Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Antara Ramadhan, Seks dan Kontrasepsi

Ramadhan dan kontrasepsi sama-sama membatasi aktivitas seksual, meski dengan tujuan yang berbeda. Yang penting adalah bagaimana menyiasatinya.

Di penghujung puasa hari Sabtu, 20 September 2008, lalu lintas di seputar Kemang tengah padat-padatnya. Namun kendala ini tak menyurutkan langkah Conectiquers untuk datang ke Brewww Cafe, sebanyak 36 pasangan mengikuti acara ngobrol santai bareng pakar yang diadakan oleh Conectique.com. Apa sih yang menjadi topik obrolan kali ini?

Menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia tanggal 26 September mendatang, Conectique.com dan Bayer Schering Pharma Indonesia sebagai produsen obat dan alat kontrasepsi menyelenggarakan talkshow tentang Ramadhan, Seks dan Kontrasepsi. Di Indonesia, hari kontrasepsi ditandai dengan moto: Kontrasepsi sebagai pilihan. Mengapa? Bayangkan saja, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta mencatat 350 kelahiran di setiap bulannya. Di sisi lain, sebuah klinik di bilangan Jakarta Pusat mencatat 1000 kasus aborsi setiap bulan.

Merisaukan? Memang. Bukan hanya angkanya yang sedemikian besar. Tapi juga aborsi ini tak mengenal jenjang pendidikan. Tak jarang yang melakukan aborsi adalah perempuan yang menyandang gelar sarjana. Apa yang salah? Bincang-bincang kali ini ingin mengajak setiap perempuan untuk memiliki kehidupan seks yang menyenangkan namun tetap bertanggung jawab dengan memilih kontrasepsi yang paling tepat untuk dirinya. Berikut liputannya:

Makna Seks dalam Agama

Acara dibuka pukul 17.30, agar conectiquers yang masih terjebak kemacetan tidak terlalu banyak tertinggal acara. Pembicara pertama yang seharusnya hadir di antara conectiquers adalah Prof. Dr. Mubarok Ahmad, MA, seorang ustadz. Dikarenakan mendapat panggilan untuk berbuka bersama Presiden SBY di Cikeas, beliau urung hadir di Brewww Cafe, namun menitipkan resume bahan talkshow-nya untuk dibacakan kepada Conectiquers.

Dalam resume-nya, beliau menyatakan bahwa cinta dan kasih sayang adalah sifat Allah SWT. Oleh karenanya, hubungan seks harus dilandasi dengan kasih sayang. Jika tidak, meskipun dilakukan oleh pasangan suami-istri yang sah, maka hubungan tersebut tak berbeda dengan pemerkosaan. “Bagi orang yang didominasi oleh hati nuraninya, maka hubungan seks berarti menikmati anugerah Tuhan sekaligus ibadah. Sedangkan bagi orang yang didominasi oleh hawa nafsunya, maka hubungan seks berarti kepuasan mengeksploitasi orang lain, sehingga ia merasa puas jika bisa memperkosa atau merendahkan martabat pasangannya,” demikian penjelasan Ustadz Mubarok.

Oleh karena itu, meskipun di bulan puasa kesempatan untuk melakukan hubungan intim hanya dapat dilakukan antara beduk maghrib hingga subuh, tidak berarti Conectiquers boleh mengabaikan urusan ekspresi kasih sayang terhadap pasangan. Soalnya, tanpa jalinan kasih sayang yang tulus, apalah artinya hubungan intim antara suami-istri itu. Padahal, hubungan seks yang bermutu justru dapat mencairkan kebuntuan dalam hubungan suami-istri. Sayang, topik yang menarik ini tidak dapat dibahas lebih dalam dengan narasumbernya. Mudah-mudahan Conectiquers cukup puas mendengarkan paparan singkatnya.

Seks dan Kontrasepsi

Sesi kedua dibawakan oleh Dr. Frizar Irmansyah, SpOG (K), seorang dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Pertamina Pusat, yang juga aktif di berbagai organisasi. Presentasi dr. Frizar menggugah minat Conectiquers karena disampaikan dengan akrab menggunakan gambar-gambar yang menarik.

“Kontrasepsi adalah mekanisme yang bertujuan menghambat pembuahan ovum oleh sperma,” papar dr. Frizar. Ada berbagai macam metode kontrasepsi, karenanya Conectiquers perlu memilah dengan bijak. Pasalnya, salah satu yang menyebabkan turunnya hasrat seksual adalah pemakaian kontrasepsi. Jadi, jangan karena kontrasepsi, Conectiquers malah enggan berhubungan intim dengan pasangan.

Singkat kata, syarat kontrasepsi yang baik adalah: aman pemakaiannya dan dipercaya, tidak ada efek samping yang merugikan, lama kerjanya dapat diatur sesuai keinginan, tidak mengganggu hubungan seksual, tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaian, cara penggunaannya sederhana, harganya terjangkau dan dapat diterima oleh suami-istri.

“Kalau istrinya pelupa, jangan disarankan minum pil, nanti kelupaan malah jadi positif,” gurau dr. Frizar, “Demikian pula kalau dalam pemakaian IUD suami merasa terganggu dengan benangnya, bisa dipilih cara yang lain.” Intinya, pilihlah alat kontrasepsi yang nyaman untuk kedua belah pihak. Dengan demikian, pasangan dapat menikmati kehidupan seksual yang sehat dan menyenangkan tanpa khawatir akan terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki.

Meskipun tampaknya tak adil, perempuan lebih sering dianggap sebagai ‘obyek’ kontrasepsi karena hingga saat ini pilihan kontrasepsi untuk pria memang lebih terbatas. Soalnya, sperma pria dapat dikeluarkan hampir setiap saat. Sedangkan pada perempuan, ovum hanya dihasilkan sekali setiap bulan. Karenanya, perempuanlah yang memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan kontrasepsi. Jadi, conectiquers justru harus memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan pilihan yang terbaik.

Sayang, kesempatan dr. Frizar agak terbatas karena adzan maghrib segera berkumandang. Conectiquers segera menyantap kolak pisang dan hidangan berbuka puasa yang disediakan oleh Brewww Cafe. Acara pun dihentikan selama 20 menit untuk memberi kesempatan Conectiquers berbuka puasa dan menjalankan ibadah salat maghrib di tempat yang telah disediakan.

Manusia dan Perilaku Seksnya

Sesi ketiga yang dibawakan oleh Zoya Jusung Amirin, M.Psi, seorang psikolog dan dosen perilaku seksual Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, tampaknya merupakan sesi yang ditunggu-tunggu oleh Conectiquers. Apalagi kalau bukan untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang urusan seksual. Ditambah lagi, setelah berbuka puasa para pasangan tampaknya semakin antusias mengikuti jalannya acara dan mengajukan rentetan pertanyaan pada kedua pembicara.

Karena Zoya tidak membawakan presentasi, maka wanita cantik ini langsung dihujani pertanyaan oleh para Conectiquers. Misalnya ketika Zoya menyatakan bahwa mimpi seksual –atau yang sering disebut mimpi basah- merupakan perilaku seksual yang normal baik untuk pria maupun perempuan. Salah satu Conectiquers segera bertanya, “Kalau dalam mimpi tersebut aktivitas seksualnya dilakukan oleh orang yang jenis kelaminnya sama, apakah juga normal?” Ternyata menurut Zoya, pada orang yang paling heteroseksual sekalipun, tetap ada sedikit dorongan homoseksual. Jadi, kalau sesekali memimpikan sesama jenis, hal itu masih tergolong normal.

Conectiquers yang lain bertanya tentang segala persiapan menjelang pernikahan yang dirasa sangat ‘ribet’. Misalnya larangan makan buah nanas dan aturan tentang bibit-bobot-bebet. Menurut dr. Frizar, yang paling penting adalah pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Bahkan di jaman modern seperti sekarang ini masih banyak yang enggan melakukannya. “Bukan sekedar ingin ‘tancap gas’ lho,” ujar dr. Frizar, “Tapi juga banyak kekhawatiran, kalau memang ada gangguan kesehatan, apakah perkawinan tersebut akan tetap dilanjutkan.”

Zoya menambahkan, “Kalaupun ada masalah, sebaiknya diketahui sejak dini dan sama-sama dicari jalan keluarnya.” Memang, segala pencegahan itu maksudnya tentu untuk kebaikan kedua belah pihak, termasuk juga prinsip bibit-bobot-bebet tadi. Namun yang namanya cinta seringkali tak dapat ditolak. Jadi, dicari jalan tengah yang paling baik saja. Nah, siapkah kita yang akan menikah melakukan pemeriksaan pranikah? Pada sesi ini, Conectique.com memberikan bingkisan kepada keempat penanya pertama di akhir acara tanya jawab.

Games dan Doorprize

Belum lengkap rasanya acara buka puasa dan ngobrol santai kali ini tanpa games dan doorprize. Ada empat pertanyaan yang diajukan para pembicara untuk sesi games dan Conectiquers berebut mendapatkan kesempatan menjawab.

Salah satu pertanyaan yang menarik dari dr. Frizar, “Apa kegunaan dari kondom, selain untuk mencegah terjadinya kehamilan.” Seorang Conectiquers pria menjawab, “Membantu lubrikasi pada vagina.” Jawaban ini masih kurang tepat. Dr. Frizar memberikan kesempatan menjawab berikutnya kepada Conectiquer perempuan yang berada di tempat duduk belakang. Ia menjawab, “Untuk mencegah penularan penyakit seksual.” Dan, inilah jawaban yang paling tepat. Ternyata kegunaan kondom lebih dipahami oleh kaum perempuan yang merasakan manfaatnya ketimbang kaum pria yang memakainya.

Lalu tibalah giliran penarikan doorprize. Dr. Rosalina Sutandi, Marketing Manager Women Health Care Bayer Schering Pharma Indonesia menarik 2 nomor undian, sedangkan dr. Frizar dan Zoya Jusung masing-masing menarik 1 nomor. Conectiquers segera merogoh tas dan kantong masing-masing mencari nomor undian. Empat Conectiquers yang beruntung mendapat kenang-kenangan dari Conectique.com dan Bayer Schering Pharma Indonesia.

Acara ditutup dengan foto bersama Conectiquers dengan para pembicara, tim Conectique.com dan tim Bayer Schering Pharma. Tentu saja Conectiquers tidak pulang dengan tangan hampa. Selain tambahan informasi yang bermanfaat, saat meninggalkan tempat acara mereka membawa goodie bag menarik dari Conectique.com. Sampai berjumpa di acara berikutnya!

Artikel di Conectique

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: