Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Media Sosial Memang Untuk Wanita

Beberapa waktu lalu Anda mungkin pernah melihat potongan video seorang anak perempuan membacakan puisi tentang ibunya dan Facebook, sebuah situs jejaring sosial di Internet. Dalam puisi itu si anak menceritakan bagaimana ibunya selalu disibukkan dengan jejaring sosial asal Amerika tersebut, hingga terkesan sedikit mengabaikan hal-hal lainnya. Benarkah wanita memang banyak memanfaatkan media sosial?

Margarita Quihuis, seorang peneliti di laboratorium teknologi persuasif Universitas Stanford memandang media sosial sebagai alat untuk memuluskan terjadinya hubungan antar orang. Menurut Margarita, sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan keterhubungan dengan orang lain. Itu sebabnya kita membentuk banyak komunitas, termasuk di lingkungan sosial maupun profesional.

Khusus bagi wanita, tampaknya hal ini menjadi lebih signifikan, karena relationship menduduki peringkat yang cukup tinggi dalam nilai-nilai kehidupannya. Itu sebabnya kita punya kelompok arisan, pengajian, maupun geng sekolah yang rajin berkumpul, bukan? Selain aktivitas inti seperti reuni atau pengajian, tentu kita juga menikmati dampak sampingnya, yaitu bersosialisasi.

Keberadaan media sosial tampaknya memperlancar dorongan sosialisasi kita, para wanita. Saat sedang sebal dengan sesuatu, misalnya, kita akan langsung update status di Facebook atau Twitter. Dampaknya dapat dilihat dalam beberapa menit kemudian. Teman-teman kita, terutama yang berkepentingan dengan kita atau status yang kita tuliskan di sana, langsung memberi komentar. Entah berbentuk dukungan, sekadar pernyataan, atau mungkin bertanya, “Ada apa, sih?” Berbagi minat itulah yang membuat kita betah berlama-lama berkoneksi di media sosial.

Sebenarnya, berhubungan dengan orang lain di media sosial tidak terlalu berbeda dengan kebiasaan kita selama ini: mengobrol dengan tetangga di halaman belakang, atau acara minum kopi serta makan-makan dengan para sahabat di mal. Bedanya, media sosial memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang yang secara geografis tidak berada di dekat kita. Bahkan, kita bisa berteman dengan orang-orang yang berbeda budaya. Jarak dan waktu yang memisahkan kita dengan teman-teman semakin tidak menjadi kendala. Ini berarti interaksi kita menjadi lebih cepat dan lebih baik.

Dampak teknologi untuk sosialisasi yang semakin datar ini memungkinkan wanita untuk mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang berada di luar jangkauan. Mereka juga dapat menunjukkan kemampuan dan jati diri mereka lewat berbagai cara, seperti melalui blog. Para produsen pun mulai menarik minat para wanita melalui media sosial ini. Unilever, misalnya, menggunakan media sosial untuk meluncurkan salah satu produk mereka di Cina. Caranya dengan mengikutsertakan para blogger untuk mencoba dan menilai produk tersebut. Meskipun ini merupakan strategi yang berisiko tinggi, tetapi promosi dari mulut-ke-mulut melalui blog para wanita ini sangat besar pengaruhnya.

Media sosial juga meningkatkan keterlibatan kita terhadap sesuatu hal, dengan cara membangun norma sosial yang baru. Margarita memberi contoh tentang keterlibatan begitu banyak orang yang merespons bencana di Haiti beberapa waktu lalu. “Ketika orang melihat teman-teman mereka memberikan sumbangan untuk korban Haiti, ia akan terdorong untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya. Anda pasti punya pengalaman yang sama dengan kegiatan amal untuk korban bencana alam di Indonesia baru-baru ini. Melalui media sosial inilah kita tahu ke mana harus mengirimkan sumbangan dan apa saja yang dibutuhkan oleh para pengungsi di daerah bencana.

Kini, kemudahan bertambah dengan media sosial yang dapat diakses melalui ponsel atau smartphone. Wanita menduduk 47% dari pengguna mobile web di seluruh dunia. Bahkan antara tahun 2008-2009, pertambahan pemakai wanita mencapai 43%. Bandingkan dengan pemakai pria yang hanya meningkat sebanyak 26%. Dengan demikian, mengakses sosial media tak perlu lagi harus menunggu kesempatan membuka laptop dan berkoneksi internet. Di mana pun, sekarang wanita bisa langsung eksis!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: