Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Inilah Tempat ‘Bebas’ Laki-laki

Apa jadinya jika suatu tempat ‘dikuasai’ oleh perempuan? Dapatkah mereka ‘survive’ tanpa kontribusi dari para lelaki? Desa Umoja yang terletak di Kenya membuktikannya, walau sebenarnya awal desa ini terbentuk adalah karena para perempuan ini dibuang oleh suaminya karena diperkosa! Ironis kan?

Di tempat ini para perempuan mau tak mau mesti melindungi diri mereka sendiri. Dikepalai oleh seorang perempuan kuat bernama Rebecca Lolosoli, kini desa itu tak hanya menampung korban perkosaan, tapi juga anak perempuan yang lari dari keluarganya akibat menolak dinikahkan dengan pria-pria berumur. Menurut Rebecca, di Umoja, perempuan dapat mengatur hidup mereka sendiri dan tak seorang lelakipun boleh masuk ke dalamnya.

Tanpa perlu ribut-ribut, kelompok perempuan di Kenya ini membuktikan bahwa kaumnya bisa bangkit dari keterpurukan posisi di bawah kaum lelaki. Padahal, kebanyakan dari mereka tidak memiliki tingkat pendidikan yang memadai. Dalam hal tersebut, tampaknya kita masih lebih beruntung. Perempuan di Indonesia memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk membangun dirinya dan sesama.

Lima tahun lalu, jumlah penduduk desa Umoja sudah mencapai 36 jiwa. Mereka menjalankan usaha pembuatan suvenir untuk turis yang mengunjungi Taman Nasional Samburu. Kemajuan desa ini menjadi harapan banyak perempuan yang membutuhkan bantuan. Hasilnya, mereka dapat menyekolahkan anak-anaknya dan makan berkecukupan. Uniknya, Umajo bahkan mempekerjakan para pria untuk mencari kayu bakar, jenis pekerjaan yang pada umumnya adalah tugas para perempuan.

Perjuangan para perempuan ini tentu bukannya tanpa hambatan. Beberapa kali sempat para pria yang tersingkirkan dominasinya melakukan ancaman terhadap kelompok ini. Bahkan Rebecca juga pernah mendapat ancaman pembunuhan, tepat sebelum ia berangkat menuju konfrensi internasional tentang pemberdayaan perempuan, atas undangan PBB. “Kaum perempuan harus mendapatkan haknya. Jika kita tak bersuara, orang akan berpikir bahwa kita tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Hebatnya para perempuan Kenya ini!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: