Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Beleka – Masbagik – Sayang Sayang

Akhirnya sampai juga saya di Lombok. Itu tempat yang sangat tenang dan sangat sepi. Entah apa yang mesti dikerjakan kalau lama-lama di sana. Tetapi karena cuma bikin liputan empat hari, setiap harinya penuh dengan acara. Sampai badan sakit semua….

Alang-Alang nggak menyediakan jemputan dari Bandara Selaparang. Padahal pesawatnya sampai di sana jam 8 malam. Untung di pesawat ketemu Ibu Siti & Pak Ahmad yang baik. Mereka naik di Surabaya. Mereka nganterin sampai di Alang-Alang. Bahkan nungguin sampai saya merasa nyaman di tempat yang alang-alangnya setinggi orang itu. Hiiii!

I’ve met very-very nice people there. Mulai dari Ibu Siti & Pak Ahmad, keluarga Bu Atje yang ramah, guide-guide yang baik, dan teman ngobrol yang ramah di Pasar Seni Senggigi. What a wonderful travel!

Kendalanya cuma satu aja: kangen sama anak-anak. Mana pas saya sampai di sana, ayahnya anak-anak sms. Katanya, “Dede tumbuh giginya…”Eh, pas saya sampai di rumah hari Minggu-nya, nggak sengaja ngeliat yang aneh di giginya Mas Abi. Pas saya pegang, nggak tahunya giginya sudah goyang. Wah, ternyata punya anak sudah besar, ya… Jadi si adik tumbuh gigi seri atas sebelah kiri, si kakak gigi seri atas sebelah kiri yang mau copot. Kok bisa, ya?

Hari pertama, dengan Ibu Atje Robin, keliling ke 3 desa. Hebatnya, semua perajin di sini adalah wanita. Orang-orang tangguh …

Desa Beleka (baca: Beleke), melihat perajin rotan. Ada seorang ibu yang sedang hamil ngelus-ngelus perutnya. “Biar anak saya cantik kayak Mbak-nya…,” gitu katanya. Waduh, jadi GR!

Selanjutnya ke desa Masbagik (baca: Masbagek), melihat perajin keramik. Makan pelecing kangkung dengan saur kelapanya. Enak, dan tuan rumahnya baik hati. Mereka punya anak umur 5 tahun. Jadi ingat Abi… Di sana juga lihat pembakaran keramik. Caranya masih sangat tradisional. Nggak pake oven.

Selanjutnya ke desa Sayang-Sayang, melihat perajin kayu. Ada yang dihias dengan cukli, sejenis kerang mutiara. Kerangnya dipotong kecil-kecil. Mebelnya dilubangi sesuai motif, terus kerangnya dimasukkan ke dalam lubang.

Trus ke Pasar Seni Senggigi. Beli kaus buat anak-anak dan mbak-mbaknya. Makan malam sama Bu Atje di The Office Restaurant. Ketemu Pak Peter, suaminya Bu Atje. Trus lanjut ke cafe Mario’s. Pulangnya diantar Bu Atje sampai Alang-Alang lagi. Tinggal tidur…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: