Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Bandung, Parijs van Java

Bandung memang kota yang strategis, karena terletak tepat di tengah-tengah propinsi Jawa Barat. Wilayah seluas 16.767 hektar berada di ketinggian 768 meter di atas permukaan laut, sehingga kondisinya benar-benar tepat untuk tempat beristirahat. Kota ini didirikan atas prakarsa Bupati RA Wiranatakusumah II pada saat HW Daendels menjadi gubernur Hindia Belanda (1808-1811) dan diresmikan sebagai ibukota Kabupaten Bandung tanggal 25 September 1810. Tanggal inilah yang kemudian menjadi ulang tahun kota kembang ini.

Saya berkesempatan berkunjung ke rumah Aling (43) di Perumahan Vila Istana Bunga. Wanita cantik ini mengoleksi lebih dari 300 boneka Barbie seri khusus. “Semuanya collectible, bukan boneka Barbie yang dibuat mainan,” ujar ibu 3 anak ini, “Biasanya saya beli di luar negeri, atau titip teman dan kerabat yang sedang ke luar negeri.”

Boneka seri khusus ini memang unik. Setiap boneka merupakan bagian dari seri tertentu. Misalnya serigoddess antara lain terdiri dari dewi matahari, bulan, kebijaksanaan dan kecantikan. Sedangkan seri batu mulia antara lain terdiri dari emerald, ruby dan diamond. Seri lain yang juga dimiliki Aling antara lain cerita Romeo and Juliet, 1001 malam, dan Coca Cola’s Girl.

Yang membuat koleksi ini menjadi sangat istimewa adalah keseriusan Aling merawatnya. Bukan sekedar rambut kusutnya yang dikeramasi dan ditata dengan apik. Aling juga menjahit sendiri baju trasional Indonesia untuk beberapa bonekanya, lengkap dengan aksesori seperti sanggul, jilbab, selendang, dan pernik lainnya.

Aling pun sengaja membuat ruang bawah tanah untuk menyimpan dan menata koleksinya. Saat saya diajak menuruni tangga, saya melihat tulisan di atas anak tangga paling bawah Link to Barbie’s World. Dilanjutkan dengan rak sepanjang dinding yang berisi boneka Barbie dengan pakaian yang dijahit sendiri oleh Aling.

Kolektor Barbie sejak tahun 1998 ini juga membuat display miniatur rumah dan istana untuk boneka-bonekanya. Misalnya untuk Barbie seri Asia yang berpakaian ala Cina dan Korea, Aling membuatkan display bangunan Asia untuk latar belakang sekaligus tempat berdirinya boneka tersebut. Sedangkan untuk seri goddess, Aling membuatkan display bak istana di kayangan, lengkap dengan awan dari kapas. Perlu waktu tiga tahun untuk membuat ruangan ini benar-benar sesuai keinginannya.

Menurut Aling, yang paling sulit adalah menyiapkan pernik-pernik yang ukurannya tidak biasa. Misalnya untuk seri Coca Cola’s Girl. Aling melengkapinya dengan bar dan kaleng-kaleng Coca Cola berukuran sangat kecil. Saya selalu kagum pada orang yang begitu memperhatikan detil. Sayang, koleksinya ini belum bisa dinikmati banyak orang. Jadi, kami menampilkan foto-fotonya di sini untuk Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: