Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Taipei 101

“Jangan lupa mampir ke Taipei 101, ya,” ujar seorang sahabat ketika saya pamit untuk pergi ke Taipei, Taiwan. Jangankan mengenal Taipei 101, pada dasarnya saya tidak pernah paham benar dengan Taiwan. Saya selalu keliru mengira Taiwan sebagai bagian dari Cina. Wah, kemana saja pikiran saya waktu belajar geografi dulu?

Hal yang pertama saya lakukan di halaman TAIPEI 101 adalah mendongak ke atas untuk melihat ujung bangunan itu. Ya, TAIPEI 101 adalah pencakar langit tertinggi di dunia berdasarkan keputusan Council on Tall Buildings and Urban Habitat sejak tahun 2004. Gedung ini memegang rekor untuk highest occupied floor(438 m), highest roof (448m), dan highest structure (508 m).

Sebenarnya nama TAIPEI 101 merupakan singkatan dari TechnologyArtInnovationPeopleEnvironment, dan Identity. Sedangkan angka 101 menunjukkan jumlah lantai yang dimiliki gedung tersebut. Logo bangunan ini adalah koin kuno merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran, sedangkan jumlah koin menunjukkan tiga fungsi utama gedung tersebut, yaitu perkantoran, pusat perbelanjaan, dan observatorium.

Pembangunan gedung ini dilakukan selama 4 tahun dan konon menghabiskan biaya 60 miliar dolar Taiwan. Bayangkan saja, untuk menyiasati lapisan batu sedimen lunak di bawahnya, gedung ini menanamkan 380 tiang pancang hingga kedalaman lebih dari tiga puluh meter. Selain itu, konstruksinya juga diperkuat oleh delapan pilar baja.

Dengan ketinggian menakjubkan ini, saya heran bagaimana TAIPEI 101 selamat dari gempa yang terjadi akhir tahun lalu? Ternyata rahasianya adalah bola baja seberat 660 metrik ton yang diletakkan di antara lantai 88 dan 92. Benda itu diberi nama Damper Baby. Tersusun atas empat puluh satu lapis plat baja setebal 12,5 cm, Damper Baby dirancang agar TAIPEI 101 tetap stabil menghadapi angin, gempa bumi, dan gaya geser angin, dengan meredam pergerakan menara sebesar 40%. Selain Damper Baby, TAIPEI 101 memiliki dua bola baja lain di bagian puncak. Keduanya berukuran lebih kecil, yaitu ‘hanya’ 6 ton untuk setiap bola.

Yang paling menarik dari Taipei 101 tentunya kesempatan untuk melihat kota Taipei dari lantai 89, yang disebut observatorium. Untuk itu saya harus membayar tiket NTD 350 dan naik lift tercepat di dunia yang mendapat sertifikat dari Guinness Worlds Records. Lift canggih yang bergerak 16,83 meter per detik ini mengantar saya ke observatorium tidak lebih dari 40 detik. Wow! Telinga saya mulai bermasalah.

Karena sudah malam, yang saya lihat adalah gemerlap lampu kota Taipei. Selain itu, di observatorium terdapat toko es krim. Jadi saya bisa menikmati es krim sambil melihat pemandangan kota yang cantik. Tiket ke observatorium sudah termasuk fasilitas untuk mendengarkan informasi tentang daerah yang sedang diamati dari atas. Kabarnya, baik interior maupun eksterior gedung ini didisain berdasarkan aturan feng shui. Tujuannya agar mencapai kesuksesan finansial.

Kala itu observatorium dipenuhi dengan berbagai bentuk lentera unik sebagai bagian dari Taipei Lantern Festival. Mungkin ini yang menyebabkan penerangan di observatorium dibuat remang-remang, agar tiap lentera dapat menonjolkan cahaya dan bentuknya dengan sempurna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: