Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Kultwit @gm_gm tentang Retorika

Sent: 10 November 2010

1. Yg patut dipuji dari Obama: pidato di depan umum dgn retorika yg bagus. Saya coba ber-“teori” kenapa di sini itu kini tak ada. #ret

2. Belum lama ini saya ketemu Erwin Parengkuan. Dia punya banyak pengalaman melihat kurangnya mutu “public speeaking” di sini. #ret

3. Seperti dikatakan @ulil, di antara para pemimpin Indonesia, hanya Bung Karno yg menonjol dlm soal ini. #ret

4. Bahkan dlm tulisan2-nya di tahun 1930-an, Bung Karno punya gaya menulis yg melibatkan emosi dan menggugah. #ret

5. Retorika berkembang atau tidak di masyarakat, terkait dgn suasana dan sistem politik dan tatanan sosial masyarakatnya. #ret

6. Ketika di tahun 1950-an politik bebas, dan banyak pula rapat umum di lapangan terbuka, retorika jadi penting utk berkomunikasi. #ret

7. Di masa “Demokrasi Terpimpin”, kepemimpinan terpusat hanya pada Bung Karno. Retorika praktis monopoli Pemimpin Besar Revolusi.#ret

8. Di masa Suharto, retorika mati. Bukan saja Suharto tak pandai pidato, tapi ini sistem politik yg otoriter birokratik.#ret

9. Dlm sistem politik itu, yg penting: instruksi dari atas. Pemimpin tak perlu mengajak & meyakinkan rakyat. Cukup dgn perintah.#ret

10. Instruksi tak perlu retorika. Cukup dgn sanksi. Apalagi disertai dgn kekuatan senjata dan teror. . #ret

11. Tak ada pemilu bebas. Menjadi wakil rakyat ditentukan dari atas. Gubernur dan bupati tak dipilih langsung. Tak perlu pidato. #ret

12. Di televisi, yg ada hanya siaran dan ucapan pemerintah. Khususnya menteri penerangan, Harmoko. Rakyat bosan? Tak peduli. #ret

13. Pidato umumnya datar, tak perlu ada “kepribadian”, sebab kepribadian berarti menonjolkan diri, dan itu tak sesuai dgn birokrasi. #ret

14. Apalagi di sekolah2 umum, tak ada pelajaran retorika. Bhs Indonesia diajarkan sbg hafalan, tatabahasa, dan bacaan yg terbatas. #ret

15. Pelajaran bhs Indonesia tak dikaitkan dgn kemampuan menyampaikan pidato, akting teater, atau debat. Bahkan juga komposisi. #ret

16. Ini berbeda dgn pelajaran bahasa di AS dan di negeri lain. Maka tak mengherankan, Obama pandai berpidato. #ret

17. Bahkan seorang Mike Tyson bisa bicara lebih urut kalau diwawancara TV, ketimbang seorang pejabat Indonesia. #ret

18. Apalagi dlm bicara di depan umum. Pejabat bisa bicara panjang sekali, kering, tak ada yg jenaka, dan kadang2 kacau. #ret

19. “Birokratisasi” bahasa tulis dan lisan ini bahkan menjalar ke dunia universitas. Termasuk dlm acara penting, misalnya hari wisuda. #ret

20. Di AS, di hari wisuda, universitas menghadirkan penceramah dari nama terkenal yg isi pidato + gayanya memberi inspirasi.#ret

21. Di Indonesia? Beberapa tahun y.l. saya hadir di hari wisuda UI. Rektor pidato. Isi + gayanya seperti laporan direktur rumah sakit. #ret

22. Sejak demokrasi politik pulih, sejak Reformasi, seharusnya Indonesia mulai menampilkan pemimpin dgn retorika yg asyik dan bermutu.#ret

23. Tapi kelaziman “Orde Baru” yg otoriter-birokratis terus. Dari semua presiden sejak Reformasi, hanya Gus Dur yg paling ulung. #ret

24. PIdato yg bagus: ada yg cerdas-jenaka (“witty”), ada yg informatif, menggugah dan membuat orang berpikir lebih jauh. #ret

25. Gus Dur memang sering kali terlalu banyak lelucon, yg kadang diulang-ulang. Tapi tentu jauh lebih baik ketimbang Megawati…#ret

26. SBY punya enersi + suara yg bagus. Juga serius. Tapi kaku, formal, tak tampak spontan. Ada yg retoris di sana-sini, tapi kurang “witty”.

27. Untuk jadi “witty”, diperlukan sikap kreatif, jenaka tapi tak jadi badut, kemampuan memilih kata dan panjang kalimat yg kena. #ret

28. Juga perlu kemampuan menggunakan apa yg disebut “punch line”: kalimat yg menohok, yg layak dikutip karena isi dan kejutannya.#ret

29. Kapan kiranya Indonesia punya pidato yg layak disimpan dlm kenangan dari pemimpinnya? #ret

30. Kalau pendidikan bahasa diperbaiki, demokrasi + kebebasan ekspresi berkembang, dan TV tak diisi talk-show yg itu-itu saja. #ret

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: