Amanda Setiorini

Amanda.my.id

Senaru

Ini hari ketiga. Saya mau jalan-jalan ke daerah Senaru di kaki gunung Rinjani. Saya mau lihat air terjun Sendang Gile & Tiu Kelep. Kali ini guide-nya Roni dari Rinjani Trekking Club. Perjalanan ke sana kira-kira 2 jam.

Sampai di sana kita turun ke air terjun, dan itu bener-bener perjalanan yang melelahkan. Cuma sebagian kecil dari jalan itu yang sudah diberi semen. Yang lainnya masih jalan setapak dari tanah, plus nyebrang sungai yang berbatu-batu.

Sampai di Tiu Kelep, pemandangannya memang bagus. Percikan air terjun bikin foto kita bercak-bercak. But, it’s okay. Saya cuci muka di sana, katanya bisa awet muda. Soalnya airnya itu segar sekali. Sayangnya acara terputus dengan hujan yang bukan main derasnya. Nggak ada tempat berteduh. Saya cuma berusaha menyelamatkan isi tas, yang bener-bener not well prepared. Bayangin aja. Dalam tas itu ada iPod, kamera digital, recorder, dan buku-buku yang nggak tahan air. Walhasil nemu plastik bekas bawa Aqua, semua barang saya masukan dalam plastik, baru masuk ke tas. Doanya cuma satu, semoga tahan air setidaknya sampai kembali ke mobil.

Setelah tas cukup aman, kita nekat kembali berhujan-hujanan. Di tengah perjalanan pulang, hujannya malah berhenti! Asem banget…. Tapi bersyukur juga, sih. Karena sudah berhenti hujan, saya jadi semangat turun lagi ke Sendang Gile.

Permasalahan masih berlanjut pas kita mau naik. Si Roni mah enak aja, sedangkan saya ngos-ngosan sampai rasanya mau pingsan. Toh, siksaan itu berakhir juga. Dalam keadaan basah kuyup, kita makan di warung kecil punya penduduk. Wuih, itu makanan rasanya enak banget. Setelah makan, ganti baju, trus ke desa tradisional Senaru.

Desa ini juga sepi. Penduduknya masih beternak untuk keperluan sendiri, trus cari kayu bakar untuk dijual. Nggak ada guide di sini. Jadi supir carteran yang njelasin. Dari desa ini ada jalan menanjak ke Danau Segara Anak. Menurut Roni, perjalanan ke sana harus jalan kaki selama kira-kira 7 jam. Waduh, ma kasih banyak, deh…

Selanjutnya ke masjid Bayan Beleq. Ini masjid pertama yang ada di Lombok. Sekarang sudah jarang digunakan. Kita cuma bisa lihat dari luar. Masjid itu dimasuki kalau ada upacara keagamaan aja. Di sini pun nggak ada orang…

Pulangnya mampir ke toko oleh-oleh. Ada dodol rumput laut, nangka, sirsak, dan tomat. Juga ada manisan rumput laut. Saya tertarik dengan 4 macam madu dari Sumbawa. Ada madu polen, madu tanah, madu kristal atau minyak, dan madu biasa. Nah, lho…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: