Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Waspada Iklan Makanan Siap Saji

Penelitian mengenai hal ini dilakukan oleh sebuah tim peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Yale, yang menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mendapatkan data dari 12 restoran cepat saji paling populer di Amerika. Mereka meneliti komposisi menu, iklan eksternal, pemasaran di dalam gerai, dan perilaku konsumen. Hasilnya menyatakan bahwa iklan makanan cepat saji untuk anak usia 2 hingga 18 tahun semakin meningkat.

Dibandingkan tahun 2007, tahun 2009 lalu jumlah anak prasekolah yang melihat iklan Subway bertambah 56%, iklan McDonalds bertambah 21%, dan iklan Burger King 9%. Hasilnya, 40% orangtua menyatakan bahwa anak-anak mereka meminta diajak ke McDonald setidaknya sekali seminggu dan 15% orangtua dengan anak prasekolah menyatakan bahwa setiap hari anak mereka meminta makan di restoran cepat saji.

Ini bukan saja perkara iklan yang dipasang dalam bentuk baliho di jalan-jalan utama kota, tetapi juga pemasaran digital dan pemasaran di dalam gerai. Anda mungkin sudah tidak terlalu sering lagi melihat iklan menu cepat saji untuk anak-anak, baik di majalah maupun jalan. Tetapi, anak mana yang dapat menolak gimmick mainan sebagai hadiah saat memesan menu tertentu di dalam gerai? Belum lagi display-nya yang menarik serta kata-kata ajaib ‘berseri’ yang membuat anak-anak ingin memiliki tak hanya satu, tetapi semua mainan yang disediakan. Jangan abaikan pula iklan yang menumpang dalam saluran televisi atau website untuk anak-anak.

Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji sudah menjadi rutinitas banyak keluarga. “Bukan lagi untuk acara khusus, tetapi telah berurat akar dalam budaya kita, dan ini memprihatinkan,”ujar Kelly Brownell, salah satu peneliti. Kalau dihitung, berapa kali Anda mengajak anak-anak pergi ke restoran cepat saji dalam seminggu? Bisa jadi jawabannya adalah lebih dari dua kali. Bandingkan dengan saat Anda masih kanak-kanak dulu. Berapa kali Anda diajak pergi ke restoran cepat saji?

Kita dibesarkan oleh generasi yang tidak mengenal restoran cepat saji. Karena itu, bisa dihitung dengan sebelah tangan, berapa kali kita diajak ke restoran tersebut (di samping karena jumlahnya yang belum terlalu banyak). Biasanya, orangtua kita mengajak ke restoran cepat saji sebagai bentuk perayaan atau acara khusus, misalnya setelah kenaikan kelas atau ulang tahun.

Sekarang, sebagai orangtua yang mengenal restoran cepat saji sejak kecil, kita mulai terbiasa dengan keberadaan restoran tersebut. Sehingga kita cenderung lebih sering mengajak anak-anak ke sana. Ulang tahun, sekadar makan di luar, atau ketika sedang malas memasak, semua membawa kita mengonsumsi makanan cepat saji.

Selain jumlahnya yang kian menjamur, kita pun dihujani berbagai iklan dan promosi makanan cepat saji sehingga kita kurang berhati-hati melihat kekurangan makanan ini. Porsinya yang besar sudah dianggap biasa, bahkan wajar untuk anak-anak. Kandungan gizinya pun seolah tidak perlu kita pertanyakan lagi. Dalam survei di dalam gerai, para peneliti mendapati anak praremaja membeli seporsi makanan yang mengandung 800-1000 kalori. Itu saja sudah melebihi jumlah asupan kalori yang direkomendasikan. Apalagi, 30%-nya terdiri dari lemak jenuh dan gula.

Apa yang dapat kita lakukan? Sebagai orangtua, kitalah kunci agar anak-anak selalu mengonsumsi makanan sehat secara teratur. Meskipun iklan makanan siap saji kini begitu menarik dan banyak, bagaimana pun pola makan anak dimulai dari rumah, oleh orangtua.

Kitalah yang membiasakan anak mengonsumsi makanan lengkap, bukan hanya sekadar karbohidrat. Percayalah bahwa serbuan makanan cepat saji hanya akan berpengaruh pada anak-anak yang memiliki pola makan buruk. Jadi, mengajak anak-anak ke restoran cepat saji boleh-boleh saja. Asalkan tidak menjadi kebiasaan.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: