Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Kenali Gangguan Kesehatan Khas Wanita

Men are from Mars and women are from Venus. Ya, otak pria dan wanita memang berbeda. Oleh karena itu cara berpikir, perilaku hingga penyakitnya pun berbeda.

Bahkan para ahli pun dulu beranggapan bahwa otak pria dan wanita –termasuk struktur dan sistem kerjanya- adalah sama. Namun penelitian mengungkapkan bahwa otak pria dan wanita dibangun dari cetak biru genetika yang benar-benar berbeda. Hasilnya adalah sejumlah perbedaan anatomi, termasuk perbedaan aliran ‘listrik’ yang mengaktifkannya dan zat-zat kimia yang mengantarkan pesan antar-neuron. Padahal, selama ini semua informasi yang diketahui tentang otak merupakan hasil studi terhadap otak pria. Salah satu hal yang menyulitkan interpretasi terhadap otak wanita adalah fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. Simak beberapa penyakit khas wanita berikut ini.

Penyakit jantung koroner dan hipertensi

Hormon pula yang membedakan pria dan wanita dalam masalah kesehatan kardiovaskular. Penyakit ini didefinisikan sebagai penyakit yang mengganggu sistem sirkulasi pembuluh darah, termasuk di dalamnya jantung sebagai pompa, pembuluh darah darah sebagai selang dan darah sebagai isinya. Sistem sirkulasi darah ini meliputi sirkulasi besar dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung, sirkulasi kecil dari jantung ke paru dan kembali lagi ke jantung serta sirkulasi koroner di dalam jantung sendiri.

Penyakit jantung koroner terjadi karena penyempitan dan penyumbatan pada pembuluh arteri koroner akibat penumpukan lemak jenis kolesterol dan trigliserida. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung sehingga organ ini kehilangan oksigen dan nutrisi yang mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Faktor utama penyebab jantung koroner adalah merokok, kadar kolesterol tinggi, penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, namun tekanan darah yang terus menerus naik dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai gangguan. Otot jantung akan mengalami penebalan (hipertrofi) sehingga fungsinya sebagai pemompa darah menjadi terganggu. Selanjutnya jantung mengalami pembesaran (dilatasi), sehingga kemampuannya berkontraksi akan terganggu, pompa jantung terganggu, lama lama jadi lemah jantung atau gagal jantung.

Namun tak hanya jantung, menurut sejumlah penelitian hipertensi juga mengakibatkan gangguan ke organ lain. Ke otak, misalnya, dapat meningkatkan risiko stroke. Ke mata, hipertensi dapat menyebabkan retinopati hipertensi dan kebutaan. Sedangkan ke ginjal dapat mengakibatkan penyakit ginjal kronik dan gagal ginjal.

Sebelum usia 55 tahun, gangguan hipertensi banyak ditemukan pada pria. Namun setelah menopause –yang biasanya terjadi pada usia 50-an- lebih banyak wanita yang menderita hipertensi. Mungkin pembuluhnya menjadi lebih keras denga semakin tinggi usianya dan pengaruh hormon menstruasinya berkurang. Pada pra-menopause wanita mulai kehilangan sedikit demi sedikit hormon estrogen yang selama ini melindungi pembuluh darah wanita dari kerusakan. Proses ini terus berlanjut dengan segala gejala penyertanya. Meskipun risiko seorang wanita untuk menderita jantung koroner terjadi 10 tahun lebih lambat dibandingkan pria, tetapi akibatnya sangat berbeda.

Komplikasi pada wanita jauh lebih berat. Hal ini dapat dilihat pada data yang dilaporkan oleh Women Heart Institute. Sekitar 44 persen wanita yang mengalami serangan jantung akan meninggal pada tahun pertama, sedangkan pada populasi pria hanya 27 persen. Pada enam tahun pertama setelah serangan jantung, 31 persen wanita akan mendapatkan serangan jantung yang kedua, sedang pada pria hanya 23 persen.

Anemia

Anemia adalah keadaan rendahnya kadar hemoglobin darah, yaitu senyawa dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut zat oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Penyebabnya adalah kekurangan zat besi atau vitamin B12. Bagi wanita kehilangan darah juga terjadi saat haid dengan volume yang sangat banyak. Selain kehilangan darah setiap bulan, kehamilan juga memicu anemia, karena volume darah saat hamil meningkat sehingga jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah pun meningkat pula.

Jika tubuh kekurangan zat besi dalam jumlah banyak, sel-sel darah merah pembawa oksigen pun berkurang. Akibatnya, wajah terlihat pucat, merasa sangat letih, lemah, berdebar, sesak napas, bahkan bisa pingsan. Penelitian menunjukkan, bayi dari ibu yang mengalami anemia jarang ikut kekurangan zat besi, namun berisiko lahir kecil atau prematur.

Jika terdapat gejala anemia, periksalah ke dokter untuk menentukan dan mengobati penyebabnya. Selain itu mengonsumsi makanan yang kaya besi seperti daging berwarna merah, hati, kacang-kacangan kering, buah-buahan kering, sayuran hijau dan gandum. Jika perlu dapat ditambahkan suplemen zat besi.

Anoreksi Nervosa

Wanita cenderung memperhatikan tubuhnya dan percaya bahwa kurus, langsing, dan ramping itu indah. Kepercayaan seperti ini dapat melahirkan penyakit mental berupa menolak makan. Gejalanya adalah merasa gemuk meski bentuk badannya normal, segan atau hilang nafsu makan, kelelahan, lemah, makan dengan rakus untuk kemudian dimuntahkan kembali (bulimia). Jika mendapati tanda-tanda demikian, segeralah mendapatkan bantuan dokter atau psikiater.

Alergi

Yang sering menyebabkan alergi bagi wanita antara lain kosmetik, logam dan parfum. Dalam parfum, ada banyak zat pewangi individual yang masing-masing dapat memicul alergi jika tubuh menganggapnya sebagai alergen (pencetus alergi). Alergi parfum biasanya berupa ekzema, salah satu bentuk epidermis, yaitu pembengkakan pada jaringan epidermis. Anda bisa pergi ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut zat pewangi apa yang tak dapat ditolerir oleh tubuh.

Semua kosmetik mengandung alergen potensial. Yang paling umum adalah lanolin, parfum dan pengawet (yang membuat kosmetik tak cepat rusak). Alergi kosmetik biasanya menyebabkan ruam pada wajah. Daerah yang paling peka biasanya akan menjadi bengkak dan gatal.

Sedangkan logam yang kerap menyebabkan alergi adalah nikel, terutama yang digunakan untuk perhiasan imitasi. Misalnya perak dan emas campuran atau sepuhan. Banyak wanita yang mengalami gatal dan ruam pada telinga karena memakai anting anting semacam itu. Reaksi alergi juga bisa timbul karena pemakaian jam tangan atau pengait bra. Jika diteruskan, ruam dapat tersebar ke seluruh tubuh. Sebelum ruam bertambah parah, gantilah perhiasan imitasi dengan perak atau emas mumi.

Rheumatoid Arthritis

Nyeri pada persendian ini lebih banyak dijumpai pada wanita daripada pria, dengan dampak yang lebih buruk. Pada penelitian yang melibatkan 25 negara ini, 79 persen subyek penelitiannya adalah wanita, dan mereka mengeluhkan gejala yang lebih parah daripada pria. “Wanita melaporkan rasa sakit yang lebih parah daripada pria, meskipun kami tidak dapat menunjukkan bahwa penyakit itu sendiri lebih parah pada wanita daripada pria,” ujar peneliti dari Jyvaskyla Central Hospital, Finlandia. Kemungkinannya, hal ini terkait dengan fakta bahwa wanita memiliki sistem musculosketal yang lebih lemah daripada pria. Ini membuat tubuh wanita lebih rentan terhadap penyakit. “Jika pria dan wanita memiliki ukuran dan struktur yang sama, kami mungkin tidak menemukan perbedaan ini,” ujarnya lagi.

Nyeri Haid

Tentu saja, karena hanya wanita yang mengalami haid, pria tidak pernah merasakan gangguan ini: sakit yang menusuk atau nyeri hbat di sekitar perut bagian bawah hing kadang sulit untuk berjalan. Dalam istilah medis nyeri hadi disebut dismenore, yang terbagi atas dismenore primer dan sekunder.

Dismenore primer merupakan nyeri haid murni tanpa ada penyakit lain yang mendasari. Ini terjadi ketika rahim berkontraksi akibat suplai darah ke endometrium berkurang. Nyeri ini hanya terjadi saat terjadi pengeluaran sel telur. Separuh wanita mengalami dismenore primer dan sekitar 15 persen menderita nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas hariannya. Sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan oleh adanya penyakit dalam kandungan. Bisa terjadi akibat tumbuhnya jaringan di luar rahim yang disebut endometriosis.

Endometriosis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, endometriosis adalah tumbuhnya jaringan di luar rahim. Sekitar 10-35 persen wanita usia reproduksi mengalami penyakit ini. Dapat diderita oleh wanita usia 12-28 tahun, dengan rata-rata usia sekitar 28 tahun. Sekitar 23-40 persen wanita yang mengalami gangguan kesuburan menderita endometriosis.

Endometriosis dapat terjadi akibat pertumbuhan non kanker dari jaringan otot dan penunjang (disebut tumor fibroid), pertumbuhan non kanker dari lapisan dinding otot rahim (disebut adenomiosis), peradangan sel telur, pertumbuhan jaringan parut atau perlengketan antarorgan dalam perut. Penyakit ini dapat menurunkan kesehatan, kualitas hidup dan kesuburan. Meskipun belum terbukti secara genetik, ada kemungkinan endometriosis dapat diturunkan dalam keluarga. Penyakit ini menempati urutan kedua di antara gangguan kesehatan pada kandungan.

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumbuhnya sel abnormal di payudara yang tidak mengenal batas volume serta bisa menyebar. Benjolan di payudara disebut jinak jika tetap di situ, dan dikategorikan ganas jika menjalar ke tempat lain, seperti ke paru-paru, hati, tulang, atau otak. Ada beberapa penyebab kanker payudara, yakni faktor genetik atau keturunan, faktor hormon, pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat, alkohol dan rokok, serta faktor lain seperti kegemukan, usia yang semakin tua, serta riwayat mempunyai tumor jinak. Umumnya wanita tidak merasakan gejala apa pun hingga tumornya membesar.

Kanker payudara menduduki tempat nomor dua setelah kanker serviks. Oleh karena itu ada baiknya dilakukan pencegahan, salah satunya dengan pemeriksaan rutin payudara. Pemeriksaan dilakukan terhadap payudara dan ketiak, untuk melihat perubahan warna kulit dan perubahan pada puting susu. Paramedis akan meraba payudara dan ketiak untuk mengecek apakah ada benjolan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Sebenarnya pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan sendiri setiap bulan, terutama setelah haid. Waktu ini menjadi pilihan karena payudara lebih lunak sehingga benjolan dan pembengkakan lebih mudah teraba. Semakin rutin melakukannya, Anda akan semakin mudah menemukan keganjilan pada payudara Anda.

Mamografi atau USG payudara dapat dilakukan setiap satu atau dua tahun sekali. Setelah berusia 40 tahun, lakukan mamografi 1-2 kali setahun. Melalui cara ini dapat dideteksi adanya pengerasan kecil yang sulit dideteksi dengan hanya melakukan perabaan. Kedua cara ini bersifat saling melengkapi dan meningkatkan ketepatan hasil pemeriksaan.
Kanker Serviks

Kanker pada mulut rahim (serviks) merupakan penyakit nomor satu yang menghantui wanita.

Jika ditemukan sedini mungkin, kesempatan untuk sembuh menjadi lebih besar. Oleh karena itu rajinlah melakukan pap smear setiap tahunnya. Dokter akan mengambil contoh jaringan leher rahim dan memeriksakannya ke laboratorium. Pemeriksaan ini hanya berlangsung beberapa menit, namun mungkin terasa tidak nyaman. Pap smear sebaiknya dilakukan sejak hubungan seks pertama atau bisa juga dimulai pada usia 21 tahun. Setelah itu dianjurkan sekurang-kurangnya setiap tiga tahun sekali.

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kanker dan segala perubahan yang menyebabkan gejala kanker pada leher rahim. Anda berisiko lebih besar jika: mempunyai sejarah keluarga yang menderita penyakit kelamin, kanker leher rahim atau mempunyai sel-sel abnormal di leher rahim, berganti-ganti pasangan, dan merokok.

Boks: Wanita Lebih Mudah Sakit?

Tabel 2.9
Pola Penyakit Rawat Inap Di Rumah Sakit Menurut Jenis Kelamin, Indonesia Tahun 2004
No Jenis Kelamin Rawat Inap
Kasus %
1 LAKI – LAKI 991.717 46
2 PEREMPUAN 1.165.080 54
Jumlah 2.156.797 100

Sumber: bankdata.depkes.go.id

Iklan

2 Komentar

  1. Trims sudah berbagi. Baru mampir ke blog ini rasanya. Salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: