Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Chiang Kai-Shek (CKS) Memorial Hall

Ada 3 gerbang sebagai jalan masuk CKS Memorial Hall. Gerbang utamanya –the gate of Great Centrality and Perfect Uprightness- menghadap arah barat laut. DI sisi kiri terdapat the Gate of Great Piety yang menghadap arah barat daya, sedangkan saya masuk dari the Gate of Great Loyalty di arah timur laut. Di tempat inilah saya pertama kali melihat logo Taipei Lantern Festival, yang sekaligus menunjukkan rute untuk melihat jajaran stand berhiaskan lentera yang ditempatkan di sekeliling CKS Memorial Hall.

Saat masuk ke bangunan utama, saya langsung menemukan toko cinderamata. Segera saja saya memilih aneka gantungan kunci dan stiker yang bertuliskan Chiang Kai-Shek untuk oleh-oleh. Herannya, jarang sekali saya melihat cinderamata yang bertuliskan ‘Taiwan’.

Keluar dari toko oleh-oleh, saya berjalan memotong di tengah gedung. Hal pertama yang saya lihat adalah mobil yang dulu digunakan sebagai kendaraan kepresidenan. Mungkin untuk menjaganya agar tetap awet, kedua mobil sedan itu dibungkus plastik. Saya juga masuk ke ruang pameran yang menunjukkan perjalanan hidup Chiang Kai-Shek, sekaligus perkembangan sejarah Cina modern.

CKS Memorial Hall diresmikan 5 April 1980 –tepat 5 tahun setelah kematian Chiang Kai-Shek- sebagai bentuk peringatan dan duka cita yang dalam atas kepergian mantan orang nomor satu di Republic of China ini. Bagian lainnya adalah CKS Memorial Office yang berisi benda dan manuskrip yang dipakai di kantor presiden Chiang Kai-Shek. Konon, disain ruangan tersebut dibuat sama persis dengan aslinya. Saya juga masuk ke dalam perpustakaan yang menyimpan berbagai literatur pemikiran Chiang Kai-Shek, sejumlah buku tentang revolusi rakyat, serta sejarah Cina modern dan kontemporer. Sayang, tak satupun yang bisa saya baca dan pahami artinya.

Sebelum keluar, saya sempatkan membeli gantungan kunci berhiaskan batu jade seharga NTD 100. Menurut penjualnya, warna pada batu jade memiliki arti tertentu. Hijau untuk keberuntungan, kuning untuk keuangan, merah untuk kesehatan, merah mudah untuk romantisme, dan coklat untuk perlindungan.

Lantai atas CKS Memorial Hall merupakan ruangan besar yang menyimpan patung perunggu Chiang Kai-Shek. Pada dindingnya terdapat tulisan Cina yang konon artinya adalah etika, demokrasi, dan ilmu pengetahuan. Ketiganya merupakan inti pemikiran politik Chiang Kai-Shek, yaitu memenuhi prinsip nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan sosial melalui penerapan etika, demokrasi, dan ilmu pengetahuan secara berurutan.

Untuk mencapai lantai ini, saya harus mendaki 89 anak tangga yang melambangkan usia sang presiden. Agak malas, memang. Tapi, kapan lagi saya melihat tempat bersejarah seperti ini? Lagipula, saya ingin melihat prosesi pertukaran petugas jaga.

Ya, seperti pada tempat bersejarah lain –misalnya Dr. Sun Yat Sen Memorial Hall dan Martyr Shrine- patung Chiang Kai-Shek dijaga oleh pasukan khusus yang diganti setiap jam. Prosesi pergantian petugas jaga ini menjadi salah satu atraksi yang menarik bagi wisatawan. Mulai dari perjalanan tim jaga baru menuju pos penjagaan di kaki patung Chiang Kai-Shek, proses pertukaran dengan atraksi kolone senapan, hingga perjalanan tim jaga lama keluar area.

Selain bangunan utama, di lahan seluas 250 ribu meter persegi itu juga terdapat dua buah kolam, tempat konser, teater, serta taman yang luas dan dipenuhi aneka bunga. Saya melihat banyak keluarga yang menghabiskan sore hari dengan berjalan-jalan seputar CKS Memorial Hall.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: