Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Ide Permainan untuk Bayi Anda

Memiliki bayi tidak berarti Anda perlu pos ekstra untuk membeli aneka permainan. Selain harga, bisa jadi permainan tersebut tidak lama dipergunakan oleh bayi Anda, karena ia akan bertumbuh dengan sangat cepat dan banyak perubahan yang akan terjadi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mencoba membuat permainan sendiri. Bayi Anda tidak akan peduli dengan perbedaannya. Berikut adalah beberapa ide permainan untuk si kecil:

Baby gym

Biasanya berupa alas yang empuk untuk menidurkan bayi, lalu di atasnya diberi mainan untuk dapat ditendang dan dipukul oleh bayi. Karena membuat bayi melakukan ‘olah tubuh’ permainan ini disebut baby gym.

Untuk membuat baby gym, Anda dapat menggantungkan beberapa benda di atas boks bayi, dengan ketinggian yang memungkinkannya untuk menendang atau meraih. Benda-benda yang dapat digantungkan misalnya: kaus kaki bersih yang diisi potongan-potongan kertas sehingga lembut saat ditendah dan menimbulkan suara menarik, beberapa sendok dan cetakan kue plastik yang akan menimbulkan suara bila bersentuhan, bola-bola dari wol rajut (pompom ball) yang ringan dan mudah bergerak saat disentuh, dan kerincingan bayi.

Jika bayi sudah bosan dengan salah satu benda di atas, Anda dapat menggantinya dengan benda lain atau benda yang sama dengan warna yang berbeda. Ini pun akan menarik perhatian bayi. Yang penting, Anda perlu memastikan keamanannya agar tidak mungkin ditarik hingga lepas.

Concertina

Ini adalah karton yang dilipat zigzag. Setiap bagiannya ditempeli berbagai gambar menarik atau Anda dapat mengambil gambar dari iklan di majalah. Jika concertina ditarik merentang, bayi dapat melihat berbagai gambar sekaligus.

Concertina cocok untuk bayi sejak dilahirkan, karena dapat direkatkan pada sisi dalam boks bayi. Rutinlah mengganti gambarnya agar bayi Anda mendapat stimulus yang baru. Anda dapat mulai dengan gambar yang sederhana-misalnya wajah kucing, sehelai daun, atau bunga-lalu berlanjut ke gambar yang lebih kompleks, misalnya gambar pemandangan. Sesuaikanlah dengan usia bayi.

Mari bicara

Setiap bayi dilahirkan dengan kapasitas untuk mempelajari semua suara dasar pada bahasa-bahasa di dunia. Namun, kemampuan ini akan menghilang saat usianya setahun dan ia mulai fokus pada bahasa yang banyak digunakan di sekitarnya. Jika orang-orang di sekitarnya menggunakan bahasa yang berbeda, para ahli menyarankan agar setiap orang menggunakan satu bahasa saja kepada bayi. Misalnya, ibu berbahasa Indonesia, ayah berbahasa Inggris, sementara nenek berbahasa Jawa.

Karena itu, meskipun tampaknya aneh berbicara dengan orang yang tidak akan berbicara pada Anda, ajaklah bayi Anda mengobrol. Cobalah mendeskripsikan kegiatan sehari-hari, seperti, “Sekarang waktunya mandi.” Anda tidak perlu menyederhanakan kata-kata, yang penting adalah pengucapannya secara jelas. Biarkan bayi melihat atau menyentuh mulut Anda saat bicara. Jangan lupa melakukan kontak mata dengannya. Jika bayi Anda sudah bisa babbling (mengoceh dalam bahasa bayi), Anda perlu meresponnya untuk membuatnya semakin bersemangat mengeluarkan suara.

Musik dan Suara

Ada beragam mainan yang dapat mengeluarkan bunyi dan musik, tapi Anda dapat membuatnya sendiri menggunakan benda-benda di sekitar. Gunakan panci, kaleng, atau ember sebagai drum yang dipukul dengan sendok. Selain suaranya menyenangkan, cara ini membantu bayi belajar tentang sebab dan akibat: ketika dipukul, benda ini akan bersuara.

Masukkan biji-bijian atau pasta kering dalam tabung karton atau plastik. Pastikan agar ujungnya tertutup rapat sehingga isinya tidak dapat lolos. Gerakkan tabung tersebut untuk mendapatkan bunyi yang menarik. Cobalah membuat beberapa tabung yang isinya berbeda, baik jenis maupun jumlahnya, sehingga menghasilkan suara yang berbeda. Selain biji dan pasta, Anda juga dapat mencoba pasir dan beras sebagai isi.

Pada usia sekitar 9 bulan, bayi sudah dapat bertepuk tangan. Variasi lainnya, ajarkan ia memegang 2 mangkuk plastik dan menepukkannya untuk membuat suara. Setelah mahir ia akan menepukkan mangkuk yang ia temui!

Dudukkan bayi di pangkuan Anda dan gerakkan kaki Anda mengikuti irama musik. Bayi akan segera meniru. Atau, jika ia sudah dapat duduk sendiri, ajaklah ia menggerakkan tubuh atau membunyikan kerincingan saat mendengar musik.

Bermain cermin

Posisikan bayi menghadap cermin dan katakan, “Lihat! Ada Abi (atau siapa pun namanya)?” Gerakkan bayi ke samping sambil berkata, “Ke mana perginya?” Cara lain adalah memosisikan bayi menghadap ke belakang, bersandar pada bahu Anda. Dengan demikian ia dapat melihat wajahnya lebih dekat. Sering kali bayi mengagumi wajah kecil yang sedang menatapnya di cermin.

Atau, berdirilah di depan cermin, lalu tunjuk mulut Anda sambil berkata, “Ini mulut Ibu.” Tunjuk mulut bayi, lalu katakan dengan jelas, “Ini mulut Fariel.” Lalu tanyakan, “Mana mulut Fariel?” Gerakkan jarinya menuju mulut. Ulangi dengan menunjuk bagian tubuh yang lain sambil mengucapkan namanya dengan jelas. Ini adalah pelajaran awal untuk bayi mengenal tubuhnya.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: