Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Orgasme dari Kacamata Wanita

 

Seks bukan hanya urusan reproduksi, tetapi juga rekreasi. Namun, masih banyak wanita yang menganggapnya sebagai kewajiban semata.

Lebih dari tiga puluh tahun Shere Hite -seorang feminis Jerman kelahiran Amerika- menerbitkan The Hite Report: A Nationwide Study of Female Sexuality. Dalam buku ini ia menganalisa tiga ribu jawaban kuesioner dan menyimpulkan bahwa kebanyakan wanita tidak menikmati saat-saat berhubungan intim.

Hasil surveinya menyatakan bahwa wanita sulit mencapai orgasme karena bagian klitoris tidak mendapat rangsangan yang cukup selama berhubungan seks. Hite mencoba membuka mata -baik pria maupun wanita- tentang fakta-fakta biologis di balik keindahan hubungan intim. Namun, masih banyak wanita yang belum dapat menikmati aktivitas seksual, apalagi mencapai orgasme. Salah satunya karena wanita sendiri kurang berperan untuk kepuasan seksualitasnya.

Keunikan Wanita

Saat dua orang terhubung secara fisik dan emosi, seks merupakan sarana membebaskan diri. Oleh karenanya, seks harus dinikmati, bebas dari tekanan dan pikiran yang mengganggu. Salah satu tekanan bisa timbul saat pikiran terobsesi untuk mencapai orgasme. Padahal, yang perlu dilakukan adalah memusatkan pikiran pada pasangan dan sensasi fisik saat tubuh bersentuhan. Biarkan diri kita bereaksi mengikuti naluri, dan tidak perlu cemas akan terjadi tindakan spontan yang ‘mengecewakan’.

Cara terbaik untuk mencapai orgasme adalah dengan mengenal diri sendiri. Ini berarti Anda perlu mengenal bagian-bagian tubuh dan sensasi apa yang paling tepat untuk Anda. Berikan waktu yang cukup panjang untuk menikmati sensasi yang Anda ciptakan sendiri. Jika dengan cara ini Anda dapat mencapai orgasme, berarti Anda mampu mengenali bagian tubuh yang paling tepat untuk menerima rangsangan.

Wanita  yang merasa nyaman dengan tubuhnya, percaya bahwa dirinya berhak atas kepuasan seksual dan berperan aktif dalam memenuhi hasrat seksualnya cenderung lebih puas dalam kehidupan seksualnya. Penelitian membuktikan bahwa  self-esteem dan self confidence saling berhubungan dengan kepuasan seksual dan berkurangnya masalah seksual.

Menurut para pakar seks, wanita mempunyai karakteristik yang unik, campuran yang kompleks dari elemen biologis, kultur dan emosi. Cinta dan seksualitas adalah ekspresi dari berbagai elemen tersebut, yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan berkembang terus sepanjang hidup. Keunikan karakteristik seorang wanita yang membuat dirinya tangguh dan memiliki nilai lebih justru seringkali tidak disadari oleh dirinya sendiri. Padahal wanita yang menyadari keunikannya dan menerima dengan positif memiliki ‘bargain power‘ yang lebih.

Peranan G-spot

Tidak seperti orgasme pada pria, wanita memiliki kemampuan untuk merasakan beberapa jenis orgasme, tergantung pada jenis rangsangan yang diterima dan apakah orgasme terjadi pada klitoris atau vagina.

Untuk orgasme vagina, yang penting diketahui adalah area yang disebut g-spot. Adalah Ernst Grafenberg, seorang dokter berkebangsaan Jerman yang menemukan area ini dan diberi nama sesuai dengan namanya. G-spot adalah jaringan kecil pada dinding depan vagina, dengan jarak sekitar 5 cm dari mulut vagina. Area ini memiliki hubungan langsung dengan otak. Jika menerima rangsangan, g-spot akan menerima aliran darah lebih banyak sehingga area ini membesar dan dapat diraba.

Area ini hanya bereaksi terhadap tekanan, bukan sentuhan. Dengan demikian tidak semua posisi hubungan seksual dapat merangsang g-spot. Ini menyebabkan wanita sulit mengetahui posisi g-spot sendiri. Beberapa wanita menyatakan bahwa jika saat berhubungan seksual mereka berada di posisi atas atau melakukan hubungan seks dengan posisi duduk, akan lebih mudah untuk memberi rangsangan pada g-spot.

Kebanyakan wanita mengakui bahwa sekitar klitoris adalah area yang paling sensitif. Satu-satunya fungsi dari organ ini adalah untuk mencapai kepuasan seksual, dan sebagian besar wanita mengalami orgasme melalui rangsangan klitoris.

Umumnya lebih sulit mencapai orgasme vaginal daripada klitoral. Namun, tidak ada satu orgasme yang lebih baik dibanding orgasme yang lain. Keduanya merupakan cara yang berbeda untuk mendapatkan kepuasan seksual. Agar pasangan dapat membantu mencapai orgasme, Anda perlu mengomunikasikan orgasme mana yang lebih mudah Anda capai.

Permasalahan timbul karena sampai sekarang banyak wanita yang tidak berani membicarakan seks, apalagi mengungkapkan hasrat seksualnya. Hal ini juga menyebabkan banyak wanita menjadi tertekan atau stress. Sulitnya lagi, kalaupun mereka sudah berani mengemukakannya, hal ini malah dianggap sebagai hal yang tidak biasa dan cenderung aneh. Bahkan di dalam kultur masyarakat kita sendiri pun ada yang menganggap hal ini tabu dan selalu menekankan bahwa wanita adalah individu yang harus selalu pasif dan menerima saja apa yang dikehendaki oleh laki-laki dalam hal seksualitas.

Sexually Wellbeing

Menurut para terapis seks, wanita masa kini perlu memperkuat “sexual voice” kewanitaannya, mengambil tanggung jawab untuk meminta dan menuntun kearah kepuasan, dan mengambil alih kendali pada saat bercinta bergantian dengan pasangan prianya. Kepuasan wanita tidak hanya pada saat orgasme saja, tetapi juga pada perasaan bahwa dirinya tidak hanya dijadikan obyek seksual pria saja, melainkan menjadi subyek bagi dirinya sendiri. Aktualisasi diri itulah yang menjadikannya wanita seutuhnya. Dan hal inilah yang harus betul-betul diperjuangkan. Karena pada hakekatnya, wanita juga mempunyai hak yang sama dengan pria.

Untuk mencapai kondisi mental yang sejahtera secara seksual (sexually healthy/wellbeing), sebaiknya nilai-nilai normatif dalam masyarakat yang sifatnya membuat wanita hanya sebagai obyek penderita sudah selayaknya tidak dijadikan patokan untuk menilai baik-buruknya seorang wanita. Wanita juga bebas berekspresi, berfantasi dan menentukan kapan dia butuh atau tidak membutuhkan seks itu sendiri. Jadi, bukan terus mengambil peran sebagai obyek dan membatasi diri pada seberapa menarik dirinya bagi kaum adam.

Dibandingkan era orangtua kita dahulu, saat ini wanita jauh lebih percaya diri untuk mengungkapkan harapan dan perasaannya. Jika ada yang diinginkan, Anda bisa langsung mengutarakan pada pasangan. Tak perlu khawatir terutama bila pasangan Anda termasuk orang yang terbuka masalah kebutuhan seksual.

Meskipun demikian, wanita juga tetap ingin pasangannya punya perhatian pada hal-hal kecil yang mereka lakukan dengan tujuan ‘memberi tahu’ pasangan tentang keinginan mereka. Lingerie yang seksi masih menjadi salah satu simbol yang disukai wanita. Cara lain ada menggoda pasangan dengan sentuhan maupun ciuman.

Menghadapi “Serangan Fajar”

Pada wanita, dorongan seks tidak timbul sewaktu-waktu. Untuk membangkitkan libido wanita, diperlukan ‘pemanasan’  yang cukup lama dan didukung oleh situasi yang menyenangkan. Misalnya dengan cumbuan, rayuan, atau kemesraan. Seringkali timbul masalah jika pasangan mengajak bercinta di pagi hari.

“Serangan fajar” yang dilakukan secara tiba-tiba, tanpa didahului foreplay, dan bersifat memaksa, tentu saja sangat tidak nyaman untuk wanita. Apalagi jika ia masih mengantuk dan pasangannya masih bau bekas tidur. Jangankan membangkitkan gairah, wanita biasanya justru merasa terganggu.

Umumnya pria mengalami ereksi di pagi hari dan merupakan gejala alamiah yang terjadi setiap pagi. Gejala ini dikenal sebagai nocturnal penile tumescence, karena walaupun baru terlihat di pagi hari, sebenarnya proses ini telah dimulai saat tidur. Ada berbagai teori tentang ereksi di pagi hari, misalnya ereksi terjadi karena kandung kemih menahan terlalu banyak urin.

Penjelasan lain menyatakan bahwa ereksi terjadi pada tidur tahap REM (Rapid Eye Movement). Meskipun dalam tahap ini orang akan mengalami mimpi, namun tidak ada hubungan antara mimpi dengan terjadinya ereksi. Hanya saja, dalam tahap REM ini terjadi rangsang saraf yang menyebabkan aliran darah ke penis. Yang jelas, kondisi ini merupakan salah satu pertanda apakah pria mengalami impotensi atau tidak.

Namun, tidak semua pria otomatis ingin melakukan hubungan seks setelah bangun tidur di pagi hari. Sebagian pria biasa-biasa saja, walaupun mereka juga mengalami morning erection. Faktor kadar libido, usia, dan aktivitas sehari-hari berpengaruh pada ada atau tidak adanya hasrat seksual di pagi hari ini.

Pria dan wanita memang memandang hubungan seks pagi hari ini dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa sebagian besar pria memang menyukai hubungan seks di pagi hari, bisa jadi karena saat mengalami ereksi yang “paling sempurna” itu, pria menjadi lebih percaya diri.  Bagi mereka melakukan hubungan seks sebelum meneguk secangkir kopi dan membaca koran akan sangat menyenangkan.

Sedangkan bagi wanita, melakukan hubungan seks tidak semudah itu.  Pagi hari umumnya wanita agak kurang percaya diri untuk berhubungan seks. Menurut sebagian besar wanita, wajah mereka saat bangun tidur -ditambah rambut yang masih berantakan- tidak akan menarik bagi pasanganya. Apalagi mulut yang tidak segar saat bangun tidur sangat tidak nyaman untuk bercumbu.

Quickie dan Negosiasi

Melakukan hubungan seks di pagi hari umumnya dilakukan dalam rentang waktu yang pendek (sering disebut sebagai quicke). Sayangnya seks semacam ini tak jarang lebih dinikmati oleh pria daripada pasangannya.  Umumnya wanita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terangsang dan tidak menikmati seks model instan seperti ini.

Selain itu, setelah melakukan hubungan seks wanita juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk benar-benar merasakan kenikmatan yang baru saja dicapai. Ini seringkali menimbulkan konflik karena pasangan ingin segera beraktivitas setelah hasratnya terpuaskan. Seringkali, wanita menganggap tindakan pasangannya itu sebagai salah satu bentuk ‘pengabaian’ terhadap dirinya.

Bagaimana pun, waktu dan tempat terbaik untuk melakukan hubungan seksual harus benar-benar diinginkan oleh kedua pihak, didahului dan disertai dengan situasi hati dan suasana lingkungan yang nyaman. Dengan demikian, komunikasi yang harmonis adalah kuncinya.

Hubungan seks juga tidak akan maksimal -khususnya untuk wanita- jika dilakukan pasca  pertengkaran. Sebaliknya akan sangat nikmat jika dilakukan setelah nonton dan makan malam berdua, disambung percumbuan yang intens di tempat tidur. Pilihan lainnya adalah setelah berolah raga pagi bersama di hari Minggu. Anda bisa melakukannya sambil mandi atau setelah mandi. Dalam hal ini memang diperlukan kreativitas untuk menciptakan romantisme hubungan suami-isteri.

Negosiasi memang bukan kata yang indah atau seksi, tapi melakukan negosiasi dapat mengurangi tekanan pada kedua pihak. Menarik selimut atau pura-pura tidur mungkin bisa berhasil beberapa kali saja, tapi bisa jadi menimbulkan pertengkaran di kemudian hari. Jadi, sebaiknya memang dibicarakan saja. Yang jelas, jangan sampai menimbulkan permasalahan baru.

“Sayang, Ini yang Aku Mau..”

Mungkin Anda sering mendengar pendapat orang bahwa sejalan dengan bertambahnya usia, seks tak lagi menyenangkan bagi wanita. Pasalnya, tubuh kita sudah tidak muda dan prima seperti dulu. Terutama untuk kaum wanita yang -karena perubahan hormonal atau kondisi psikologis- rentan turun gairah seksualnya.

Sebenarnya pada usia berapapun, memiliki kehidupan seksual yang sehat dan menyenangkan adalah keinginan semua orang. Mungkin saja bentuk aktivitasnya berbeda karena sejalan dengan pertambahan usia dan kematangan pribadi setiap orang, tentu kebutuhan yang satu ini juga mengalami pergeseran, baik pada diri kita maupun pada pasangan.

Di awal pernikahan, hubungan intim biasanya dilakukan dengan menggebu. Hampir segala hal yang membuat penasaran dalam kehidupan seksual layak untuk dicoba. Selanjutnya datanglah masa kehamilan, melahirkan dan membesarkan anak, yang membuat tubuh wanita mengalami perubahan dan mempengaruhi keinginannya untuk melakukan hubungan intim. Pemakaian spiral, misalnya, kerap  menurunkan hasrat untuk berhubungan intim. Akibatnya, menolak keinginan pasangan pun menjadi hal yang sering dilakukan. Meski awalnya merasa tak nyaman dengan hal ini, sebenarnya Anda tak perlu merasa bersalah saat menolak keinginan suami. Sebagai manusia Anda pun punya hak untuk tidak melakukan apa yang tidak Anda inginkan.

Dengan bertambahnya usia, wanita menginginkan kehidupan seksual yang berkualitas. Artinya, lebih menjalin rasa sayang daripada sekedar pemenuhan hasrat seksual.  Coba-coba posisi bercinta lain atau tempat quickie baru, hampir tidak masuk dalam hitungan. Biarkan mengalir saja, itu resepnya. Kebersamaan yang Anda lalui akan membawa Anda dan pasangan dalam tahap saling memahami. Dari sikap tubuh saja Anda berdua saling mengerti apakah pasangan sedang lelah, ingin bercinta, atau hanya ingin bermanja-manja. Yang mana pun pilihan Anda, pastikan bahwa Anda dan pasangan menikmatinya.

How to be a Sexy Woman

Untuk urusan seksual, sepertinya wanita lebih paham akan tubuh pria dibandingkan tubuhnya sendiri. Tahukah Anda betapa menyenangkan kegiatan seksual itu untuk diri sendiri?

1.Apa yang Anda pikirkan tentang seks?

Meskipun dewasa ini wanita sudah sangat maju, namun nilai-nilai seks yang diajarkan sejak kecil seringkali tertanam sangat kuat di alam bawah sadar dan mempengaruhi kehidupan seks Anda. Padahal, kalau kita memikirkan hal negatif maka perasaan kita menjadi negatif sehingga muncul perilaku yang negatif pula. Sementara untuk memperoleh pengalaman seksual yang bermakna, wanita membutuhkan rangsangan secara mental sama intensnya dengan rangsangan fisik. Di sisi lain, wanita yang mampu berpikiran bahwa dirinya menarik adalah wanita yang mau berpikiran positif, dan wanita seperti ini akan memperoleh kualitas kehidupan seks yang lebih baik dibandingkan wanita yang berpikiran negatif.

2.Sudahkah mengenal tubuh Anda dengan baik?

Percayakah Anda bahwa masih ada wanita yang tak tahu di mana letak klitorisnya? Kalau posisi saja tidak tahu, bagaimana mengetahui fungsinya, termasuk cara memberikan rangsangan? Umumnya mereka hanya berharap pasangannya lebih tahu bagaimana memperlakukan organ kecil ini.

Klitoris serupa dengan gunung es: yang tampak hanya bagian ujung atas. Meskipun demikian, organ ini penuh dengan ujung-ujung saraf yang peka rangsangan. Salah satu prinsip dasar organ sensitif ini adalah jangan langsung tancap gas memberikan rangsangan sebelum tubuh Anda benar-benar siap, karena hal ini justru menimbulkan rasa tak nyaman. Mulailah dengan menyentuh daerah intim dan memberi tekanan pada tulang kemaluan untuk melancarkan aliran darah di daerah tersebut.

Pada tahun 1800an klitoris dianggap sebagai sumber malapetaka karena wanita diharapkan berperilaku sopan di tempat tidur. Dan, karena klitoris dapat memberikan orgasme pada wanita sebagaimana orgasme vaginal, maka dilakukan sunat dengan memotong klitoris agar wanita tidak berlebihan mengekpresikan hasrat seks-nya. Sementara sunat wanita yang sebenarnya hanya membuka membran tipis yang menutupi klitoris bukan memotongnya.

3.Bagaimana cara tercepat mencapai orgasme?

Bagian tubuh mana yang paling sensitif? Gerakan seperti apa yang lebih mudah membangkitkan hasrat Anda? Fantasi apa yang lebih efektif untuk membuat Anda lebih bergairah? Jika Anda tak bisa menjawab pertanyaan ini dengan cepat, kemungkinan Anda memang belum mengenal kebutuhan seksual Anda. Karena menurut para ahli, tahu bagaimana menyenangkan tubuh Anda adalah kunci untuk menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Posisi seks yang paling cepat membuat wanita orgasme atau memberikan kualitas sensasi paling tinggi adalah posisi yang memberi rangsangan paling intens pada G-spot dan klitoris.

4. Apakah selalu Anda yang berusaha memuaskan pasangan?

Seringkali, jawabannya adalah: ya. Padahal, Anda berhak mendapatkan yang sama baiknya dengan yang Anda berikan pada pasangan. Fokuskan pikiran pada bagaimana Anda ingin digoda. Pasalnya, hmpir tidak mungkin individu yang tidak bahagia dengan dirinya mencoba membahagiakan orang lain. Tahukah Anda betapa menyenangkannya memberi kesempatan pada pasangan untuk memuaskan Anda? Dan, sebenarnya ia pun akan senang kalau Anda menikmati cumbuannya.

5.Apakah Anda menerima kondisi tubuh Anda?

Bagaimana perasaan Anda terhadap tubuh memberi pengaruh langsung pada seksualitas Anda. Biasanya setelah melahirkan anak, wanita merasa tubuhnya tak semenarik dulu. Bahkan, saat pasangannya menyentuh bagian tubuh yang tidak disukai, beberapa wanita justru menarik diri dari aktivitas seksual.

Menjadi seksi tidak berarti Anda harus bisa mengenakan pakaian berukuran S atau M, punya payudara besar atau tubuh bak gitar spanyol. Merasa seksi berarti feeling good about yourself. Mulailah menuliskan hal positif tentang tubuh Anda setiap hari. Membangkitkan pikiran positif terhadap tubuh membuat Anda lebih mudah menyukai dan menghargai tubuh Anda. Kalau perlu, kenakan lingerie yang seksi, bahkan jika Anda sedang sendirian.

6.Apakah Anda bercinta untuk alasan yang benar?

Haruskah ada alasan untuk bercinta? Tentu. Beberapa alasan yang baik antara lain: Anda ingin ‘terhubung’ dengan pasangan, perayaan (misalnya: ulang tahun perkawinan), memiliki anak, atau Anda sekedar menginginkan pasangan. Jangan lakukan hubungan intim untuk alasan-alasan seperti ini: agar pasangan tidak meninggalkan Anda malam ini, menghindari pertengkaran, ingin pasangan mencintai Anda, atau khawatir pasangan akan meninggalkan jika Anda menolak berhubungan intim. Aktivitas seksual menjadi lebih baik dan lebih intim jika motivasi Anda tidak macam-macam dan sehat.

7.Bisakah Anda menunjukkan lima bagian tubuh Anda yang paling peka terhadap rangsangan?

Salah satu pengetahuan yang wajib dimiliik wanita adalah mengetahui bagian tubuh yang paling sensitif. Pada beberapa wanita, stimulasi pada payudara saja bisa membuat orgasme. Sedangkan pada yang lain, area sensitif terletak di belakang telinga hingga leher. Kalau belum menemukan area sensitif, mulailah menjelajahi tubuh Anda. Gunakan tangan, bulu-bulu, apapun…, untuk menemukan sensasi sentuhan yang berbeda pada tubuh Anda. Setelah itu beri tahu pasangan bagaimana Anda ingin area tersebut diperlakukan.

8.Apakah Anda punya kecemasan terhadap organ intim Anda?

Jujur saja, meskipun organ ini sudah bertahun-tahun jadi bagian dari diri Anda, tapi seringkali Anda tak tahu bagaimana kondisi normal organ tersebut. Buktinya? Masih banyak yang bertanya-tanya, apakah labia-nya terlalu besar, apakah aromanya normal, dan sebagainya. Menurut para ahli, kecuali Anda mengalami infeksi kronis atau memiliki labia terlalu besar hingga terasa sakit saat mengenakan celana dalam, kondisi organ intim Anda adalah normal.

9.Tahukah seperti apa wajah Anda lima menit setelah orgasme?

Saat bercinta tubuh individu melepaskan banyak sekali endorfin, sejenis hormon yang merupakan penghilang rasa sakit. Hormon inilah yang perlu dipertahankan dalam sebuah hubungan yang intim, dengan cara melakukan hal-hal yang Anda sukai. Tentu saja setelah bercinta semua otot Anda lebih relaks dan Anda lebih bahagia karena pelepasan endorfin saat bercinta jauh lebih banyak dibandingkan makan dark chocolate, berolah raga bahkan melakukan aktivitas yang menantang sekalipun. Jadi, bangun dan bercerminlah setelah Anda orgasme. Anda akan melihat wajah Anda merona merah dengan senyum mengembang.

10.Apakah 90% dari semua hal ini sudah pernah Anda bicarakan pada pasangan?

Untuk hal ini, Anda memang harus bicara. Tak perlu merasa jengah. Mintalah pasangan menyentuh dan memperlakukan Anda seperti yang Anda inginkan. Atau sebaliknya, melarangnya melakukan hal yang tidak Anda sukai.

Boks: Kata Pakar..

Menurut Dr. Laura Berman, seorang asisten profesor klinis dan dokter kandungan di Universitas Nothwestern, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kehidupan seksual wanita, yaitu:

  1. Saat tubuh mulai mengalami penurunan kadar estrogen dan testosteron, wanita mulai mengalami gangguan hormon. Untuk itu, pastikan Anda berkonsultasi pada dokter, menjalani tes hormon, dan selalu siap dengan obat dan vitamin di rumah Anda.
  2. Anda bukan wanita super. Tak perlu berusaha mengerjakan semuanya hingga membuat stres. Kondisi ini jelas menurunkan kualitas kehidupan seksual Anda.
  3. Lakukan relaksasi untuk mengisi kembali tenaga Anda. Cara paling mudah adalah yoga dan berkumpul dengan teman-teman Anda. Mudah, kan?
  4. Banyak orangtua yang ‘salah kaprah’ dengan mencurahkan seluruh perhatian kepada anak-anak sehingga kebutuhan pasangannya terabaikan. Bagaimana pun, bagian dari menjadi orangtua yang baik adalah menjaga perkawinan Anda tetap kokoh dan menciptakan kondisi rumah yang menyenangkan. Hal ini juga akan menjadi contoh bagi anak Anda saat membangun keluarganya nanti.
  5. Lakukan hubungan seksual setidaknya satu kali dalam seminggu. Frekuensi hubungan seperti ini merupakan salah satu bahan bakar penting dalam menciptakan hubungan yang penuh kasih sayang.

Boks: Tahukah Anda?

  • Klitoris berasal dari bahasa Yunani yang artinya bukit kecil. Klitoris merupakan organ seks yang tidak berperan dalam proses reproduksi. Jika mendapat rangsangan, organ ini dapat memanjang hingga 9 cm ke dalam tubuh.
  • Wanita yang mencapai orgasme dalam 45 menit setelah pasangannya mengalami ejakulasi dapat mempertahankan 70-80% sperma. Sedangkan wanita yang mengalami orgasme lebih dari satu menit sebelum pasangannya, hanya dapat menahan 50% sperma.
  • Umumnya pria dan wanita mengalami orgasme pertama melalui masturbasi.
  • Orgasme pada wanita merupakan penghilang rasa sakit yang ampuh, karena melepaskan hormon endorfin. Karena itu, sakit kepala sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk tidak berhubungan seksual.
  • Michel Bozon, seorang sosiolog, menyatakan bahwa orgasme vaginal lebih sulit dicapai pada awal perkawinan, lebih mudah dicapai pada usia 5-10 tahun perkawinan, dan kembali sulit dicapai pada pasangan yang telah bersama-sama lebih dari 15 tahun.
  • Kemungkinan terjadinya orgasme meningkat pada hari ke-14 dari daur haid wanita, karena saat itu hasrat seksual wanita berada pada puncaknya.

Boks: Wanita & Orgasme

Pada abad keempat sebelum masehi, Hippocrates percaya bahwa janin tercipta karena kepuasan wanita saat berhubungan intim. Oleh karena itu, untuk dapat hamil seorang wanita harus mendapatkan kepuasan seksual. Namun pendapat ini ditentang oleh Aristoteles, yang menyatakan bahwa kesuburan ditentukan oleh cairan semen pria, sedangkan wanita tidak berperan dalam proses pembentukan janin. Selain itu, gereja di abad pertengahan juga menganjurkan agar seksualitas wanita dibatasi. Hal ini mengakibatkan kepuasan seksual pada wanita tak lagi dibicarakan.

Pada abad ke-18, kondisi wanita belum membaik. Tetapi banyak orang mulai percaya bahwa orgasme pada wanita merupakan hal penting. Namun, wanita tetap diharuskan membatasi hasrat seksualnya dan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan suami mereka.

Pada abad ke-19, kepuasan seksual pada wanita justru dilarang, dan para suami dianjurkan untuk tidak membangkitkan gairah pasangannya. Menurut The Madison Insititute Newsletter (1894) pada masa itu pengantin wanita diharuskan untuk mengambil posisi tidur dan tidak berbuat apa-apa selama berhubungan intim.

Setelah perang dunia kedua, seksualitas wanita mulai bangkit dan menjadi bahan pembicaraan. Puncaknya adalah revolusi seksual tahun 1960-an, di mana mulai dikenal kontrasepsi dan aborsi.

Quote:

Shere Hite

“Jika kita masih berpendapat bahwa seks itu terbatas pada hubungan intim, ini karena stimulasi yang disesuaikan untuk kebutuhan laki-laki. Sejak lama wanita dianggap tidak orgasme karena secara alamiah wanita diciptakan untuk hamil- jadi tidak perlu orgasme.”

Val Sampson, penulis buku The Real Sex Kitten’s Handbook:

“Woman being a sex kitten is not about dressing in clothes that make you feel good, getting a wiggle in your walk and becoming more sensual and sexy on the outside. It’s about  finding fun and energy inside to fuel fulfilling relationships with men. It is about having the confidence to share your sexiness with another person on deep and intimate level. And it is about taking delight in who you really are.”

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: