Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Tips Memilih Kolam Renang

Mengajak anak ke kolam renang mungkin bukan hal yang sulit bagi sebagian besar orangtua. Umumnya anak-anak memang jarang menolak kegiatan berenang, meskipun itu berarti hanya bermain-main di kolam anak. Namun, sebagian anak membutuhkan adaptasi lebih saat berada di kolam renang. Termasuk di antaranya adalah anak-anak yang takut air, cenderung gugup saat menghadapi keramaian, atau mudah panik. Kita tidak dapat memaksakan mereka seperti layaknya anak-anak yang tidak memiliki ketakutan tersebut. Solusinya, orangtua perlu memilihkan kolam renang yang sesuai dengan kebutuhan anaknya.

Kolam renang anak

Sebagian orang menyebutnya kolam belajar, karena kolam ini bentuknya lebih kecil dan dangkal, sehingga lebih mudah pengawasannya dan meminimalkan risiko tenggelam. Umumnya, suhu air di kolam ini lebih hangat daripada kolam utama. Udara dan air yang hangat di kolam ini akan membuat anak merasa nyaman dan santai. Jika tidak tersedia informasinya, Anda dapat menanyakan kepada petugas. Suasana di kolam renang anak inipun lebih santai dan menarik. Beberapa menyediakan permainan seperti papan luncur. Dan, tentu saja, pendamping anak dapat ikut masuk ke kolam ini.

Bagi anak yang mudah gugup di keramaian, orangtua perlu memastikan waktu di mana kolam tersebut tidak terlalu penuh. Hal ini penting terutama di awal perkenalan anak dengan kolam renang. Dengan demikian anak tidak perlu harus menghadapi dua masalah sekaligus: kolam renang dan keramaian. Setelah ia merasa nyaman dengan kegiatan renangnya, orangtua dapat mengajaknya berenang di waktu yang agak ramai.

Kedalaman kolam

Kedalaman kolam renang anak biasanya sekitar 0,5 meter, sehingga anak dapat masuk dan keluar kolam dengan mudah. Umumnya di kolam ini anak akan lebih percaya diri karena mereka dapat berdiri tanpa bantuan pelampung. Tetapi, terlalu lama di kolam ini dapat membuat anak terbiasa menjejakkan kakiknya ke dasar kolam sehingga cepat gugup jika ia berada di kolam yang lebih dalam. Namun, seberapapun dangkalnya kolam renang anak, jangan tinggalkan pengawasan Anda. Anak dapat tenggelam bahkan di air yang sangat dangkal.

Untuk kolam renang anak, Anda juga perlu memperhatikan jalan keluar dan masuk ke kolam. Apakah bentuknya tangga? Ataukah landai dan lurus? Beberapa anak lebih suka berjalan sendiri masuk ke kolam daripada digendong. Jika demikian yang terjadi, orangtua perlu segera mengajarkan kepada mereka untuk memperhatikan keamanan saat masuk dan keluar kolam. Mintalah mereka memperhatikan tepi tangga yang runcing, atau berjalan tanpa terburu-buru di jalan masuk yang landai agar tidak tergelincir.

Di kolam renang utama, orangtua dapat memegangi anak dengan lebih nyaman dan melakukan kontak mata. Anak pun dapat lebih cepat belajar berenang karena sejak awal kakinya tidak menyentuh dasar kolam. Bagi anak yang lebih besar dan sudah cukup berani, ia dapat belajar melompat dari pinggir kolam dengan bantuan orang dewasa di kolam. Perlu diperhatikan bahwa pada saat Anda mengajak anak ke kolam renang utama, Anda pun harus siap mental dan tidak gugup, karena kondisi ini juga akan memengaruhi kesiapan anak Anda.

Fasilitas lain

Jika membawa anak yang masih kecil, Anda perlu memperhatikan apakah di ruang ganti tersedia matras atau meja ganti, tempat pembuangan popok kotor, matras lantai yang tidak licin, dan tempat main yang aman atau kursi khusus untuk anak ketika Anda harus berganti pakaian. Jangan lupa memeriksa tempat penyimpanan barang, terutama bila Anda akan membawa kereta dorong atau perlengkapan lainnya. Posisi toilet sebaiknya tidak jauh dari kolam renang, terutama jika anak Anda baru belajar buang air sendiri.

Tanyakan juga apakah kolam renang menyewakan handuk besar. Jika tidak, Anda perlu membawanya sendiri, termasuk handuk tambahan, karena anak kecil dapat cepat kehilangan panas tubuhnya. Dan, meskipun masih anak-anak, jangan lupa mengoleskan krim tabir surya saat ia akan berenang.

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: