Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Don’t Smoke, For Your Own Sake

Peringatan Pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin

Hapal dengan kata-kata ini? Tentu saja. Pada setiap iklan maupun kemasan rokok, kalimat ini menempel di salah satu bagiannya. Namun sayang, tampaknya peringatan ini tidak berhasil mengurangi jumlah perokok. Merokok ibarat tren gaya hidup yang perlu diikuti. Tua-muda, pria-wanita, bahkan mereka yang sudah jelas-jelas mengalami gangguan kesehatan pun masih saja ingin merokok.

Mengapa merokok dianggap sebagai tren gaya hidup? Coba saja lihat orang-orang di sekitar Anda. Sebenarnya mereka bukan perokok, tetapi ketika sedang kumpul-kumpul dengan teman dan di antara mereka ada yang merokok, maka ia cenderung ikut merokok. Mereka merasa tidak percaya diri jika tidak ikut merokok.

Di sisi lain, seorang wanita yang dulunya antirokok, setelah menikah justru menjadi perokok. Pasalnya, sang suami merokok tak kenal tempat dan lama-lama ia jadi terbiasa dengan asap rokok. Bahkan –karena menjadi perokok pasif sama meruginya dengan menjadi perokok aktif- lama-lama ia pun berusaha ikut menikmati rokok. Belum lagi orang-orang yang merokok dengan alasan stres, tidak bisa bekerja bahkan tidak ingin gemuk.

Riset yang dilakukan oleh Koalisi untuk Indonesia Sehat menemukan bahwa sekitar 34,75% remaja putri usia 13-15 tahun mengaku mudah mengakses dan mengonsumsi rokok. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada rentang usia 15-19 tahun, yaitu dari 13,7% menjadi 24,2% atau naik 77% dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7% siswa yang pernah merokok dan 19% di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun.

Sekitar 90,82% wanita masih menganggap rokok adalah hal yang buruk. Namun bagi mereka yang merokok, sekitar 53% percaya bahwa rokok dapat membantu menurunkan berat badan dan 13,68% percaya bahwa orang yang merokok memiliki lebih banyak teman.

Menimbun Penyakit

Berbagai risiko negatif seperti penyakit paru-paru, kanker usus, kanker hati dan stroke, tidak hanya menyerang perokok aktif melainkan juga yang pasif. Angka kematian di dunia akibat tembakau sekitar 5,4 juta orang di tahun 2006 dan diperkirakan menjadi dua kali lipat banyaknya di tahun 2020. Diperkirakan 900 juta (84%) perokok hidup di negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut catatan The Tobacco Atlas lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit per hari oleh 1 miliar pria dan 250 juta wanita di dunia. Sebanyak 50% dari seluruh konsumsi rokok dunia berada di negara Cina, Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia.

Sementara di Asia, Indonesia berada di urutan ketiga pada jumlah perokok terbanyak yang mencapai hampir 150 juta jiwa. Selain itu, usia perokok pemula pun semakin muda. Bahkan prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat dari 0,6% di tahun 1995 menjadi 2,8% di tahun 2004. Menurut US Journal of the National Cancer Institute, efek merokok setara dengan penurunan harapan hidup antara 5 hingga 10 tahun. Ini berlaku pada pria maupun wanita. Angka tersebut diperoleh dengan memperhitungkan statistik risiko kesehatan dan kematian dari berbagai lemba, seperti American Cancer Society dan National Center for Health Statistics. Seringkali orang menyepelekan dampak negatif rokok pada kesehatan karena akibatnya yang umum baru terlihat sekitar 20 tahun setelah mulai merokok.

Dalam tembakau terkandung zat-zat adiktif dan berbahaya bagi kesehatan. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa semua jenis tembakau menyebabkan gangguan kesehatan sepanjang rentang kehidupan, termasuk mengakibatkan kecacatan dan kematian. Perokok berisiko tinggi terserang berbagai macam kanker, terutama kanker paru-paru, juga berbagai penyakit kardiovaskular. Sementara mereka yang menikmati tembakau dengan cara dikunyah, berisiko terkena kanker bibir, mulut dan lidah.

Menurut penelitian, tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Angka ini setara dengan rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik.  Jika kebiasaan merokok saat ini tidak dihentikan, kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali lipat jumlah kematian saat ini.

Wanita –baik perokok pasif maupun aktif- memiliki tambahan risiko kesehatan, terutama di saat hamil, baik bagi janin maupun ibunya. Bagi wanita nikotin dapat menghambat pembentukan hormon estrogen yang sangat vital bagi dalam proses pematangan sel telur. Begitu juga pada perkembangan lapisan endometrium rahim. Akibat lain adalah terbentuknya folikel atresia, yaitu sel telur yang gagal berkembang dan meningkatkan risiko kemandulan.Nikotin juga menghambat fungsi saluran telur sebagai jalan masuk ke dalam rahim bagi sel telur yang telah matang. Bila terjadi pembuahan, maka embrio yang terbentuk tidak bisa tertanam pada dinding rahim untuk berkembang secara normal. Kondisi ini menyebabkan frekuensi pembuahan sel telur di luar rahim pada wanita perokok menjadi lebih tinggi. Selain itu, hormon progesteron yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan menurun. Jika tidak segera ditolong dapat mengganggu perkembangan janin dalam rahim.

Sedangkan bagi janin, rokok membuat bayi yang dilahirkan lebih kecil, kecacatan, meningkatkan reseptor nikotin pada otak janin, meningkatkan kecenderungan merokok saat anak mencapai usia remaja, serta dampak fisik dan mental jangka panjang. Selain itu ada pengaruh karbon monoksida yang dapat menimbulkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) dalam jaringan janin, sehingga menghambat pertumbuhan, kelahiran prematur juga berat badan lahir rendah.

Kandungan Kimia Rokok

Rokok mengandung 4.000 zat kimia, beberapa di antaranya bersifat merugikan bahkan menyebabkan kanker.  Ingin tahu zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam rokok?

Vinyl Chloride

Gas tak berwarna ini merupakan senyawa organik yang digunakan untuk membuat plastik. Dalam suhu ruangan, gas ini berbau tak enak, mudah mengembun dan sangat beracun. Paparan vinyl chloride dalam jangka pendek dapat mengakibatkan kerusakan liver.

Carbon monoxide

Meskipun tak berwarna dan tak berbau, karbon monoksida adalah salah satu gas yang dapat merusak sistem saraf pusat dan jantung. Umumnya ditemui pada asap dari knalpot kendaraan.Paparan karbon monoksida pun berdampak buruh terhadap perkembangan janin dalam kandungan.  Gejala keracunan pada konsentrasi lebih dari 100 ppm biasanya berupa sakit kepala.

Cadmium

Elemen kimia berwarna putih kebiruan ini kerap digunakan sebagai komponen aki mobil atau baterei. Logam yang dapat berubah bentuk dan beracun ini dapat menimbulkan jamur dan radang paru-paru hingga menyebabkan kematian. Zat ini juga bersifat karsinogen (memicu kanker). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa racun dalam cadmium dapat beredar dalam tubuh bersama protein yang mengikat zinc. Karena strukturnya yang serupa, cadmium dapat menggantikan zinc dalam sebagian besar sistem biologis. Hanya saja, cadmium terikat hampir sepuluh kali lebih kuat daripada zinc dan sulit dilepaskan.

Penyerapan zat ini oleh paru-paru lebih besar dibandingkan melalui pencernaan. Oleh karena itu, paparan cadmium paling banyak terjadi melalui hirupan asap rokok, yaitu sekitar 50%. Rata-rata para perokok memiliki konsentrasi cadmium dalam darah 4-5 kali lebih tinggi dan 2-3 kali lebih tinggi kadarnya dalam ginjal dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Naphtalene

Jenis hidrokarbon kristal dengan aroma yang kuat ini merupakan bahan pembuat kapur barus. Zat ini mudah menguap dalam suhu ruangan dan membentuk uap air yang mudah terbakar. Di dalam tubuh, naphtalene dalam jumlah besar dapat merusak sel darah merah, menimbulkan gejala cepat lelah, kurang napsu makan, tidak bisa tidur dan kulit pucat. Dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan mual, muntah, diare dan perdarahan dalam urin. The International Agency for Research on Cancer menyatakan bahwa napthalene bersifat karsinogen pada manusia dan hewan, dapat menimbulkan katarak, juga hemolytic anemia (kerusakan sel darah merah terjadi lebih cepat dari kemampuan sumsum tulang menghasilkan sel darah merah) pada bayi dan anak-anak.

Methanol

Beracun dan mudah terbakar, itulah metanol, bentuk paling sederhana dari alkohol yang digunakan sebagai bahan bakar roket. Zat ini biasanya dikonversikan menjadi formaldehida yang merupakan bahan baku plastik, cat hingga bahan peledak. Jika masuk ke saluran pencernaan, 10 mg metanol dapat mengakibatkan kebutaan, dan 60 mg menyebabkan kematian. Pendek kata, baik melalui sistem pencernaan, pernapasan, maupun penyerapan oleh kulit, metanol bersifat racun.

Acetone

Cairan bening dan mudah terbakar ini kerap digunakan sebagai bahan penghapus cat kuku dan pengencer cat. Sejumlah kecil aseton memang ditemukan di sekitar kita bahkan di dalam tubuh. Dalam konsentrasi tinggi, aseton bersifat mengganggu dan –seperti juga zat pengencer lainnya- dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

Hydrogen Cyanide

Merupakan zat yang sangat beracun sekaligus senjata kimia berbahaya. Konon pernah digunakan sebagai racun untuk hukuman mati. Sebagai senjata potensial yang digunakan dalam industri dengan skala besar, produksinya harus dapat diperiksa oleh Organization for the Prohibiton of Chemical Weapons.

Ammonia

Tak berwarna, namun dapat dikenali dari baunya yang menyengat, amonia sering digunakan sebagai bahan dasar sintesa berbagai obat. Amonia dihasilkan melalui metabolis asam amino dan bersifat racun dalam konsentrasi tinggi. Meskipun demikian, amonia digolongkan sebagai zat berbahaya dan dapat terbakar habis dengan reaksi kimia. Dalam rumah tangga, amonia digunakan dalam cairan pembersih lantai.

Toluene

Secara alamiah toluene dalam jumlah kecil dapat ditemukan pada minyak mentah. Umumnya zat ini dihasilkan pada proses pembuatan gasolin. Dalam dunia industri, toluene digunakan untuk melarutkan cat, segel silikon, tinta cetak dan lem. Karena kandungan airnya yang sedikit, sekali masuk ke dalam tubuh zat ini sulit dikeluarkan secara normal (melalui keringat, air seni maupun feces). Proses pembuangan toluene adalah melalui metabolisme yang justru menghasilkan zat sisa yang membahayan sel-sel tubuh.

Arsenic

Biasanya digunakan sebagai pestisida, herbisida dan insektisida. Karena potensinya sebagai zat pembunuh, arsenik mendapat sebutan King of Poisons. Konon aktivis hak asasi manusia, Munir, meninggal dunia akibat arsenik. Paparan arsenik pada tubuh dapat mengakibatkan mual dan muntah, menurunnya produksi sel darah merah dan putih, ketidaknormalan detak jantung, serta kerusakan pembuluh darah. Racun arsenik juga mempengaruhi kepadatan tulang, jaringan kulit, pankreas, liver, ginjal, kelenjar kelamin, saluran pencernaan hingga sistem saraf pusat. Arsenik yang terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan bermacam-macam kanker, termasuk kulit, kandung kemih, ginjal, liver, paru-paru dan prostat.

Butane

Karena sifatnya yang mudah terbakar zat ini digunakan sebagai bahan bakar korek api dan semprotan aerosol. Jika dihirup gas ini dapat menyebabkan eforia, mengantuk, gangguan irama jantung dan frostbite yang dapat menyebabkan kematian.

Stearic

Digunakan sebagai bahan pembuat lilin, plastik, kosmetik, suplemen diet dan untuk melunakkan karet. Pada sabun, terutama yang berbahan minyak sayur, stearic digunakan untuk membuat agar sabun tidak terlalu lunak. Sementara pada kembang api, stearic digunakan melapisi bubuk metal untuk mencegahnya teroksidasi sehingga dapat disimpan lebih lama.

Mercury

Umumnya digunakan dalam alat-alat pengukur, seperti termometer dan barometer. Merkuri dan senyawa-senyawanya merupakan bahan yang sangat berbahaya dan harus ditangani dengan hati-hati. Pasalnya, merkuri tidak dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit maupun sistem pernapasan. Beberapa penelitan menunjukkan bahwa paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan tidur, tubuh gemetar, kehilangan kemampuan berpikir, hingga sakit di dada, batuk, sulit bernapas hingga kerusakan fungsi paru-paru.

Nitrobenzene

Kerap digunakan sebagai zat tambahan pada pafrum, nitrobenzene dalam jumlah besar dapat bersifat racun.   Senyawa ini juga digunakan untuk membuat pestisida, karet sintetis, pewarna dan gasolin. Dalam rumah tangga kerap digunakan sebagai bahan pemoles sepatu dan lantai, juga dicampurkan pada cairan lain untuk menghilangkan bau tak sedap.

Meskipun nitrobenzene tidak bersifat karsinogen, terpapar zat ini dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem saraf pusat, pengelihatan yang tidak jelas, kerusakan liver atau ginjal, anemia dan gangguan pada paru-paru. Jika dihirup, zat ini dapat menyebabkan sakit kepala, mual, kelelahan, juga rasa lemas pada lengan dan kaki. Sementara jika masuk ke saluran pencernaan, dapat menyebabkan muntah dan iritasi pada sistem pencernaan.

Nicotine

Tembakau kering mengandung nikotin antara 0,6 – 3%. Dan, orang yang mengalami kecanduan nikotin menunjukkan karakteristik perilaku dan farmakologis yang serupa dengan kecanduan heroin dan kokain. Nikotin mengaktifkan sistem saraf simpatik yang merangsang produksi epinephrine (sejenis adrenalin) dan glukosa. Zat ini juga mengurangi napsu makan dan meningkatkan metabolisme sehingga berdampak pada turunnya berat badan.

Saat merokok, nikotin masuk dalam aliran darah dan bergerak dari paru-paru menuju otak. Setelah itu nikotin merangsang produksi sejumlah senyawa pembawa seperti asetilkonik, dopamin dan beta-endorfin. Senyawa inilah yang bertanggung jawab terhadap efek nikotin yang dirasakan perokok. Konsentrasi dan memori meningkat akibat hormon asetilkolin, sementara kecemasan berkurang karena meningkatnya hormon beta-endorfin.

Meskipun demikian, nikotin dengan dosis 40-60 mg dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa. Nikotin sendiri tidak mengakibatkan kanker pada jaringan sehat, namun mempercepat pertumbuhan dan perpindahan sel-sel kanker yang telah ada dan mengubah sel-sel prakanker menjadi kanker.Nikotin memiliki efek yang sangat kuat pada arteri tubuh, dengan meningkatkan tekanan darah dan mengerutkan pembuluh hingga jantung kesulitan memompa darah. Zat ini juga membuat tubuh melepaskan lemak dan kolesterol dalam darah, serta meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.

Hexamine

Kristal putih hasil reaksi formaldehida dan amonia ini bisa digunakan sebagai antibiotik maupun tablet bahan bakar untuk memasak saat berkemah. Sebagai antibiotik, nama yang lebih dikenal adalah methenamine hippurate yang umum digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih. Sementara sebagai tablet bahan bakar, heksamin tidak menimbulkan asap, menghasilkan energi tinggi serta tidak meninggalkan debu. Heksamin juga dimanfaatkan dalam pembuatan bahan peledak, karet, tekstil serta deodoran.

Acetic acid

Adalah senyawa kimia organik yang memberi rasa asam dan bau yang tajam pada cuka. Zat ini bersifat korosif dan uapnya dapat mengakibatkan iritasi pada mata, kering pada saluran napas, sakit pada tenggorokan dan sumbatan pada paru-paru. Di dalam tubuh, sifat korosifnya dapat merusak selaput lendir pada organ.

Ethanol

Merupakan alkohol murni yang –dalam kadar tertentu- dapat dikonsumsi. Sering digunakan sebagai cairan antiseptik karena dapat membunuh organisme dengan mengubah komposisi protein dan melarutkan lemaknya. Zat ini sangat efektif mengatasi berbagai bakteri, jamur dan virus. Etanol juga dimanfaatkan sebagai pelarut parfum, cat dan obat-obatan.

Dampak etanol pada manusia ditentukan oleh kadarnya. Sekitar 50 mg/dL dapat menimbulkan rasa senang dan relaks, 100 mg/dL menyebabkan penurunan fungsi sistem saraf pusat serta kemampuan berpikir, merasa dan bergerak, 140 mg/dL menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, 300 mg/dL mungkin mengakibat ketidaksadaran, sementara 400 mg/dL dapat menyebabkan kematian.

DDT

Dichloro-Diphenyl-Trichloroethane adalah salah satu pestisida sintetis yang paling dikenal. Awalnya digunakan pada masa Perang Dunia II untuk membasmi binatang pembawa wabah tipus dan malaria. DDT ditengarai memicu perkembangan berbagai kanker, misalnya pada liver, pankreas dan testis.

Nah, setelah mengenal lebih jauh berbagai zat berbahaya yang terdapat dalam rokok, masih inginkah Anda membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda? Sudah waktunya berperan serta menghentikan kebiasaan merokok, dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan Anda.

Hingga saat ini Indonesia belum mempunyai peraturan perundang-undangan yang secara mengatur perlindungan anak di bawah usia 18 tahun dari bahaya rokok.Bahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2002 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan tidak mencantumkan satu pun pasal yang melarang penjualan rokok kepada anak di bawah umur. Ditambah lagi, Indonesia juga merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum meratifikasi FTCT (Konvensi Pengendalian Tembakau).

Lalu, bagaimana dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang larangan merokok di tempat umum? Tampaknya memang belum berlaku secara efektif. Untuk itulah diperlukan keberanian untuk menegur orang-orang yang merokok di tempat umum.

Boks: Dampak Rokok pada Tubuh (dengan ilustrasi gambar orang dan masing-masing poin di bawah menunjuk gambar).

Dari ujung rambut hingga ujung kaki, rokok memberi pengaruh yang buruk pada tubuh kita.

  • Rambut: bau tak sedap dan kotor.
  • Otak dan mental: stroke, kecanduan, perubahan zat kimia dalam otak dan ketakutan akan dampak negatif rokok.
  • Mata: terasa panas, berair dan sering berkejap, katarak dan kebutaan.
  • Hidung: berkurangnya kemampuan indra penciuman.
  • Kulit: kerut dan penuaan dini.
  • Gigi: kotor dan berubah warna, karang gigi, gigi tanggal dan penyakit gusi.
  • Mulut dan tenggorokan: kanker bibir, mulut dan tenggorokan, rasa nyeri pada tenggorokan, mengurangi kemampuan indra perasa dan bau mulut.
  • Tangan: gangguan sirkulasi darah (jari tangan menjadi dingin).
  • Paru-paru dan sistem pernapasan: kanker paru, napas pendek, batuk-pilek, asma, radang paru dan komplikasi tuberkolosis.
  • Jantung: serangan jantung, gangguan pada pembuluh (tersumbat atau tidak berfungsi maksimal).
  • Dada: kanker oesophagus.
  • Liver: kanker.
  • Perut: luka pada usus, kanker pankreas dan usus besar.
  • Ginjal dan saluran kemih: kanker.
  • Tulang: ostoporosis, patah pada tulang panggul atau tulang belakang.
  • Sistem reproduksi pria: kerusakan sperma, infertilitas dan impotensi.
  • Sistem reproduksi wanita: sakit pada saat haid, menopause dini, kanker mulut rahim (serviks) dan infertilitas.
  • Kaki: nyeri pada kaki dan gangren.
  • Luka dan pembedahan: lebih lama pulih, termasuk luka jahitan pada operasi.
  • Darah: leukimia.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: