Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Anorgasmia: ketika Pria tak Mampu Orgasme

Ketidakmampuan mencapai orgasme biasanya lebih banyak ditemukan pada wanita. Hingga dekade lalu, masih banyak wanita yang telah menikah bertahun-tahun namun ternyata belum pernah sekalipun mengalami orgasme. Sebagian akibat masalah psikologis dan fisik, misalnya kelelahan dan penyakit. Namun, ada pula sebagian wanita yang mengalaminya karena hambatan teknis, misalnya posisi yang kurang tepat sehingga tidak mengalami stimulasi secara maksimal.

Karena dianggap tabu, banyak masalah seksualitas yang tidak terungkap. Siapa menduga bahwa ternyata pria juga mengalami kesulitan orgasme. Kondisi ini disebut sebagai anorgasmia, atau dikenal juga dengan istilah gangguan orgasmik, disfungsi orgasmik, atau terhambatnya orgasme. Bagi sebagian pria, kondisi ini tidak layak dipublikasikan karena akan memengaruhi gambaran idealnya.

Hingga kini, masih sulit menyatakan berapa banyak pria yang mengalami anorgasmia. Hal ini lebih disebabkan karena sulitnya mendefinisikan kualitas anorgasmia pada pria. Bagi beberapa orang, gangguan ini muncul dengan tidak tercapainya orgasme saat melakukan hubungan seksual. Sementara, dalam kebanyakan kasus tersebut, mereka mengalami orgasme setelah melalui rangsangan seksual yang intensif dan panjang tanpa melakukan hubungan intim. Nah, bukankah ini akan memicu timbulnya masalah dengan pasangannya?

Para ahli menyatakan bahwa sekitar 90% kasus anorgasmia berhubungan dengan masalah psikologis. Survei menunjukkan bahwa kecemasan merupakan masalah psikologis utama yang menimbulkan anorgasmia, meskipun kecemasan ini tidak selalu berhubungan dengan kemampuan pria dalam urusan seksual. Misalnya, rasa cemas karena ada anggota keluarga yang sakit.

Masalah psikologis lain, seperti stres di tempat kerja, juga sering dilaporkan sebagai penyebab anorgasmia. Tetapi, biasanya gangguan ini mudah diidentifikasi oleh pria yang bersangkutan sebagai penyebab gangguan orgasmik. Pada kebanyakan kasus, masalah ini dapat selesai dengan sendirinya dalam jangka waktu yang singkat.

Masalah lain bisa saja berakar dari perkembangan sikap yang negatif terhadap seksualitas. Ini biasanya berawal sangat jauh, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pengalaman yang berkaitan dengan penganiayaan seksual-baik pada masa kanak-kanak ataupun dewasa-erat kaitannya dengan kondisi anorgasmia ini. Demikian pula faktor-faktor lain, seperti hubungan perkawinan yang kurang harmonis, dapat meningkatkan risiko terjadinya anorgasmia.

Selain faktor psikologis, anorgasmia juga dapat terjadi akibat pengaruh obat-obatan, termasuk alkohol, yang diketahui memiliki dampak negatif terhadap respons orgasmik. Penyakit kronis pun dapat berdampak pada banyak aspek kehidupan, termasuk seksualitas. Di antaranya termasuk cedera tulang belakang, multiple sclerosis, kondisi hormon, dan diabetes.

Dengan bertambahnya usia, pria pun mengalami penurunan pada berbagai fungsi fisiologisnya. Tampaknya beberapa pria merasa tidak terpengaruh-atau menolak untuk terpengaruh-dengan kondisi ini. Meskipun bagi sebagian lainnya, penurunan fungsi fisiologis ini dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan ini-yang akhirnya-dapat menjadi gangguan psikologis penyebab anorgasmia.

Jika telah menjadi gangguan, jangan segan untuk melakukan pemeriksaan. Secara umum akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengurangi kemungkinan bahwa anorgasmia disebabkan oleh faktor-faktor organik. Selanjutnya, Anda mungkin dianjurkan untuk mengikuti terapi yang dipandu oleh konselor seks. Intinya adalah memberikan pendidikan mengenai aktivitas seksual dan masalah-masalah yang mungkin timbul atau dirasakan oleh Anda dan pasangan.

Jangan heran jika salah satunya adalah pelatihan komunikasi, karena komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam sebuah hubungan. Anda dan pasangan akan diminta untuk belajar melakukan interaksi yang menyenangkan dan nyaman tanpa harus menunjukan performa seksual. Di akhir terapi diharapkan Anda dan pasangan akan menemukan sudut pandang baru mengenai aktivitas seksual dan tidak lagi melakukannya sebagai rutinitas belaka.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: