Amanda Setiorini

Amanda.my.id

A-Z Tentang Tes Kesehatan

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati, berapa pun usia Anda. Jadi sebelum Anda jatuh sakit, jadikan pemeriksaan kesehatan berikut sebagai resolusi tahun 2009 Anda.

Tahun baru kerap dijadikan sebagai momentum untuk melakukan perubahan atau hal-hal baru. Menyambut tahun 2009 ini, bagaimana jika resolusi Anda adalah melakukan tes kesehatan? Sebab, apapun yang Anda rencanakan di tahun depan akan sangat tergantung pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Agar tak bingung dengan aneka tes kesehatan yang tersedia di rumah sakit, Shape memberikan panduannya untuk Anda.

AUDIOGRAM

Telinga Anda sering berdenging, sulit menangkap pembicaraan orang, atau terasa seperti tersumbat? Gangguan pada teling seringkali kita abaikan. Padahal banyak juga penyakit yang bersumber dari telinga. Dan dengan pertambahan usia, tentu saja kemampuan organ pendengaran ini semakin berkurang. Waspadai pula jika ada riwayat berkurangnya pendengaran pada anggota keluarga Anda. Otosclerosis, gangguan genetik yang menyebabkan pertumbuhan abnormal pada tulang di telinga bagian tengah, rentan dialami wanita terutama di usia 30-an.

Prosedurnya sederhana saja, Anda mengenakan headphone sementara dokter Anda membunyikan suara-suara. “Kami memeriksa kemampuan Anda membedakan suara dari berbagai frekuensi,” ujar David Fabry, Ph. D, dari American Academy of Audiology.

BONE MINERAL DENSITY TEST

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kepadatan tulang untuk mendeteksi kekeroposan tulang sedini mungkin. Salah satu alasan mengapa pemeriksaan ini penting dilakukan adalah karena osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Seseorang baru mengetahui bahwa kepadatan tulangnya telah berkurang setelah mengalami patah tulang. Menurut data National Osteoporosis Foundation, perkara tulang rapuh ini menyerang hampir 10 juta orang Amerika dewasa, 80% di antaranya adalah wanita.

Lima hingga tujuh tahun setelah memasuki masa menopause, wanita bisa kehilangan hampir 30% dari massa tulangnya. Lakukan pemeriksaan ini setidaknya pada saat menopause, terutama bagi Anda yang memiliki berat badan 57 kilogram, memiliki kebiasaan merokok, pernah mengalami patah tulang atau memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga.

Jika kepadatan tulang Anda mulai berkurang dari ukuran normal, umumnya dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi 1.000 miligram Kalsium dan 400-800 IU vitamin D setiap hari tanpa berhenti. Sebenarnya ini takaran normal Kalsium dan vitamin D yang harus dikonsumsi wanita dewasa setiap hari.

COLONOSCOPY

Tujuannya adalah mendeteksi kanker pada usus besar. “Pada tahap yang sangat awal, kemungkinan sembuh mencapai 90%,” ujar Bernard Levin, MD dari University of Texas. Umumnya colonoscopy dianjurkan pada usia 50 tahun. Tapi jika orangtua atau saudara kandung Anda menderita kanker usus besar (colon) atau polip di colon sebelum usia 50 tahun, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ini 10 tahun lebih awal dari usia mereka saat terdeteksi penyakit ini. Lalu, ulangi setiap 5 tahun. Jika dalam pemeriksaan colon tidak terdapat masalah dan tidak ada riwayat penyakit ini pada keluarga Anda, pemeriksaan dapat diulangi setiap 10 tahun.

Pada pemeriksaan ini, dokter menggunakan instrumen dengan kamera di ujungnya untuk menemukan pertumbuhan yang tidak wajar pada usus besar. Jika ditemukan polip, biasanya dokter akan melakukan pembedahan kecil untuk menentukan tindakan selanjutnya.

GIGI

Para ahli menganjurkan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan untuk mencegah kanker mulut, penyakit gusi, dan merawat kerusakan gigi lainnya. Pada pemeriksaan ini Anda pun dapat meminta dilakukan pembersihan terhadap karang gigi. Karena gigi berlubang atau infeksi pada sisa akar gigi yang telah dicabut dapat menjadi bintu masuk berbagai penyakit pada ginjal, jantung, sendi, bahkan infeksi paru. Penyakit pada gigi juga bisa menyebabkan sakit kepala, telinga, sendi bahu dan radang. Menurut penelitian, para perokok dan orang yang minum alkohol lebih dari 2 gelas sehari memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit gusi dan kanker mulut.

Dokter gigi akan memeriksa semua gigi, lidah, jaringan keras maupun lunak di sekitar mulut dan leher, serta area di sekitar rahang, untuk mencari perubahan jaringan yang tidak normal. Bagi Anda yang terdeteksi menderita penyakit gusi, umumnya dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan gigi lebih dari dua kali dalam setahun.

JANTUNG

Penyakit kardiovaskular adalah salah satu silent killer bagi wanita. Sekitar 64% dari jumlah wanita yang meninggal akibat penyakit ini tidak menunjukkan gejala-gejala sebelumnya. Pemeriksaan jantung dapat dimulai pada usia 20 tahun, terutama jika Anda kelebihan berat badan, merokok dan memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung prematur pada keluarga. Memasuki usia 45 tahun, pemeriksaan terhadap organ yang tak pernah beristirahat ini harus dilakukan setiap tahun.

Dokter akan memeriksa tekanan darah dan denyut jantung Anda untuk mengetahui apakah irama jantung Anda normal. Jika Anda sering mengalami sakit di bagian dada, bernapas dengan tarikan pendek serta mudah lelah, mungkin Anda akan dirujuk ke dokter ahli jantung yang akan memeriksa melalui elektrokardiogram. Alat ini akan menunjukkan kekuatan dan interval jantung Anda untuk mengantisipasi risiko penyakit jantung.

Jika dokter mendiagnosa adanya kelainan irama jantung atau jika Anda mengalami palpitasi (jantung berdebar-debar), hal ini mungkin merupakan indikasi adanya gangguan irama jantung yang membutuhkan obat-obatan. Sementara batas untuk mewaspadai adanya penyakit tekanan darah tinggi adalah angka 130/90.

KULIT

Meskipun bagi beberapa orang tahi lalat membuat penampilannya semakin menarik, namun pemeriksaan tahi lalat diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan kanker kulit. Menurut American Cancer Society, melanoma merupakan jenis kanker kedua yang umum ditemukan pada wanita di usia 30-an. Namun jika ditemukan pada fase yang sangat dini, kemungkinan sembuhnya mencapai 100%.

Kecuali jika Anda sering terpapar sinar matahari, pemeriksaan kulit dapat dilakukan setiap tahun setelah usia 30 tahun. Jika Anda tergolong orang yang berisiko tinggi terkena gangguan kulit, pemeriksaan ini dapat dilakukan dua kali dalam setahun. Yang tergolong berisiko tinggi adalah Anda yang memiliki riwayat kanker kulit dalam keluarga, memiliki banyak tahi lalat, berkulit terang dan memiliki bintik-bintik di wajah.

Dokter ahli kulit akan memeriksa seluruh tubuh Anda, dari ujung kepala hingga kaki, termasuk kulit kepala, telinga dan kulit di antara jari jemari Anda. Dokter juga akan memeriksa bintik-bintik, tahi lalat dan pertumbuhan kulit lainnya, terutama yang ukurannya tidak normal. Jika dibutuhkan, mungkin dokter akan melakukan analisa dengan komputer untuk melihat lebih dekat perubahan yang terjadi pada kulit Anda.

LEMAK

Salah satu cara efektif untuk melacak risiko penyakit jantung adalah dengan memeriksa kadar kolesterol Anda. Meningkatnya kolosterol tidak hanya mempertinggi kemungkinan serangan jantung atau stroke, tetapi juga terkait dengan gangguan di kantung empedu.

Pemeriksaan profil lemak sebaiknya dimulai pada usia 20-an, tanpa mempedulikan apakah dalam keluarga Anda terdapat riwayat penyakit jantung. Jika hasil pemeriksaannya normal, Anda cukup mengulangnya setiap 5 tahun hingga mencapai usia 45. Namun di usia 45 tahun, apalagi jika Anda memiliki riwaya penyakit jantung dalam keluarga atau memiliki kadar kolesterol total lebih dari 200, sebaiknya pemeriksaan profil lemak dilakukan rutin tiap tahun.

MATA

Dengan bertambahnya usia, mata pun mengalami penuaan dan berbagai gangguan pada mata mulai timbul. Misalnya katarak dan glukoma. Dalam kebanyakan kasus, glukoma yang diketahui pada tahap dini dapat diobati dan risiko berkurangnya pengelihatan dapat dicegah. Selain itu, deteksi dini kelainan mata juga penting bagi penderita kencing manis dan hipertensi.

Meskipun selama ini pengelihatan Anda tidak bermasalah, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan mulai usia 40 tahun dan diulangi setiap 2 tahun hingga Anda berusia 65 tahun. Lakukan pemeriksaan mata sebelum usia 40 tahun jika ada riwayat glukoma dalam keluarga, mengidap diabetes atau menggunakan obat golongan steroid. Selain itu, bagi Anda yang menggunakan lensa kontak, sebaiknya memeriksakan mata setiap tahun.

Dokter mata akan memeriksa tekanan pada bola mata Anda untuk mendeteksi glukoma. Pemeriksaan lain meliputi kelopak mata, garis mata dan pupil untuk memeriksa adanya ketidaknormalan, saraf mata untuk mendeteksi tumor otak, kornea dan iris, lensa mata untuk memeriksa gangguan katarak, retina untuk memeriksa apakah terjadi macular degeneration, yaitu gangguan pada sel-sel retina.

Jika Anda terdiagnosa menderita glukoma, dokter akan memberikan pengobatan berupa tetes mata. Jika pengobatan ini tidak berhasil, Anda akan disarankan untuk menjalani terapi laser dan pembedahan. Sedangkan untuk memperlambat rusaknya sel-sel retina pada penyakit macular degeneration, umumnya dokter akan memberikan vitamin atau menyarankan pengobatan dengan laser.

MAMOGRAFI

Menurut American Cancer Society, 97% wanita yang terdeteksi kanker payudara pada tahap awal dapat tertolong dan tidak membutuhkan pemeriksaan ulang hingga 5 tahun berikutnya. Saat memasuki usia 40-an, sebaiknya Anda rutin melakukan mamografi setiap tahun. Karena pada saat mamografi payudara akan mengalami tekanan, “Sebaiknya mamografi dilakukan setelah menstruasi karena pada masa itu tekstur payudara lebih lunak,” ujar Holly Thacker, M.D.

Jika hasil mamografi menunjukkan adanya ketidaknormalan jaringan pada payudara, seperti timbunan kalsium, dokter akan menyarankan Anda melakukan pemeriksaan USG payudara. Menurut para ahli, baik hasil mamografi maupun USG payudara sebenarnya saling melengkapi, hanya saja pemeriksaan dengan USG jauh terasa lebih nyaman karena payudara tidak perlu ditekan. Dengan kombinasi kedua tes ini, akurasnya bisa mencapai 95%.

PAP-SMEAR

Meskipun prosedur pap smear kerap dirasa tidak nyaman bagi wanita, hingga saat ini, pap smear merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) secara efektif. Menurut American Cancer Society, sejak 50 tahun terakhir angka kematian karena kanker leher rahim semakin turun hingga lebih dari 50%.

Pap smear dapat dilakukan sejak usia 21 tahun dan rutin diulangi setiap tahun, bagi mereka yang aktif melakukan hubungan seksual. Bagi Anda yang merokok, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, mulai melakukan hubungan seksual di usia muda, mengidap HIV atau penyakit menular seksual lain, jangan pernah mengabaikan pemeriksaan ini. Di usia 30-an, Anda sebaiknya juga meminta pemeriksaan terhadap virus HPV.

Dokter akan mengambil contoh jaringan leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Metode PapNet dianggap lebih baik daripada pap smear tradisional karena memiliki tingkat keakuratan yang lebih tinggi. Jika hasil pap smear Anda menunjukkan ada sel leher rahim yang tidak normal, dokter akan meminta Anda melakukan test HPV. Jika hasilnya positif, dokter akan melakukan colposcopy, yaitu menggunakan mikroskop khusus untuk melihat ketidaknormalan dalam vagina atau mulut rahim.

TABEL: PEMERIKSAAN KESEHATAN ORGAN PEMERIKSAAN MENDETEKSI FREKUENSI

ORGAN

PEMERIKSAAN

MENDETEKSI

FREKUENSI

Jantung & sistem peredaran darah

· Elektrokardiogram, treadmill

· Kadar hemoglobin

Kelainan jantung

Anemia (kurang darah)

· Tiap 2 tahun (usia 35-40)

· Tiap tahun (usia 40+)

Ginjal

· Urin lengkap

· Kadar cystatin-C

Fungsi ginjal

· Tiap 2 tahun (usia 35-40)

· Tiap tahun (usia 40+)

Hati

· SGOT & SGPT

· Albumin & globulin darah

Faal hati

Tiap 2 tahun

Paru

· Rontgen dada

· Laju endap darah

· Lekosit (darah putih)

Kemungkinan inflamasi paru

· Tiap 2 tahun (usia 35-40)

· Tiap tahun (usia 40+)

Sistem metabolisme

· Gula darah

· Kolesterol

· Asam urat

Kencing manis

· Tiap 2 tahun (usia 35-40)

· Tiap tahun (usia 40+)

Payudara

·         Mamografi

·         USG payudara

Tumor atau kanker payudara

Tiap 2 tahun (usia 40)

 

Leher rahim

Pap smear

Selaput lendir leher rahim

Tiap tahun

Gigi

· Karang gigi

· Infeksi gigi

Penyakit gigi & mulut

Tiap 6 bulan

Mata

Tekanan bola mata

Kondisi mata

Tiap tahun

Tulang

Bone Density Test di titik rawan patah: pangkal paha, panggul, tulang belakang & pergelangan

Kepadatan massa tulang

Tiap tahun (usia 40)

Edisi Januari 09

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: