil plasebo ini, kondisi mereka akan menjadi lebih baik setelah mengonsumsi obat untuk gangguan seksual. Dengan demikian, secara psikologis mereka menjadi termotivasi dengan timbulnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual secara lebih rutin. Keyakinan untuk menjadi lebih baik inilah yang menghasilkan kekuatan dari dalam tubuh kita untuk menyembuhkan diri sendiri.

Tampaknya, kita masih belum menganggap serius urusan perawatan psikologis. Hal ini mungkin karena kita tidak menyadari secara langsung dampaknya. Pada penelitian di atas, hasil perawatan psikologis selama empat minggu memang tidak terlihat. Tetapi, mengingat pil plasebo sebenarnya tidak berdampak apa pun pada para wanita, tentu kunci sebenarnya adalah pada perawatan psikologis yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan kata lain, kehidupan seksual mereka membaik setelah empat minggu mengubah kebiasaan dalam aktivitas seksual dan semakin memahami apa sebenarnya yang mereka inginkan dalam aktivitas tersebut (berdasarkan pengamatan diri yang dicatat melalui jawaban kuesioner).

Jadi, jika Anda menginginkan kehidupan seksual yang lebih baik, jangan dulu lari ke obat-obatan. Cobalah menemukan apa yang benar-benar dapat menyenangkan Anda dalam aktivitas seksual. Selamat mengeksplorasi!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: