Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Happy Shopping at Bali

Kalau ada yang mengatakan bahwa wanita identik dengan belanja, saya yakin hal ini seratus persen tepat. Setidaknya ini yang saya alami selama empat hari tiga malam menemani peserta Happy Saturday Spesial PESONA BALI TOUR 2007 yang disponsori oleh Evion. Ada yang mengaku sudah kelelahan dan mengantuk, tapi ketika bis memasuki area perbelanjaan, mereka mendadak segar bugar dan siap tempur. Ada yang membawa uang pas-pasan agar tidak belanja terlalu banyak, tapi ujung-ujungnya menyerah dan mencari ATM. Bahkan ada yang awalnya tidak mau turun dari bis, tapi ketika kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan, hasil belanja ibu tersebut adalah yang terbanyak di antara peserta lainnya.

Di Pasar Ubud, misalnya. Segera setelah turun dari bis, peserta ‘menghilang’ di antara tumpukan kain, baju, dan berbagai barang kerajinan lain. Ketika saya menyusuri gang-gang di Pasar Ubud, saya bertemu peserta yang sedang bersusah payah menawar harga sekantung aromaterapi. Di bagian lain sekelompok ibu membeli belasan kaos seharga sepuluh ribu rupiah.

Waktu dua jam berlalu tanpa terasa. Para peserta segera kembali ke dalam bis dengan jinjingan masing-masing. Tujuan berikutnya adalah Tegalalang. Di sepanjang jalan tersebut berjajar bermacam toko kerajinan, mulai kerajinan kayu, kaca, hingga aksesori seperti kalung dan gelang.

Salah satu yang menarik perhatian cukup banyak peserta adalah toko yang menjual signboard sebagai hiasan dinding ala jaman Belanda dulu. Berbagai gambar unik yang mengingatkan rumah nenek jaman dahulu tersedia di sana. Namun sayang, tidak semuanya dapat dibeli, karena saat itu toko tidak memiliki stok yang cukup. Namun, peserta tak kalah pintarnya. Mereka langsung memesan signboard yang diinginkan untuk dikirim ke Jakarta.

Agak sulit mengumpulkan kembali peserta di Tegalalang ini. Meskipun sudah diinformasikan sebelumnya agar berkumpul kembali di bis pukul 15.30 WIB, namun tetap saja kami harus mencari peserta satu per satu. Sebagian besar memang sudah dalam proses membayar belanjaannya atau menunggu barang-barangnya dikemas. Namun, ada pula yang sedang tawar-menawar dengan penjualnya, bahkan ada yang masih bingung memutuskan mana barang yang akan dibeli! Aduh!

Acara Happy Saturday kali ini memang sangat unik. Peserta diajak berkeliling Kabupaten Gianyar yang memiliki beragam kerajinan dan kesenian. Salah satunya yang kami kunjungi adalah toko Togog yang memproduksi dan menjual aneka tenun ikat Bali. Peserta juga diajak melihat para penenun yang sedang bekerja di bagian bawah toko.

Betapa tersentuh hati kami melihat para penenun yang sedang bekerja. Bahkan salah satu ibu membawa anaknya dan menidurkannya di samping mesin tenunnya yang terus bekerja. Menurut mereka, dalam satu hari mereka dapat membuat kain sepanjang 2 meter. Namun di luar itu, masih ada kegiatan lain seperti membuat dan menggulung benang hingga proses pencelupan warna yang seluruhnya menghabiskan waktu sekitar 2 bulan.

Kami pun tak lupa memborong kain tenun ikat yang cantik-cantik ini. Setiap meternya dihargai Rp 90.000, sedangkan yang sudah berbentuk sarung dapat mencapai harga Rp 200.000. Uniknya, peserta membeli kain dengan berbagai alasan. Ada yang memang penggemar kain daerah, ada yang membeli karena motifnya unik dan kain tersebut tinggal satu-satunya, dan ada pula yang memborong karena merasa iba dengan pengerajinnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: