Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Talkshow & Workshop Seru! “Kenali & Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini”

Pagi yang panas itu tak menyurutkan langkah para ayah dan bunda untuk menghadiri aktivitas Parent’s Club, kerjasama Conectique.com dan AnakCerdasCerebrofort.com, Sabtu 15 Mei 2010 di Prefere Playground, Jl. Kemang Raya no. 72, Jakarta.

Tema yang dibawakan kali ini adalah “Kenali dan Optimalkan Kecerdasan Anak Sejak Dini”, dengan menghadirkan para pembicara yang pakar di bidang otak. Apalagi yang paling menarik perhatian orangtua kalau bukan urusan mengembangkan kecerdasan buah hatinya? Acara semakin menarik karena orangtua bisa membawa buah hatinya bermain di area yang cukup luas dengan aneka permainan yang menantang.

Nah, bagi Anda yang tidak sempat ikutan serunya Talkshow & Workshop yang diadakan oleh Conectique.com dan AnakCerdasCerebrofort.com, beberapa waktu lalu ini, berikut liputannya untuk Anda!

Acara dimulai dengan sambutan dari Vitri Nemasari, Brain Manager Cerebrofort, PT Kalbe Farma Tbk, yang menyatakan kegembiraannya atas respons dan aktivitas orangtua di website AnakCerdasCerebrofort.com. Vitri mengharapkan akan semakin banyak orangtua yang bergabung di sana untuk mendapatkan aneka informasi tentang perkembangan buah hatinya.

Talkshow Time

Talkshow pertama tentang ‘Memahami & Mengenali Multiple Intelligence’ dibawakan oleh Ayu Shinta Sadewo, psikolog dari DPI Consulting. Menurut dosen psikologi di Universitas Atma Jaya tersebut, setiap orang dilahirkan dengan –bukan hanya satu, tapi- delapan kecerdasan sekaligus. Inilah yang disebut multiple inteligence. Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah: Kecerdasan musik, Kecerdasan visual/spasial, Kecerdasan kinestetik, Kecerdasan linguistik (berbahasa), Kecerdasan logika/matematis, Kecerdasan interpersonal, Kecerdasan intrapersonal dan Kecerdasan naturalis.

Ada tiga cara untuk mengetahui potensi kecerdasan anak. Cara paling mudah dan murah adalah dengan melakukan pengamatan. Misalnya, orangtua mengetahui bahwa buah hatinya sangat responsif terhadap musik, suka bernyanyi, dan cepat menghafal lagu. Cara kedua melalui pengisian kuesioner multiple inteligence yang dapat dicari melalui internet. Sementara cara ketiga melalui tes sidik jari. Penelitian menunjukkan bahwa sidik jari memiliki hubungan langsung dengan fungsi otak seseorang.

Pada sesi ini juga diselingi tanya-jawab. Beragam pertanyaan datang dari para peserta, diantaranya dari peserta bernama Prima, yang menanyakan apakah hasil tes sidik jari dapat berubah?. Ayu, yang juga menyediakan layanan tes sidik jari beserta konsultasinya, menjawab bahwa sidik jari tidak berubah sejak lahir, karena itu kecerdasan yang dimiliki anak sudah dapat diketahui sejak kecil. Hampir tidak terjadi perubahan yang signifikan jika dilakukan tes sidik jari ulang di kemudian hari. Usai tanya-jawab, Ayu Shinta memberikan bukunya yang berjudul ‘Mudahnya Mendidik Anak’ bagi 3 peserta dengan pertanyaan menarik.

Talkshow kedua tentang ‘Nutrisi Tepat untuk Optimalisasi Kecerdasan Anak’ dibawakan oleh Dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Executive PT Kalber Farma Tbk. Dalam talkshownya, Dr. Helmin mengatakan bahwa setiap anak mengalami proses tumbuh (yaitu bertambahnya ukuran fisik seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala) serta proses berkembang (yaitu meningkatnya kemampuan atau fungsi semua organ tubuh). Khusus untuk proses perkembangan, fungsi otak sangat berperan karena otak yang menangani semua fungsi tubuh, mengatur segala proses dalam tubuh, dan mengontrol semua aktivitas yang dilakukan.

Baik faktor internal maupun eksternal turut berperan memengaruhi tumbuh kembang anak. Yang dimaksud dengan faktor internal adalah genetika, yang tidak dapat dikontrol oleh orangtua. Sementara faktor eksternal adalah asah (stimulasi untuk mengasah otak anak dan perkembangan emosinya), asih (kasih sayang dari orangtua), dan asuh (nutrisi untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang tersebut). Faktor eksternal inilah yang membutuhkan peran besar orangtua di dalamnya.

Bicara soal nutrisi, orangtua perlu memberikan proporsi karbohidrat, protein, dan lemak sesuai piramida makanan. Di dalam sayuran dan buahlah terdapat vitamin. Sayangnya, dalam pola konsumsi orang Indonesia, porsi sayur dan buah sangat kecil (meskipun dalam piramida makanan seharusnya menempati porsi kedua terbesar setelah karbohidrat).

Meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi peranan vitamin sangat besar. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan ada kecenderungan anak untuk tidak menyukai sayur dan buah. Ditambah lagi dengan sifat vitamin yang tidak stabil, atau mudah rusak, sehingga proses pengolahan makanan seringkali menghilangkan kandungan vitamin dalam bahan-bahan makanan.

Inilah penyebab nutrisi bagi anak menjadi tidak lengkap dan tidak seimbang. Padahal, dewasa ini anak-anak menghadapi tuntutan yang tinggi, mulai dari banyaknya aktivitas, tingkat pelajaran yang tinggi, lingkungan yang kurang bersahabat, hingga organ dan sistem dalam tubuhnya yang belum sempurna. Semua ini membutuhkan asupan nutrisi dari luar. Karena itulah, menurut Dr. Helmin, Cerebrofort hadir sebagai suplemen nutrisi bagi anak.

Saat sesi tanya-jawab, salah satu peserta Farida menanyakan, apakah anak yang gemuk masih memerlukan vitamin? Menurut Dr. Helmin, vitamin bukan hanya untuk anak yang sulit makan. Tetapi tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan dan membantu perkembangan otak. Dengan demikian, anak yang sudah cukup beratnya mungkin tidak membutuhkan vitamin dengan tambahan zat untuk meningkatkan nafsu makan. Dan untuk 2 pertanyaan menarik, Dr. Helmin dan Vitri Nemasari memberikan hadiah berupa voucher.

Pada acara ini juga diumumkan pemenang Lomba Testimonial Tumbuh Tinggi dan Cerdas bersama Cerebrofort, salah satu aktivitas di website AnakCerdasCerebrofort.com. Di antara ketiga pemenang, dua orang berasal dari Jakarta dan ikut meramaikan talkshow hari ini. Mereka adalah Anggi Phrarasti dan Tita Sundari, yang masing-masing mendapatkan hadiah voucher sebesar Rp 500 ribu.

Workshop ‘Brain Gym’

Sesi ketiga merupakan workshop brain gym oleh Ithasari Aritungga, yang telah mengikuti berbagai pelatihan di antaranya Brain Gym 101 dan Hipnoterapi. Brain Gym adalah salah satu cabang Kinesiologi yang menggunakan serangkaian gerak sederhana dan menyenangkan untuk mengintegrasikan bagian-bagian otak manusia (merangsang, memberi imbangan, membuka hambatan), baik dari dimensi kiri-kanan, sentral, maupun fokus.

Menurut Itha, banyak orang tidak mengetahui bahwa kerja otak dapat bertumbuh maksimal hingga usia lanjut. Kerja otak ini dapat mengalami perubahan atau diubah menjadi lebih baik kalau saja memperoleh stimulasi terus menerus, baik secara fisik dan mental. Salah satu stimulasi lingkungan adalah move your brain through exercise. Dengan memaksimalkan kerja otak melalui gerakan-gerakan yang dibutuhkan, akan menstimulasi kontrol gerakan tubuh lainnya.

Brain Gym tidak dapat dilakukan sebagaimana gerak otot yang langsung dapat diamati. Ada cara-cara tertentu untuk membuat stimulus gerakan yang secara tidak langsung mempengaruhi potensi dan sumber daya otak. Dengan memaksimalkan kerja otak melalui gerakan-gerakan yang dibutuhkan, akan menstimulasi kontrol gerakan tubuh lainnya.

Brain Gym terdiri dari 26 gerakan yang masing-masing memiliki tujuan. Dengan sangat antusias, para ayah dan bunda pun mengikuti berbagai gerakan yang diperagakan Itha di atas panggung. Bahkan, seluruh peserta ikut melakukan senam bersama dengan iringan lagu jingle Cerebrofort.

Bagi-bagi hadiah

Setelah bersenam otak bersama Ithasari, tibalah saatnya penarikan doorprize. Tiga parsel dari Cerebrofort dan voucher kecantikan senilai Rp 500 ribu dari Conectique.com berpindah ke tangan Sri Murnihati, Elsita Mahdalia, Ferra Avrianty. Sementara 5 voucher diskon dari DPI fingerprint diberikan kepada Nike Dwi Virgianty, Risa, Shirley E Jonathans, Desi Triani, E. Farida.

Menjelang akhir acara, Cerebrofort juga masih membagikan hadiah dengan melemparkan kuis seputar Cerebrofort Gold dan Cerebrofort AA + DHA. Lima peserta yang berhasil menjawab –Lili, Rohima, Najmi, Leni, dan Yani- mendapat paket dari AnakCerdasCerebrofort.com dan Conectique.com.

Waktu semakin siang, acara pun ditutup dengan pengambilan goodie bag di meja registrasi. Sebagian peserta pulang dengan membawa bingkisan dari AnakCerdasCerebrofort.com dan Conectique.com. Namun, banyak pula orang tua yang tampak enggan beranjak dari lokasi. Mereka masih ingin menikmati weekend dengan menemani anak-anaknya bermain di area playground.

Sampai berjumpa di acara berikutnya!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: