Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Belajar Berenang dimulai dari Mandi!

Anda tak percaya bahwa awalnya memang sesederhana itu? Setelah sembilan bulan berada di lingkungan berair, sebagian besar pakar yakin bahwa bayi dilahirkan tanpa rasa takut terhadap air. Dengan demikian, disarankan agar orangtua segera mengenalkan bayinya terhadap kegiatan renang. Umumnya, usia 4-5 bulan sangat ideal untuk mulai pergi ke kolam renang.

Secara umum, semakin besar usia anak saat belajar berenang, mereka akan semakin mudah merasa khawatir. Namun, tidak ada gunanya pula kita memaksakan anak berenang sedini mungkin jika mereka sendiri belum merasa siap.

Untuk itu, pengenalan air pertama kali dimulai dengan aktivitas rutin di rumah: mandi! Tidak sulit, bukan? Kegiatan ini dibutuhkan untuk membuat bayi merasa senang dan percaya diri di dalam air.

Awalnya, beberapa bayi mungkin tidak suka wajahnya terpercik air, sementara yang lainnya bahkan membutuhkan perjuangan bahkan hanya untuk menyentuh air. Pastikan suhu air cukup hangat untuk bayi, lalu lakukan permainan berikut untuk membuat bayi kerasan di air:

Untuk bayi yang masih kecil, ayunkan tubuhnya di dalam bak mandi dengan satu tangan di bawah kepala dan tangan lainnya di bawah pantat.

Bayi usia 6 bulan dapat mengapung pada punggungnya, hanya ditahan oleh tangan Anda di bawah kepalanya.

Bermain dengan busa mandi, botol, dan gelas mainan dapat dilakukan setelah bayi dapat duduk. Masukkan busa, lalu peras sehingga airnya menetes kembali. Dalam kegiatan ini wajah bayi mungkin akan terpercik air. Jika tampaknya ia tidak bermasalah, Anda dapat melanjutkan permainan ini. Jika ia tidak menyukainya, hentikan dan cobalah di lain waktu.

Saat bayi semakin besar, bantulah ia untuk berani telentang dalam bak tanpa dipegangi, lalu menggerak-gerakkan kakinya. Dalam posisi ini sebaiknya air tidak sampai mengenangi setengah kepalanya.

Jika menggunakan bathtub, orangtua dapat lebih mudah menemani dan membiasakan anak bermain di air. Anda juga dapat membantunya mengapung dengan duduk di belakang bayi dan melingkarkan tangan di bahunya. Rapatkan tangan dan lengan bawah Anda untuk menahan kepalanya. Atau, luruskan kaki Anda di bathtub dan biarkan bayi telentang di pangkuan Anda agar ia dapat menendang-nendang.

Cara lain, masih dengan posisi yang sama, telungkupkan bayi sehingga wajahnya menghadap Anda. Pegangi ketiaknya dengan kedua tangan untuk menahan dagu dan wajahnya tetap di atas air. Perlahan, luncurkan bayi ke depan dan ke belakang. Setelah bayi dapat duduk, ia dapat bermain dengan mangkok, sendok, bebek karet, dan sebagainya.

Periode awal di kolam renang sebaiknya diisi dengan aktivitas bermain, bukan pelajaran berenang. Sering kali orangtua begitu bersemangat sehingga melupakan faktor kesenangan. Padahal, faktor inilah yang menentukan apakah anak Anda sudi berada lebih lama lagi di kolam renang atau tidak.

Permainan awal yang dapat Anda lakukan adalah menggendongnya, lalu Anda berdua turun hingga bahu Anda terendam air. Setelah itu kembali naik. Ulangi sampai anak Anda terbiasa dengan terpaan air.

Jika ia tampak gembira, pegang anak pada ketiak, lambungkan ke atas lalu turunkan perlahan dengan percikan lembut. Disarankan untuk melakukannya sambil bernyanyi, karena suara Andalah yang paling dapat menenangkannya..

Setelah keberaniannya bertambah, Anda dapat mulai mengajaknya berinteraksi dengan air. Cobalah mengucurkan air di belakang kepalanya. Jika ia semakin berani, cobalah mengucurkan sedikit air di bagian wajah. Selanjutnya, ajaklah ia meniup air dan membuat gelembung. Ini adalah tahap awal untuk mempelajari pernapasan yang benar saat berenang.

Bagi anak yang sudah dapat berjalan, Anda dapat memanfaatkan kolam renang anak. Jika tinggi anak sudah cukup untuk berdiri, Anda dapat mengajaknya menyeberangi kolam sambil menyeret kaki di dasar kolam. Atau, jika ia sudah cukup berani, ajaklah ia berlari atau melompat kanguru untuk menyeberangi kolam. Doronglah ia untuk meniup mainan kecil yang dapat mengapung untuk membiasakan wajahnya dekat dengan air.

Yang perlu menjadi perhatian Anda adalah apakah anak menyukai salah satu aktivitas atau tidak. Jika ia tidak suka, jangan dipaksakan. Anda benar-benar perlu menghentikannya saat itu juga dan mencoba di lain waktu. Sebaiknya tidak memaksakan kegiatan yang tidak disukai anak dan cobalah melakukannya dengan cara lain. Jika ia sudah semakin senang di air, Andalah yang akan kewalahan menerima ajakannya untuk pergi ke kolam renang.

Selamat bersenang-senang!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: